BerandaInternasionalTrump Batalkan Serangan ke Yaman di Menit-menit Terakhir

Trump Batalkan Serangan ke Yaman di Menit-menit Terakhir

Enegi Juang News, Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mundur di menit-menit terakhir dari serangan terhadap Ansarallah (Houthi) di Yaman. Mengutip New York Times, media RT melalui akunnya di platform X menjelaskan, awalnya Trump menentang serangan. Menurut RT, lingkaran dalam Trump dilaporkan menolak pembukaan front lain dalam perang melawan Iran.

Laporan lain menjelaskan semua Peringatan dan Aktivitas tadi malam. Target telah disetujui dan bom sedang dimuat ke pesawat tempur AS ketika Trump membatalkan serangan terhadap Ansarallah. Trump sebelumnya menolak untuk menyerang Houthi pada hari Rabu.

Setelah Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menghubunginya pada hari Kamis, dia berubah pikiran dan mengatakan setuju. Trump pun memerintahkan Pentagon untuk mempersiapkan serangan. Kemudian dia berubah pikiran lagi. Menurut laporan tersebut, Trump sudah terjebak di Iran. Menyerang Yaman hanya akan memperburuk keadaan.

Iran Klaim AS akan Serang Lagi

Sebelumnya Iran mengklaim telah menerima informasi intelejen yang menunjukkan telah AS memutuskan untuk kembali melancarkan serangan baru terhadap Republik Islam Iran. Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya dalam statemen hari Minggu (20/9/2026) menegaskan informasi tersebut menyebut AS telah memutuskan untuk kembali mengambil tindakan terhadap Iran dengan dukungan sejumlah negara di kawasan.

“Berdasarkan informasi yang diterima, AS memutuskan untuk melanjutkan tindakan terhadap Iran, dengan lampu hijau dari beberapa negara kawasan, dalam pertemuan bersama di sebuah negara Eropa,” kata jubir Khatam al-Anbiya Ebrahim Zolfaghari.

Iran memperingatkan akan melakukan pembalasan terhadap kepentingan AS dan lokasi penempatan pasukannya di kawasan jika Washington melakukan kesalahan. Timur Tengah saat ini semakin memanas menyusul serangan Houthi terhadap target-target strategis di wilayah Arab Saudi termasuk Bandara Internasional King Khaled di Riyadh beberapa hari lalu.

Baca juga :  Hari Pertama AS Larang Operasional Maskapai Iran, Ini Kondisinya

Houthi menegaskan serangan tersebut merupakan aksi balasan atas agresi dan blokade koalisi yang dipimpin Arab Saudi secara terus-menerus terhadap Yaman. Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, hari Minggu (20/9/2026) mengungkapkan, pesawat tempur Saudi melancarkan 28 serangan udara dalam 24 jam terakhir dengan pesawat F-15 dan Typhoon menargetkan provinsi Taiz, Al-Jawf, dan Marib. Total serangan udara sejak dimulainya eskalasi Saudi di Yaman telah mencapai 760.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments