Senin, Mei 25, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 2

Kolor Hijau Kok Hobinya Garap Bini Orang

kolor ijo
kolor ijo

Energi Juang News,Banten- Balada seorang juragan kaya raya tapi kekayaannya justru dimanfaatkan untuk memikat para bini tetangga, sehingga dia digelari si “Kolor Hijau”. Nah, Juragan Doyok, 58, memang kaya, tapi media tak ada yang mengintip garasinya. Justru Doyok suka “mengintip” rumahtangga para tetangga, manakala ada yang bininya cantik.  Ngapain intip garasi segala, berita macam begitu nggak ada manfaatnya bagi pembacanya.

Bini tetangga yang diintip bukan untuk disantuni, tetapi untuk dipacari. Sepanjang debut aksi mesumnya, lewat kekuatan uangnya Doyok mampu menaklukkan sejumlah bini tetangga sampai bertekuk lutut dan berbuka paha untuknya.

Karena seringnya Doyok terlibat skandal dengan bini warga, dia dapat gelar tidak resmi sebagai “Kolor Hijau”. Para suami pun cemas asal melihat juragan Doyok, khawatir bininya ikut digaet juga olehnya. Tapi itu sebetulnya terlalu berlebihan . Asal istrinya berwajah dan penampilan biasa saja, tak perlu takut bininya digondol Doyok.

Terakhir, sasaran tembaknya Titin,38, bini Penyok, 43, yang sering keluar kota untuk banting tulang menafkahi keluarga. Tini sering ditinggal suami jadi sering kesepian lahir dan batin, makanya Doyok mencoba masuk. Lewat pendekatan keuangan, Titin pun akhirnya menggelar karpet merah untuk cinta sang juragan, dan kemudian benar-benar menggelar kasur untuk menyalurkan birahi. Dan sejak itu rupanya si “Kolor Hijau” jadi ketagihan.

Bagaimana tidak? Tak peduli saat suami di rumah,ia maksa juga minta pelayanan ranjang pada Titin. Tentu ini sangat berbahaya resikonya. Lalu bagaimana caranya? Ya ditunggu ketika Penyok sudah tidur. Bagaimana kalau dianya tidak tidur-tidur? Kasih saja obat tidur, begitu saran Doyok saking ngebetnya kepengin tanding ulang bersama Titin.

Baru sekitar pukul 24:00 Titin merasa situasi sudah aman terkendali, sehingga dia kemudian kirim WA pada Doyok untuk merapat ke rumah. Lalu di kamar mana TKP-nya? Ternyata di ruang tamu saja. Bukan karena Doyok dianggap tamu kehormatan, tapi  lokasi itu paling jauh dari kamar tidur pribadi keluarga Penyok-Titin.

Kalau keburu ketahuan bagaimana? “Makanya kejar tayang saja ya Gan.” Kata Titin memberi saran. Keduanya pun lalu melepaskan gelora syahwatnya di atas kasur Palembang.

Tapi sial, baru lima menit menggiring bola ibaratnya main bola, Penyok bangun dan memergoki adegan mesum istrinya dengan juragan Doyok. Buru-buru dia berteriak, dan dengan telanjang bulat juragan si “Kolor Hijau” itu kabur.

Baju, celana panjang dan celana kolornya yang memang berwarna hijau, semua ketinggalan. “Rasain, juragan gendakanmu lari bugil kayak tarsan,” omel Penyok sambil menempeleng istrinya yang juga masih syok.

Malam itu juga Penyok melapor Polisi, minta agar juragan Doyok segera ditangkap. Sebab sudah berulang kali dia menjadi predator rumahtangga di desanya. Tapi sampai beberapa hari dianya memang tidak pulang ke rumah, sehingga polisi masih terus memburunya.

Mungkin Doyok sudah beli celana warna ijo lagi secara online.

Redaksi Energi Juang News

Lima Provinsi Gelap: Apa yang Terjadi pada Sistem Kelistrikan Sumatera?

Lima Provinsi Gelap: Apa yang Terjadi pada Sistem Kelistrikan Sumatera?

Pulau Sumatera, Sabtu pagi (23/5/2026), mendadak seperti “mati”. Dari Jambi, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh, jutaan jiwa terlempar dalam kegelapan berjam-jam. Masyarakat kembali mempertanyakan: apakah warga di luar Pulau Jawa dianggap kelas dua dalam hal akses energi?

Kronologi Gangguan: dari Cuaca ke Efek Domino

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan permintaan maaf. Ia menjelaskan bahwa indikasi awal gangguan kelistrikan massal dipicu cuaca buruk pada transmisi 275 KV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi. Gangguan itu membuat sistem transmisi keluar dari jaringan.

“Guncangan terjadi pada sejumlah pembangkit. Di beberapa wilayah terjadi oversupply karena beban hilang mendadak. Di wilayah lain justru defisit daya,” jelas Darmawan. Kondisi ini menimbulkan efek domino dari Jambi, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh.

PLN mengakui bahwa pemulihan memakan waktu. Pembangkit hidro dan gas butuh 5-15 jam, sementara PLTU batu bara memerlukan waktu lebih lama karena harus memanaskan air menjadi uap. Namun, di balik penjelasan teknis itu, tersimpan kesalahan fatal.

Kesalahan Fatal: Bukan Sekadar “Cuaca”

Jika cuaca adalah pemicu, maka ketiadaan sistem redundansi adalah akar masalah. Sumatera, yang menyumbang lebih dari 20% PDB nasional, masih memiliki sistem transmisi “tulang punggung tunggal” yang rapuh. Ketika satu ruas tumbang, separuh pulau ikut padam.

Data Kementerian ESDM (2024) menunjukkan bahwa rasio elektrifikasi di Sumatera memang tinggi (99,8%), tetapi indeks keandalan jaringan (SAIDI) di luar Jawa masih 3 kali lebih buruk dibanding Jawa. Ini membuktikan adanya diskriminasi infrastruktur.

  • Kapasitas cadangan listrik Jawa mencapai 30%, sementara Sumatera hanya 15% (Data PLN Statistik 2025).
  • Anggaran pemeliharaan transmisi di luar Jawa rata-rata 40% lebih rendah per km dibanding Jawa (ICCTD, 2025)

Masyarakat Sumatera berhak bertanya: mengapa proyek-proyek strategis seperti Green Enabling Transmission Line lebih dulu rampung di Jawa, sementara Sumatera masih bergantung pada jaringan rentan buatan 1980-an?

Peristiwa ini memicu krisis kepercayaan yang lebih dalam. Masyarakat mulai skeptis terhadap narasi transisi energi hijau. Bagaimana mungkin beralih ke EBT jika infrastruktur eksisting saja tidak andal?

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, Darmawan meminta maaf dan menyebut pemulihan sebagian telah berjalan. Namun, tanpa perbaikan sistemik redundansi jaringan, peningkatan anggaran pemeliharaan, dan pemerataan investasi pemadaman seperti ini akan terus berulang.

Jika pemerintah serius dengan transisi energi, mulai perlakukan warga Sumatera sama seperti warga Jawa. Bukan dengan maaf, tapi dengan tindakan nyata. Karena kegelapan di Sumatera bukan hanya soal listrik padam, tapi juga padamnya keadilan energi.

Oleh: Esteria Tamba
(Mahasiswa, Penulis)

 

Pigai Sebut Indonesia Masih Aman Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Pigai Sebut Indonesia Masih Aman Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Energi Juang News, Jakarta- Menteri Hak Asasi Manusia (MenHAM) Natalius Pigai menilai situasi keamanan di Indonesia masih terjaga. Penilaian itu ia sampaikan berdasarkan pengalamannya beraktivitas sehari-hari tanpa pengawalan khusus.

Pernyataan tersebut disampaikan Pigai saat menghadiri acara Kelas Jurnalis HAM di Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/5). Ia mengatakan dirinya kerap bepergian sendiri menggunakan sepeda motor dan tidak pernah mengalami gangguan.

Pigai Klaim Kondisi Indonesia Masih Kondusif

Pigai menyebut masyarakat tetap bebas menyampaikan kritik. Namun, menurut dia, kondisi keamanan di Indonesia masih lebih baik dibanding sejumlah negara lain.

“Ya kita lihat saja, kita boleh kritik, tapi Indonesia ini aman. Saya saja biasa jalan pakai sandal, naik motor sendiri, tidak pernah ada yang ganggu,” ujar Pigai.

Ia juga menyinggung aktivitas Presiden Prabowo Subianto yang disebut bisa berinteraksi langsung dengan warga tanpa hambatan berarti.

“Pak Prabowo keluar dari mobil dan menyapa masyarakat, tidak ada yang mengganggu. Indonesia ini termasuk negara yang paling aman dibanding negara lain,” katanya.

Indeks HAM 2024 Jadi Acuan

Pigai menilai situasi tersebut sejalan dengan hasil Indeks HAM Indonesia 2024. Dalam data yang dipaparkan, indikator jaminan hak atas kebebasan dan keamanan pribadi memperoleh skor 83,62.

Nilai itu menjadi yang tertinggi ketiga dalam laporan tersebut. Sementara itu, jaminan hak berserikat mencatat skor 93,33 dan hak atas kebebasan berpikir, beragama, serta berkeyakinan mendapat skor 88,51.

Menurut Pigai, tingginya nilai pada indikator keamanan pribadi mencerminkan kondisi yang dirasakan masyarakat saat ini.

“Oleh karena itulah nilainya tinggi, karena memang sesuai dengan kondisi yang ada,” ucapnya.

Redaksi Energi Juang News

Jadwal F1 GP Kanada 2026: Sprint dan Race Live 23-25 Mei

Jadwal F1 GP Kanada 2026: Sprint dan Race Live 23-25 Mei

Energi Juang News, Kanada- Akhir pekan balap Formula 1 kembali bergulir di Montreal, Kanada. Seri kelima musim 2026 ini menghadirkan format Sprint yang untuk pertama kalinya diterapkan di Sirkuit Gilles Villeneuve.

Balapan berlangsung mulai 22 hingga 25 Mei 2026 dan dapat disaksikan melalui layanan streaming berbayar Vidio. Persaingan papan atas klasemen juga diperkirakan semakin ketat setelah dominasi Mercedes dalam beberapa seri awal musim ini.

Mercedes Masih Kuasai Persaingan

Andrea Kimi Antonelli masih memimpin klasemen pembalap F1 2026 dengan koleksi 100 poin. Pembalap Mercedes itu unggul atas rekan setimnya, George Russell, yang mengumpulkan 80 poin.

Charles Leclerc dari Ferrari menempati posisi ketiga dengan 59 poin. Sementara juara dunia bertahan Lando Norris masih berada di peringkat keempat setelah meraih 51 poin bersama McLaren.

Dominasi Mercedes juga terlihat di klasemen konstruktor. Tim asal Jerman itu mengoleksi 180 poin dan unggul cukup jauh dari Ferrari yang berada di posisi kedua dengan 110 poin. McLaren menyusul di urutan ketiga lewat raihan 94 poin.

Sprint Race Perdana di Montreal

F1 GP Kanada musim ini menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya menggunakan format Sprint Race di Montreal. Tambahan sesi Sprint membuat perebutan poin dimulai lebih awal sejak Sabtu waktu setempat.

George Russell tampil impresif pada sesi kualifikasi Sprint, Sabtu (23/5/2026) dini hari WIB. Ia berhasil mengamankan pole position setelah mengungguli Antonelli.

Russell akan memulai Sprint Race dari posisi terdepan, sedangkan Antonelli berada tepat di belakangnya. Peluang meraih poin tambahan juga terbuka bagi Lando Norris yang start dari posisi ketiga.

Oscar Piastri melengkapi empat besar grid Sprint Race untuk McLaren.

Jadwal Lengkap F1 GP Kanada 2026

Berikut jadwal lengkap F1 GP Kanada 2026 di Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal:

Jumat, 22 Mei 2026

  • Latihan Bebas: 23.00-00.00 WIB

Sabtu, 23 Mei 2026

  • Kualifikasi Sprint: 03.30-04.14 WIB
  • Sprint Race: 22.00-23.00 WIB

Minggu, 24 Mei 2026

  • Kualifikasi Main Race: 03.00-04.00 WIB

Senin, 25 Mei 2026

  • Main Race: 01.00 WIB

Seluruh rangkaian balapan F1 GP Kanada 2026 dapat ditonton melalui platform streaming Vidio.

Redaksi Energi Juang News

F.Psi. UNTAR dan DPP GPP Hadirkan Dukungan Psikologis bagi Masyarakat di Sumatera Utara

F.Psi. UNTAR dan DPP GPP Hadirkan Dukungan Psikologis bagi Masyarakat di Sumatera UtaraF.Psi. UNTAR dan DPP GPP Hadirkan Dukungan Psikologis bagi Masyarakat di Sumatera Utara

Energi Juang News, Sumut- Ada saat ketika manusia belajar kembali dari hal paling sederhana: menarik napas, menenangkan tubuh, lalu menyadari bahwa hidup masih dapat disusun pelan-pelan. Banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara meninggalkan perubahan besar pada ruang hidup masyarakat. Jalan, rumah, pekerjaan, sekolah, dan kebiasaan sehari-hari bergeser dalam waktu singkat.

Di balik perubahan itu, banyak hati memerlukan ruang aman untuk kembali percaya bahwa hari esok masih mungkin ditata.

Berangkat dari panggilan kemanusiaan tersebut, Magister Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara bersama DPP Gerakan Pembumian Pancasila menghadirkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini: Bantuan Awal Psikologis dalam Usaha Peningkatan Rasa Berdaya dan Keyakinan Diri.” Kegiatan ini menyapa masyarakat di wilayah Adiankoting, Parmonangan, Sitahuis, Pahae Jae, Purbatua, dan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Sekitar 200 insan terlibat dalam kegiatan ini, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, lansia, relawan, kader, keluarga terdampak, hingga pendamping lokal. Mereka hadir dengan pengalaman yang beragam. Ada anak yang membutuhkan rasa aman, ada orang tua yang memerlukan kekuatan untuk menjaga keluarga, ada relawan yang perlu memahami cara mendampingi dengan hati yang jernih, dan ada lansia yang membutuhkan ruang bicara yang tenang serta penuh hormat.

Program ini menghadirkan dukungan psikologis berbasis PFA dan P3LP sebagai jalan untuk membantu masyarakat menemukan kembali pijakan. Dalam masa pemulihan, dukungan psikologis menjadi ruang untuk bernapas, mendengar, menguatkan, dan menghubungkan manusia dengan sesamanya. Seperti ajaran hidup yang menekankan kesadaran dan belas kasih, pemulihan dimulai ketika seseorang merasa diterima apa adanya, didengar dengan tulus, lalu dipandu untuk mengambil langkah kecil yang sanggup ia jalani.

Melalui prinsip Look, Listen, dan Link, masyarakat diajak memahami langkah dasar dalam mendampingi sesama. Look berarti melihat keadaan dengan jernih: siapa yang perlu rasa aman, siapa yang memerlukan bantuan dasar, dan siapa yang perlu perhatian lebih. Listen berarti mendengarkan dengan hati yang tenang, memberi tempat bagi perasaan, dan membiarkan masyarakat berbicara sesuai kesiapannya. Link berarti menghubungkan masyarakat dengan keluarga, relawan, posko, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, atau sumber dukungan lain yang tersedia di lingkungan sekitar.

Kegiatan ini turut dibantu oleh relawan penerjemah yang fasih berbahasa daerah setempat. Penggunaan bahasa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di tiap lokasi, termasuk Bahasa Batak Toba maupun Batak Karo. Bahasa daerah menghadirkan kehangatan yang dekat dengan batin masyarakat. Pesan tentang rasa aman, napas yang tenang, dukungan keluarga, dan harapan menjadi lebih mudah diterima ketika disampaikan melalui bahasa yang hidup dalam keseharian mereka.

Di setiap wilayah, kegiatan dirancang mengikuti kebutuhan masyarakat. Anak-anak diajak mengenali rasa aman melalui aktivitas ekspresif, permainan tenang, latihan napas, dan pendampingan yang lembut. Remaja dan orang dewasa diajak memahami reaksi wajar setelah pengalaman krisis, seperti cemas, sulit tidur, mudah terkejut, sedih, atau merasa kehilangan kendali. Lansia memperoleh ruang pendampingan yang lebih perlahan, dengan komunikasi yang santun, lembut, dan penuh penghargaan.

Salah satu latihan yang diberikan adalah grounding breathing, yaitu latihan napas perlahan untuk membantu tubuh kembali stabil. Masyarakat juga mempraktikkan orientasi realitas, seperti menyebut nama, tempat berada, orang yang bersama mereka, serta kalimat peneguhan bahwa saat ini mereka berada di ruang yang aman. Latihan sederhana ini membantu pikiran kembali hadir pada saat sekarang, seperti jangkar kecil yang menjaga tubuh dan batin tetap berpijak.

Masyarakat juga diajak menyusun if-then plan, rencana kecil yang memberi pegangan saat tekanan muncul. Misalnya, “Jika saya mulai panik, maka saya akan menarik napas perlahan dan mencari orang yang saya percaya.” Kalimat seperti ini membantu seseorang memiliki arah ketika batin terasa goyah. Dalam situasi krisis, rencana kecil dapat menjadi lentera yang membantu seseorang melangkah dari cemas menuju tenang.

Komunikasi empatik menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Masyarakat belajar memakai kalimat yang menguatkan, seperti “Saya mendengar yang Bapak/Ibu rasakan,” atau “Kita pelan-pelan melihat bantuan yang dibutuhkan.” Kehadiran yang tenang sering menjadi bentuk pertolongan yang sangat besar. Seseorang yang sedang rapuh kerap membutuhkan mata yang ramah, suara yang lembut, dan hati yang bersedia menemani.
“Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” menjadi pengingat bahwa pengalaman yang berat dapat diolah bersama dengan rasa aman, dukungan, dan keyakinan diri. Pemulihan dimulai dari langkah kecil: napas yang lebih teratur, telinga yang bersedia mendengar, tangan yang saling menolong, serta komunitas yang kembali percaya bahwa hidup dapat ditata lagi secara bertahap.

Doa dan harapan terbesar dari kegiatan ini adalah agar masyarakat terdampak memperoleh ruang pemulihan yang berlapis, berkelanjutan, dan penuh martabat. Respons ideal pada masa pemulihan bergerak dari skrining awal, pendampingan komunitas, dukungan anak dan sekolah, pendampingan dukacita, informasi layanan, penguatan kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan umum, hingga rujukan klinis bagi kasus berat atau menetap. Dengan alur dukungan yang saling terhubung, masyarakat memiliki kesempatan untuk kembali merasa aman, didengar, dan berdaya.

Pemulihan psikologis masyarakat menjadi panggilan bersama. Pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, sarjana psikologi, lulusan bimbingan dan konseling, HIMPSI, relawan, serta komunitas lokal perlu bahu-membahu menghadirkan kepekaan dan aksi nyata. Ada masa ketika seseorang memerlukan tangan lain untuk membantunya berdiri kembali. Saat perasaan sedih, putus asa, atau tekanan batin terasa semakin berat, mencari pertolongan kepada psikolog profesional, konselor, tenaga kesehatan, atau orang yang dipercaya adalah langkah penuh keberanian. Pemulihan sering dimulai dari satu kalimat sederhana: “Saya membutuhkan bantuan.”

Dalam semangat kemerdekaan hari ini, revolusi mental menemukan maknanya ketika ilmu, hati, dan tindakan hadir bagi masyarakat yang membutuhkan. Kepekaan dan aksi adalah kunci agar harapan dapat tumbuh kembali di tengah kehidupan yang sedang dibangun ulang.

Keterangan Foto:
Dokumentasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” yang diselenggarakan oleh Magister Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara bersama DPP Gerakan Pembumian Pancasila di wilayah Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Dosen Magister & Dekan Fakultas Psikologi UNTAR:
Dr. P. Tommy Y. S. Suyasa, S.Psi., Psikolog
Mahasiswa Magister Psikologi UNTAR:
Angelo Basario Marhaenis

Redaksi Energi Juang News

Kebijakan Ekonomi Pemerintah Berpengaruh terhadap IHSG, Mitigasi Harus Disiapkan Matang

Kebijakan Ekonomi Pemerintah Berpengaruh terhadap IHSG, Mitigasi Harus Disiapkan Matang

Jakarta, Energi Juang News- Konsultan dan Perencana Keuangan Elvi Diana merespons anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai dibentuknya PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Menurut Elvi, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap stabilitas pasar modal Indonesia.

Sebagaimana diketahui, IHSG pada penutupan perdagangan Rabu (20/5) melemah 0,82 persen ke level 6.318,50. Bahkan pada pukul 11.19 WIB, saat pidato Presiden Prabowo Subianto terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam pertama kali disampaikan, indeks saham sempat terjun lebih dari 2 persen.

Selanjutnya pada Kamis (21/5/2026), IHSG kembali ditutup melemah tajam di level 6.094 atau turun 233 poin (3,54 persen). Lalu pada pembukaan perdagangan Jumat (22/5), IHSG kembali dibuka turun pada posisi 6.043,60 atau melemah 0,84 persen.

“Pergerakan IHSG dalam dua hari terakhir memperlihatkan bahwa pasar sangat sensitif terhadap kebijakan ekonomi pemerintah, terutama kebijakan yang menyangkut tata kelola sumber daya alam dan arsitektur baru pengelolaan ekspor nasional,” ujar Elvi dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Menurut Elvi, pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai badan yang mengelola ekspor komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, hingga fero alloy, memunculkan berbagai respons dari pelaku pasar. Investor, kata dia, cenderung menunggu kepastian mengenai mekanisme bisnis, transparansi tata kelola, hingga dampaknya terhadap iklim investasi dan persaingan usaha.

“Elastisitas pasar modal terhadap kebijakan negara memang sangat tinggi. Dalam teori behavioral finance, pasar tidak hanya bereaksi terhadap data ekonomi aktual, tetapi juga terhadap persepsi, ekspektasi, dan ketidakpastian kebijakan,” jelasnya.

Elvi menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah mitigasi yang memadai setiap kali meluncurkan kebijakan ekonomi strategis, agar gejolak di pasar modal dapat diminimalisasi. Ia menegaskan, komunikasi publik yang jelas dan konsisten menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor.

“Pemerintah harus memastikan bahwa setiap kebijakan baru memiliki roadmap yang transparan, penjelasan yang komprehensif, serta jaminan kepastian hukum. Tanpa itu, pasar akan mudah bereaksi negatif karena investor membaca adanya risiko tambahan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa stabilitas IHSG bukan hanya berkaitan dengan perdagangan saham semata, tetapi turut memengaruhi kepercayaan dunia usaha, arus investasi, hingga kondisi ekonomi nasional secara umum.

Mengacu pada teori ekspektasi rasional dalam ekonomi, Elvi menjelaskan bahwa pelaku pasar akan selalu mencoba memprediksi dampak kebijakan pemerintah terhadap keuntungan dan risiko di masa depan. Karena itu, menurut dia, setiap kebijakan ekonomi besar harus disertai strategi komunikasi dan mitigasi pasar yang kuat.

“Pemerintah perlu membangun kepercayaan pasar melalui transparansi dan konsistensi kebijakan. Ketika pasar merasa ada kepastian dan arah yang jelas, volatilitas bisa ditekan,” tuturnya.

Elvi berharap pemerintah bersama otoritas pasar modal dan lembaga keuangan dapat memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas pasar di tengah berbagai kebijakan strategis nasional.
“Tujuan pembangunan ekonomi tentu baik, tetapi stabilitas pasar juga harus dijaga. Investor membutuhkan kepastian, sedangkan pasar membutuhkan kepercayaan,” pungkasnya.

 

Redaksi Energi Juang News

Bali United Menang Tipis atas Dewa United

Bali United Menang Tipis atas Dewa United

Energi Juang News, Bali- Bali United menutup musim Super League 2025-2026 dengan kemenangan penting saat menghadapi Dewa United. Laga pekan ke-34 di Banten International Stadium, Jumat (22/5/2026) malam WIB, berakhir dengan skor 1-0 untuk tim tamu.

Gol tunggal dalam pertandingan tersebut dicetak Kadek Agung pada babak pertama. Hasil ini membawa Bali United finis di posisi ketujuh klasemen dengan koleksi 51 poin.

Kadek Agung Pecah Kebuntuan

Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Dewa United tampil agresif dan langsung mengambil inisiatif serangan melalui Alex Martins.

Penyerang andalan tuan rumah itu sempat mendapat peluang emas lewat sundulan keras. Namun, kiper Bali United Mike Hauptmeijer berhasil menggagalkan peluang tersebut dengan penyelamatan di garis gawang.

Meski lebih sering menguasai bola, Dewa United gagal memanfaatkan peluang. Bali United justru mampu tampil efektif ketika mendapat kesempatan menyerang.

