Senin, Mei 25, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 3

Gus Falah: Revisi UU Polri, DPR Akan Kaji 32 Putusan MK

Jakarta, Energi Juang News- Anggota Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menyatakan, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) RI dalam 32 perkara proses uji materi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI (Polri) sejak MK lahir sampai sekarang, akan dikaji Komisi III DPR RI. Pengkajian itu merupakan bagian dari pembahasan revisi UU Polri.

Politisi yang akrab disapa Gus Falah itu mengatakan, putusan MK dalam puluhan perkara itu akan menjadi bahan kajian DPR selain hasil kesimpulan Komisi Percepatan Reformasi Polri, kesimpulan dan rekomendasi rapat Komisi III DPR dengan Polri sebagai mitra, serta berbagai masukan publik.

“Putusan Mahkamah Konstitusi RI yang dalam temuan kami ada dalam 32 perkara proses uji materi UU Polri semenjak MK lahir sampai sekarang, akan menjadi kajian Komisi III DPR RI, karena kita akan merumuskan beberapa norma dalam revisi UU Polri guna menghasilkan UU yang adaptif dan modern untuk menjawab tantangan zaman,” ujar Gus Falah, Jumat (22/5/2026).

Dengan begitu, sambung Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR itu, dalam menjalankan tugas menjaga ketertiban dan keamanan, Polri dapat bekerja secara profesional sesuai tujuan negara.

Pengawasan, kewenangan dan tanggung jawab Polri pun akan dikaji berdasarkan pertimbangan dalam 32 putusan perkara pengujian UU Polri di MK tersebut.

“Karena dalam 32 putusan perkara pengujian UU Polri di MK itu terdapat ratio legis hakim MK berupa teori, praktik dan perbandingan tugas kepolisian di negara lain, itu akan disandingkan dengan pendapat pemerintah dalam proses pembahasan di DPR,” ungkap Gus Falah.

 

Redaksi Energi Juang News

Sopir di Kelapa Gading Diduga Perkosa Dua ART

Sopir di Kelapa Gading Diduga Perkosa Dua ART

Energi Juang News, Jakarta- Kasus kekerasan seksual kembali terjadi di wilayah Jakarta Utara. Polisi menangkap seorang sopir yang diduga melakukan tindak pidana tersebut terhadap dua asisten rumah tangga (ART) di sebuah rumah di Kelapa Gading.

Peristiwa itu disebut terjadi ketika pemilik rumah sedang tidak berada di lokasi. Saat ini, aparat masih mendalami keterangan pelaku dan korban.

Polisi Tangkap Pelaku di Jakarta Utara

Kasat PPA-PPO Polres Metro Jakarta Utara, Ni Luh Sri Arsini, mengatakan pelaku baru bekerja beberapa hari sebelum kejadian berlangsung.

“Aksi itu terjadi saat majikan tidak berada di rumah,” ujar Sri, Jumat (22/5/2026).

Petugas Satuan PPA dan PPO Polres Metro Jakarta Utara menangkap pelaku pada Kamis (21/5) malam. Setelah diamankan, pelaku langsung menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Metro Jakarta Utara.

Polisi Dalami Pengakuan Sopir

Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengaku hanya menyetubuhi satu korban. Namun, polisi masih mendalami dugaan adanya korban lain dalam kasus tersebut.

Menurut Sri, salah satu korban masih berusia muda. Pelaku diduga melakukan aksinya karena tertarik kepada korban setiap kali melihatnya.

Polisi juga masih menunggu hasil visum untuk melengkapi proses penyelidikan dan penyidikan.

“Kami masih proses penyelidikan dan penyidikan kasus ini,” kata Sri.

Redaksi Energi Juang News

Lo Kheng Hong Borong Saham SIMP Saat Harga Anjlok

Lo Kheng Hong Borong Saham SIMP Saat Harga Anjlok

Energi Juang News, Jakarta- Pasar saham domestik masih bergerak fluktuatif sepanjang Mei 2026. Di tengah tekanan yang membuat banyak harga saham melemah, sejumlah investor besar justru memanfaatkan kondisi tersebut untuk menambah portofolio.

