Energi Juang News, Jakarta-Anggota MPR-RI Nasyirul Falah Amru menyatakan, peringatan Hari Ibu 2025 merupakan momentum mendorong kesetaraan gender berlandaskan Pancasila.
Politisi yang akrab disapa Gus Falah itu menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar teks atau simbol formal, melainkan fondasi bagi peradaban bangsa.
“Kita bersepakat, Pancasila harus hadir dalam tindakan nyata, termasuk dalam mewujudkan kesetaraan gender,” ujar Gus Falah, Senin (22/12/2025).
Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu melanjutkan, sejak dulu nusantara telah memiliki tradisi kesetaraan gender.
Gus Falah mengungkapkan kepemimpinan Ratu Shima di Kalingga, Tribhuwana Wijayatunggadewi di Majapahit, Laksamana Malahayati di Aceh, hingga Ratu Kalinyamat di Jepara adalah bukti kesetaraan gender telah menjadi nilai masyarakat nusantara selama ratusan tahun.
Masuknya kolonialisme Eropa dan belakangan ekstremisme impor memperburuk ketimpangan gender, karena itu, kita perlu kembali ke nilai-nilai nusantara yang kini terkandung dalam Pancasila,” ujar Gus Falah.
Karena itu, kesetaraan gender yang berbasis pada Pancasila, pada kepribadian bangsa yang hidup ratusan tahun perlu kita bumikan,” pungkasnya.
Redaksi Energi Juang News