Gol penentu lahir pada menit ke-40. Bermula dari sepak pojok Teppei Yachida, bola mengarah ke tiang jauh dan menciptakan kemelut di depan gawang.

Sonny Stevens gagal mengantisipasi situasi tersebut dengan sempurna. Kadek Agung kemudian menyambar bola dengan sundulan untuk membawa Bali United unggul 1-0 hingga turun minum.

Dewa United Dominan, Bali United Lebih Efektif

Memasuki babak kedua, pelatih Jean Olde Riekerink meningkatkan intensitas serangan Dewa United. Ricky Kambuaya dan rekan-rekannya terus mencoba membongkar pertahanan rapat Bali United.

Secara statistik, Dewa United unggul penguasaan bola dengan 53 persen berbanding 47 persen. Tuan rumah juga mencatatkan 15 tembakan, meski hanya tiga yang mengarah tepat ke gawang.

Sementara itu, Bali United tampil lebih efisien. Tim asuhan Jan Jansen beberapa kali mengandalkan serangan balik cepat untuk mengancam pertahanan lawan.

Teppei Yachida nyaris menggandakan keunggulan lewat tembakan cungkil. Namun, bola masih membentur mistar gawang.

VAR Batalkan Klaim Penalti

Pada menit-menit akhir, Dewa United sempat mendapat harapan setelah terjadi insiden di kotak penalti Bali United.

Umpan silang Egy Maulana Vikri mengarah kepada Stefano Lilipaly yang terlihat terjatuh usai berduel dengan pemain lawan. Wasit kemudian meninjau insiden tersebut melalui Video Assistant Referee (VAR).

Setelah pengecekan selesai, wasit memutuskan tidak terjadi pelanggaran. Keputusan itu membuat skor 1-0 untuk Bali United tetap bertahan hingga pertandingan usai.

Kemenangan ini memastikan Bali United mengakhiri musim di peringkat ketujuh Super League 2025-2026. Sementara Dewa United menutup kompetisi dengan hasil kurang memuaskan di kandang sendiri.

Redaksi Energi Juang News

 

Jazz Fusion Indonesia: Dari Green Pub hingga Krakatau

Krakatau
Krakatau

Energi Juang News,Jakarta- Jakarta di awal dekade 1980-an anak muda berdasi kampus, pekerja kantoran, sampai penghuni kafe malam perlahan mulai akrab dengan denting piano elektrik, improvisasi saxophone, dan permainan bass yang tidak biasa.

Masa itu memang unik kota-kota besar berkembang cepat menjadi pusat hiburan dan gaya hidup baru. Di tengah suasana tersebut, lahirlah ruang-ruang kecil yang kelak menjadi tempat penting bagi perjalanan musik modern nasional.

Salah satunya adalah Green Pub yang berdiri tahun 1978 di gedung Djakarta Theatre, pusat Jakarta. Tempat ini bukan sekadar kafe. Ia seperti laboratorium musikal tempat para pemain terbaik berkumpul setiap malam. Grup Gold Guys menjadi daya tarik utama dengan personel seperti Chandra Casmala, Djoko Waluyo Haryono, Dicky Prawoto, Toto, hingga Embong Rahardjo dan Udin Zach yang memainkan saxophone secara bergantian. Suasana makin lengkap dengan vokal khas Jackie Bahasoean yang datang dari Surabaya.

Tak jauh dari sana, Captain’s Bar di Hotel Jakarta Mandarin ikut menjadi markas penting bagi penikmat musik progresif perkotaan. Di sana tampil Jopie Item & His Friends dengan formasi yang dihuni Christ Kayhatu, Yance Manusama, Rully Bahri, dan Utha Likumahuwa. Kalau Green Pub terasa seperti ruang eksplorasi, Captain’s Bar ibarat panggung elegan tempat musik urban menemukan kelasnya.

Menariknya, geliat ini tidak hanya hidup di hotel atau klub malam. Kampus juga mulai ikut panas. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menjadi salah satu pusat kreativitas yang melahirkan banyak nama penting. Dari lingkungan inilah muncul Chaseiro bersama Chandra Darusman, Helmie Indrakesuma, Irwan Indrakesuma, Rizali Indrakesuma, Edi Hudioro, Omen, dan Aswin Sastrowardoyo.

Meski rekamannya lebih dekat ke pop, aroma improvisasi dan harmoni modern yang mereka bawa membuat warna musik mereka berbeda dibanding tren pop saat itu. Ditambah lagi, mereka sering mendapat dukungan musisi muda dari lingkungan SMA 70 Bulungan seperti drummer Uce Haryono dan pemain klarinet Rezky Ratulangi Ichwan.

Lalu muncullah sosok yang benar-benar mengubah arah selera anak muda Indonesia: Fariz RM. Ketika album Sakura dirilis pada 1978, publik sebenarnya belum benar-benar siap. Musiknya terlalu modern untuk ukuran zamannya. Ada unsur jazz rock, pop progresif, latin, hingga nuansa elektronik yang saat itu masih terdengar asing di telinga kebanyakan orang Indonesia. Namun justru di situlah letak kekuatannya.