Salah satu aksi yang menyita perhatian datang dari investor senior Lo Kheng Hong. Ia tercatat mulai mengoleksi saham emiten perkebunan milik Grup Salim, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), dalam jumlah besar.

Lo Kheng Hong Kantongi 5,12 Persen Saham SIMP

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Kamis, 21 Mei 2026, Lo Kheng Hong membeli 793,64 juta saham SIMP. Dengan transaksi tersebut, kepemilikannya di SIMP naik dari sebelumnya nihil menjadi 5,12 persen.

Langkah Lo Kheng Hong masuk ke saham SIMP langsung menjadi sorotan pelaku pasar. Investor yang dikenal mengusung strategi value investing itu dinilai melihat peluang dari penurunan harga saham perusahaan.

SIMP sendiri merupakan emiten yang bergerak di sektor perkebunan dan minyak sawit di bawah Grup Salim.

Harga Saham SIMP Turun 38 Persen dalam Sebulan

Dalam sebulan terakhir, saham SIMP berada dalam tren penurunan. Pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026 pukul 10.00 WIB, harga saham SIMP tercatat di level Rp525 per saham.

Posisi tersebut turun 325 poin atau melemah 38,24 persen dibandingkan posisi sebulan sebelumnya.

Meski harga saham terkoreksi cukup dalam, minat investor terhadap SIMP justru meningkat. Hal itu terlihat dari bertambahnya jumlah pemegang saham perusahaan sepanjang April 2026.

Jumlah Investor SIMP Bertambah

Mengacu pada Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek April 2026 yang dirilis PT Raya Saham Registra, jumlah investor SIMP meningkat 2.308 pemegang saham.

Jumlah pemegang saham SIMP naik dari 17.429 investor menjadi 19.737 investor pada akhir April 2026. Peningkatan ini terjadi setelah saham SIMP ramai diperbincangkan di pasar, terutama usai nama Lo Kheng Hong tercatat masuk ke emiten tersebut.

Dalam struktur kepemilikan saham, Indofood Agri Resources Ltd masih menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 11,38 miliar saham atau setara 73,46 persen.

Sementara itu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk menggenggam 1,03 miliar saham atau sekitar 6,68 persen.

Berikut rincian pemegang saham SIMP per April 2026:

  • Indofood Agri Resources Ltd: 11,38 miliar saham (73,46%)
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk: 1,03 miliar saham (6,68%)
  • Publik Non-Warkat: 2,82 miliar saham (18,22%)
  • Publik Warkat: 253,62 juta saham (1,63%)

Adapun pemegang saham individu lain tercatat memiliki porsi kecil, di antaranya Ferdi Gunawan dengan 750 ribu saham, Taufik Wiraatmadja sebanyak 120 ribu saham, dan Tan Agustinus Dermawan dengan 50 ribu saham.

Redaksi Energi Juang News

Tangisan Misterius di Rumpun Bambu Tengah Malam

Hantu Bambu
Hantu Bambu

Energi Juang News,Bogor-Wawan,26, seorang penulis malam itu begadang menulis di malam sepi ketika suara benda jatuh dari pohon kelapa dan tangisan misterius terdengar dari rumpun bambu. Ketakutannya memuncak melihat bayangan hitam melesat cepat di kegelapan. dan, bisikan menyeramkan terdengar tepat di telinganya, meski tak ada siapa pun di sana pada malam itu sendiri.

Kala mood menulis ada Wawan memilih tempat yang sunyi, di mana pikiran bisa mengalir tanpa gangguan. Itulah sebabnya

Ia memilih tempat baru di sudut kecil di belakang rumah. Sebuah ruang terbuka yang dikelilingi pohon bambu, jati, kelapa, dan alpukat yang tumbuh liar seperti tak pernah dijamah waktu.

Di pagi hari, tempat didaerah Bogor itu seperti potongan surga yang jatuh ke bumi.  Namun, malam mengubah segalanya. Malam pertama Wawan mencoba menulis di sana, Wawan datang dengan penuh semangat. Setelah istri dan anakku tertidur, Wawan membawa laptop dan secangkir kopi hangat. Udara malam terasa sejuk, sedikit lembap, tapi masih nyaman. Suara jangkrik dan binatang malam lainnya menjadi teman yang tak mengganggu.

