Energi Juang News, Jakarta – Veda Ega Pratama memiliki peluang besar untuk membuat sejarah bersama Honda Team Asia di kelas Moto3 lomba MotoGP 2026. Pembalap muda kelahiran Yogyakarta itu telah mengoleksi 100 poin, hanya perlu menambah 10 poin untuk melewati rekor 109 poin yang dibuat Ai Ogura pada musim 2019. Ai Ogura saat ini adalah pembalap MotoGP yang menempati urutan klasemen dengan 222 poin, berjarak 84 poin dari pemimpin klasemen Jorgen Martin.
Di klasemen sementara Moto3 setelah seri GP Austria akhir pekan kemarin, Veda menempati urutan 8 dengan 100 poin. Veda beda satu poin dengan pembalap Malaysia, Hakim Danish. Sedangkan favorit juara Moto3, Maximo Quiles memimpin jauh meninggalkan lawan-lawanya di posisi pertama dengan 306 poin.
Konsistensi Jadi Kunci Veda
Veda berpeluang menjadi rookie dengan perolehan poin terbaik sepanjang sejarah Honda Team Asia apabila target tersebut tercapai. Namun mengejar rekor tersebut bukan hanya soal tampil cepat dan memburu podium di setiap balapan. Menurut Lombok Grand Prix, konsistensi justru menjadi faktor penting karena catatan 109 poin milik Ogura dibuat melalui pencapaian finis dengan perolehan poin di 14 dari 19 balapan.
Bagi Veda konsisten finis di posisi 10 besar bisa jadi merupakan strategi realistis untuk mendulang poin yang dibutuhkan hingga akhir musim. Tantangan terbesar datang dari pengelolaan ban Pirelli dan karakter Honda NSF 250 RW. Gaya balap Veda yang agresif, termasuk pengereman dalam atau late trail braking, dapat memberikan keuntungan saat menyerang tikungan.
Namun konsekuensinya membuat ban lebih cepat kehilangan performa. Karena itu, Veda dinilai perlu lebih cermat menjaga kecepatan di tengah tikungan, mengurangi pengereman terlalu dalam, serta mengatur penggunaan tenaga agar traksi tetap terjaga hingga lap-lap terakhir.
Asa di Asia
Dengan 10 poin lagi di sisa 6 seri, 3 seri diantaranya di Asia termasuk di Sirkuit Mandalika, kans Veda untuk melewati rekor Ogura tampaknya bisa diraih Veda. Kuncinya adalah bagaimana Veda dapat mengkombinasikan kecepatan dengan strategi dan konsistensi, khususnya saat memasuki fase akhir balapan.
Sejumlah prestasi dan rekor telah dilampaui Veda. Ia mencatatkan rekor sebagai pembalap Indonesia pertama dalam sejarah yang mampu naik podium di Grand Prix Moto3 di GP Brasil (23 Maret). Veda juga menjadi pembalap Indonesia pertama dalam sejarah yang menjadi atlet Red Bull.
Redaksi Energi Juang News