Fariz RM membuat musik menjadi terdengar “cerdas” tanpa kehilangan sisi populer. Anak muda mulai melihat bahwa musik tidak harus selalu sederhana. Keyboard analog, synthesizer, progresi akor rumit, hingga nuansa fusion mulai menjadi tren baru. Dari sini muncul generasi yang terpengaruh kuat oleh gaya Fariz, termasuk Addie MS dan Raidy Noor.

Di era itu pula muncul nama-nama penyanyi yang membuat suasana lounge dan kafe Jakarta semakin hidup. Ada Helmi Pesolima, Henry Manuputty, Ermy Kullit, Grace Simon, Noor Bersaudara, hingga Vicky Vendi. Mereka membawa nuansa jazz-pop yang terasa glamor, modern, sekaligus sangat kota besar.

Namun kalau harus memilih satu grup yang benar-benar mengguncang skena musik modern Indonesia pertengahan 80-an, jawabannya jelas: Krakatau. Ketika tampil di TVRI, banyak orang seperti tersentak. Musik mereka terdengar berbeda dari apa pun yang ada saat itu.

Rumit, progresif, tapi tetap enak dinikmati. Formasi awalnya diisi Pra B. Dharma, Dwiki Dharmawan, Donny Suhendra, dan Budhy Haryono. Belakangan masuk Gilang Ramadhan menggantikan Budhy, lalu Indra Lesmana memperkuat formasi.

Masuknya Indra dan Gilang membuat level musikalitas Krakatau melonjak drastis. Saat itu reputasi keduanya memang sedang tinggi setelah pulang dari luar negeri. Mereka membawa pengaruh jazz fusion internasional yang kemudian diolah menjadi suara khas Indonesia..

Album perdana mereka tahun 1987 meledak lewat lagu “Gemilang”. Uniknya, lagu itu bukan track utama. Justru lagu keempat itulah yang akhirnya menjadi anthem generasi muda urban kala itu. Album tersebut terjual sekitar 800 ribu kaset, angka fantastis untuk musik yang sebenarnya cukup kompleks.

Album kedua tahun 1988 semakin memperkuat posisi mereka lewat “La Samba Primadonna”, “Sayap-Sayap Beku”, hingga “Tiada Abadi”. Mereka sukses membuat musik fusion terasa populer tanpa kehilangan kualitas musikal.

Fenomena Krakatau juga membuka jalan bagi grup lain seperti Karimata, Bhaskara Band, Funk Section, Nebula, hingga Exit yang memperkenalkan gitaris muda berbakat Dewa Budjana.

Yang menarik, era tersebut mulai membuat dunia internasional melirik Indonesia. Karimata dan Bhaskara tampil di North Sea Jazz Festival di Belanda. Setelah itu, grup-grup Indonesia rutin tampil di festival jazz terbesar dunia tersebut. Ini menjadi penanda bahwa kualitas musisi Indonesia ternyata mampu bersaing secara global.

Memasuki 1990-an, warna musik semakin melebur. Fusion bercampur pop, rock, etnik, hingga elektronik. Muncul nama-nama seperti SimakDialog, Dewa Budjana, Balawan, Bali Lounge, Andien, Tompi, Syaharani, hingga Maliq & D’Essentials.

Meski tidak lagi menjadi musik arus utama, pengaruh fusion tetap terasa sampai hari ini. Banyak musisi pop modern Indonesia diam-diam masih memakai pola harmoni, improvisasi, dan pendekatan musikal yang lahir dari era eksplosif 80-an tersebut.

Festival seperti Java Jazz Festival, JakJazz, dan Bali Jazz Festival ikut menjaga napas itu tetap hidup. Nama Peter F. Gontha juga punya peran besar dalam memperluas ekosistem jazz modern Indonesia melalui JAMZ dan Java Jazz.

Kini, komunitas seperti Himpunan Penggemar Jazz Fusion Indonesia (HPJFI) menjadi bukti bahwa genre ini belum benar-benar padam. Ia mungkin tidak mendominasi radio seperti dulu, tetapi terus hidup di kepala para penikmat musik yang percaya bahwa eksplorasi musikal tidak pernah punya batas.

Redaksi energi Juang News

Ratu Sofya Disomasi, Ibunda Bantah Ada Paksaan

Ratu Sofya Disomasi, Ibunda Bantah Ada Paksaan

Energi Juang News, Jakarta- Polemik yang melibatkan aktris muda Ratu Sofya dan rumah produksi HAS Pictures terus menjadi sorotan publik. Perseteruan muncul setelah sang aktris menolak terlibat dalam promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan dan mengungkap ketidaknyamanannya saat menjalani beberapa adegan dalam film tersebut.

Pihak keluarga kini angkat bicara untuk meluruskan berbagai tudingan yang berkembang di media sosial, termasuk soal dugaan paksaan dari orang tua demi keuntungan finansial.

Ibunda Jelaskan Awal Persetujuan Film

Ibunda Ratu Sofya, Intan Masthura, membantah keras tudingan bahwa putrinya dipaksa mengambil proyek film demi memenuhi kebutuhan keluarga. Ia menegaskan keputusan menerima film dilakukan setelah ada penjelasan detail dari pihak produksi.