Wawan mulai menulis. Awalnya, semuanya biasa saja. Sesekali terdengar kendaraan melintas, meski semakin lama semakin jarang. Jalan raya perlahan sepi, seolah dunia di luar sana ikut terlelap. Hanya Wawan yang masih terjaga.

Lalu, sesuatu berubah. Wawan mendengar suara “duk” keras dari arah pohon kelapa. Seperti sesuatu jatuh dari ketinggian. Wawan menoleh cepat, mencoba menangkap bayangan di antara gelap, tapi tak ada apa-apa. Hanya daun-daun yang bergoyang pelan.

“Mungkin buah kelapa,” gumamku, mencoba menenangkan diri.

Wawan kembali menatap layar.

Beberapa menit berlalu, lalu terdengar suara lain. Pelan, nyaris seperti angin tapi bukan.

Suara itu adalah suara tangisan, datang dari semak-semak bambu.

Wawan membeku. Tangisan itu lirih, seperti seseorang menahan sakit. Kadang terdengar seperti anak kecil, kadang seperti perempuan dewasa. Tak jelas. Suaranya bergetar, naik turun, dan terlalu dekat.

Wawan menahan napas. Jantungnya mulai berdetak lebih cepat.

“Ini cuma perasaan,” kata Wawan dalam hati, meski tubuhnya mulai dingin.

Tapi suara itu tidak berhenti. Justru semakin jelas.Seperti melafalkan sesuatu mantra kejawen, seolah meminta wawan menulisnya.

Wawan berfikir apakah mungkin sosok itu ingin menyampaikan pesan untuknya yang berbeda alam, atau bentuk peringatan padanya untuk tak mengusik.

Wawan perlahan menoleh ke arah rumpun bambu. Gelap di sana terasa lebih pekat, seperti menelan cahaya. Angin tiba-tiba berhembus, membuat batang-batang bambu berderit saling bergesekan.

Lalu, sesuatu melesat sangat cepat. Seperti bayangan hitam yang terbang dari satu pohon ke pohon lain. Wawan hanya sempat melihat sekilas, tapi cukup untuk membuat seluruh tubuhnya kaku. Itu bukan burung. Terlalu besar. Tidak wajar.

Laptopnya masih menyala, tapi Wawan tak lagi peduli pada tulisan.

Tangisan itu tiba-tiba berhenti. Sunyi. Sunyi yang terlalu sunyi. Justru itu yang paling menWawantkan.

Wawan berdiri perlahan. Kakiku terasa berat, seperti ada yang menahan. Saat Wawan hendak melangkah pergi, terdengar suara di belakangku. Sangat dekat.

Suara itu berbisik tepat di telingWawan. Wawan tersentak dan menoleh cepat. Tidak ada siapa-siapa.

Tapi Wawan bisa merasakan sesuatu berdiri di sana. Sangat dekat. Terlalu dekat. Napasnya seperti menyentuh tengkukku. Dingin, basah, dan bukan milik manusia.

Tanpa berpikir panjang, Wawan meraih laptop dan berlari. Wawan tak menoleh lagi. Suara langkah kakiku di tanah terdengar seperti gema yang memantul di kepalWawan sendiri. Wawan masuk rumah, menutup pintu, dan menguncinya dengan tangan gemetar.

Malam itu, Wawan tidak berani kembali. Wawan pilih berbaring di samping istri dan anakku, mencoba memejamkan mata. Tapi sebelum Wawan benar-benar tertidur, Wawan mendengar sesuatu dari luar jendela kamar.

Ketukan pelan, “Tok… tok… tok…”

Lalu, suara yang sama, lebih lirih, lebih dekat.

“Akhhhhhhh…..”

Sejak malam itu, Wawan tak pernah lagi menulis di belakang rumah saat gelap. Karena Wawan tahu, tempat itu bukan milikku seorang. Tetapi, ada yang lain, dan ia tahu Wawan pernah mendengarnya.

Redaksi Energi Juang News

Kebakaran Pabrik Plastik Cengkareng Belum Padam

Kebakaran Pabrik Plastik Cengkareng Belum Padam

Energi Juang News, Jakarta- Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku menangani kebakaran di sebuah pabrik plastik di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Hingga Jumat (22/5/2026), proses penanganan sudah memasuki hari keempat sejak api pertama kali muncul pada Senin siang.