Menurut Intan, suaminya sempat menolak tawaran film tersebut usai membaca sinopsis karena terdapat adegan intim. Namun, pihak produksi kemudian menjelaskan bahwa adegan tertentu akan menggunakan body double.

“Awalnya papanya memang tidak setuju. Tapi setelah dijelaskan kalau hanya gambaran cerita dan ada body double, akhirnya dipertimbangkan lagi,” ujar Intan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).

Ia mengatakan pihak rumah produksi juga telah memaparkan konsep film secara terbuka saat konferensi pers sebelum proses syuting dimulai. Setelah mendapat penjelasan itu, keluarga akhirnya memberikan izin.

Selain faktor teknis, keluarga juga menilai cerita film memiliki pesan moral yang baik. Hal tersebut menjadi salah satu alasan Ratu Sofya tetap mengambil proyek tersebut.

Intan juga mengaku memiliki dokumentasi selama proses konferensi pers hingga syuting berlangsung. Ia menyebut bukti tersebut menunjukkan tidak ada unsur pemaksaan terhadap putrinya.

HAS Pictures Klaim Sudah Transparan

Perwakilan HAS Pictures, Reza Aditya, mengatakan tim produksi sejak awal sudah berhati-hati membahas adegan intim dalam film tersebut.

Ia menyebut proses komunikasi dilakukan sejak tahap casting. Bahkan, menurut Reza, Ratu Sofya disebut sangat ingin terlibat dalam proyek itu dan berjanji akan meyakinkan keluarganya.

“Casting director justru menyampaikan kalau dia sangat ingin bermain di film ini dan akan meyakinkan orang tuanya,” kata Reza.

Co-Produser HAS Pictures, Putri, juga membantah adanya adegan vulgar dalam film. Ia menegaskan tidak ada adegan ciuman maupun adegan tanpa busana selama proses syuting.

Menurut Putri, proses reading, pengambilan gambar, hingga sesi photoshoot berjalan tanpa kendala. Permasalahan baru muncul ketika memasuki tahap promosi film.

Polemik Muncul Setelah Podcast Viral

Pihak produksi mengaku terkejut setelah muncul potongan podcast yang viral di media sosial. Dalam podcast tersebut, Ratu Sofya mengaku menjalani adegan dewasa demi memenuhi kebutuhan keluarga.

“Gue harus main film yang ada adegan nggak pantasnya demi keluarga gue bisa dapat duit ratusan juta,” ujar Ratu Sofya dalam podcast tersebut.

Ia juga menyebut selama ini hasil pekerjaannya digunakan untuk membantu kebutuhan keluarga inti maupun keluarga besar, termasuk biaya pendidikan dan pengobatan.

Setelah podcast viral, pihak HAS Pictures mengklaim Ratu Sofya mulai menolak keterlibatan promosi film di media sosial. Beberapa unggahan promosi disebut tidak mendapat persetujuan dari sang aktris.

Reza Aditya mengaku pernyataan Ratu Sofya dalam podcast terasa bertolak belakang dengan sikapnya selama proses produksi film berlangsung.

Redaksi Energi Juang News

Listrik Padam di Sumatra, PLN Ungkap Gangguan Transmisi

Listrik Padam di Sumatra, PLN Ungkap Gangguan Transmisi

Energi Juang News, Sumatra- Gangguan kelistrikan terjadi di sejumlah wilayah Sumatra pada Jumat (22/5/2026) malam. Kondisi tersebut sempat membuat aktivitas masyarakat terganggu di beberapa daerah sejak petang hingga malam hari.

PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Perusahaan menyebut gangguan berasal dari jaringan transmisi di wilayah Jambi akibat cuaca buruk.

PLN Sebut Gangguan Terjadi di Jaringan 275 kV

Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan gangguan terjadi pada transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Jambi.

Menurut Gregorius, hasil penelusuran menunjukkan cuaca buruk menjadi penyebab terganggunya sistem transmisi tersebut.

“PT PLN (Persero) memohon maaf atas gangguan kelistrikan yang terjadi di sebagian wilayah Sumatra pada Jumat (22/5),” kata Gregorius dalam keterangan resmi, Jumat (22/5/2026).

Ia menambahkan, tim PLN telah menangani gangguan tersebut dan saat ini terus mempercepat proses pemulihan pasokan listrik secara bertahap.

Pemulihan Listrik Dilakukan Bertahap

PLN memastikan proses pemulihan dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan sistem kelistrikan. Perusahaan juga meminta masyarakat memantau perkembangan terbaru melalui aplikasi PLN Mobile maupun kanal resmi PLN lainnya.

Sejumlah wilayah dilaporkan terdampak pemadaman listrik, di antaranya Jambi, Sumatra Barat, Sumatra Utara, hingga Aceh.

Berdasarkan keterangan warga di Jambi dan Sumatra Barat, listrik mulai padam sekitar pukul 18.30 WIB. Namun, sebagian wilayah di Jambi dan Sumatra Barat mulai kembali mendapatkan pasokan listrik sekitar pukul 21.30 WIB.

Redaksi Energi Juang News