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menyebut operasi hari ini masih difokuskan pada tahap pendinginan. Petugas terus menyemprotkan air ke area yang sebelumnya terbakar untuk mencegah api kembali menyala.

Pendinginan Terkendala Luas Area

Kebakaran mulai terjadi pada Senin (18/5) sekitar pukul 14.31 WIB. Setelah api utama berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan sejak pukul 16.20 WIB di hari yang sama.

Petugas menyisir titik-titik bara api yang masih tersisa di dalam bangunan. Material plastik dan kardus di lokasi juga diurai karena mudah memicu kebakaran ulang.

Menurut petugas Command Center Gulkarmat Jakarta, proses pendinginan berlangsung cukup lama karena area yang terbakar sangat luas. Selain itu, banyak material mudah terbakar di dalam bangunan.

“Pendinginan hari ini masih operasi lanjutan,” ujar petugas Command Center Gulkarmat Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 1.000 meter persegi. Pada hari keempat penanganan, sebanyak empat unit mobil damkar dan 20 personel masih disiagakan di lokasi.

Robot Damkar Diterjunkan

Pabrik dan gudang plastik yang terbakar berada di Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, RT 06 RW 04, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Dalam proses penanganan, petugas sempat mengerahkan robot pemadam untuk membantu menyisir bagian dalam bangunan. Alat tersebut digunakan guna mengantisipasi potensi gas berbahaya serta risiko lain yang membahayakan personel.

Berdasarkan keterangan petugas, api pertama kali diketahui oleh karyawan yang sedang bekerja di area gudang penyimpanan kardus dan plastik. Saat itu, api disebut sudah dalam kondisi membesar.

Karyawan sempat mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sebelum akhirnya petugas keamanan menghubungi pemadam kebakaran.

Tiga Orang Terluka

Insiden kebakaran ini menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka. Korban terdiri dari dua petugas pemadam dan satu warga.

Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, petugas masih melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran.

Redaksi Energi Juang News

Kisah Klasik Tentang Lelaki Kesepian

tap oli
tap oli

Energi Juang News,Aceh- Kisah suami makan adik ipar sudah sering terjadi. Ini kisah klasik tentang lelaki kesepian ketika istri baru melahirkan. Sudah sebulan lebih tidak “ngetap olie”. Karena saking pusingnya, adik iparnya yang masih ABG, dipakai untuk penyaluran sentolop.  Hukuman cambuk pantat menanti.

Bukan saja di Jawa, di Aceh pun bisa terjadi. Padahal di negeri serambi Mekah ini soal perzinaan itu sensitip sekali. Bila di tempat lain hanya kena sanksi adat  atau pidana, di Aceh bisa dedel duel pantatnya gara-gara dicambuk 100 kal. Bayangkan, sekali cambuk saja pedesnya minta ampun kok harus diulang lagi sampai 99 kali.

Bendol, 40,  dari Aceh ini pusing sejak istrinya melahirkan 2 minggu lalu.Bendol warga Desa Nggak Tahu Kecamatan Entah Berentah Aceh, dalam usia kepala empat setrum sekaliber Sutet yang begitu tinggi. Seminggu dua kali dia masih mampu piket malam. Cuma sejak istri mengandung anak keduanya, dalam usia kehamilan 8 bulan dia sengaja jaga jarak. Dia takut gempa tektonik yang dibuatnya mengganggu janin dalam kandungan.

Ketika bini sudah lahiran, “puasa” gelombang kedua harus dilanjutkan selama 40 hari. PPKM dua minggu saja banyak yang tidak tahan, apa lagi diperpanjang sampai sebulan, bisa jadi kemenyan itu barang.

Sebetulnya Bendol ingin “jajan”, tapi dia takut dosa, di samping wanita jajan itu tidak hiegenis. Dia tak mau  habis jajan justru kena penyakit kotor yang namanya sipilis atau rajasinga.

Seperti lazimnya orang melahirkan, famili pada datang menengok. Salah satunya Peni,15, yang datang dari kota Auah Gelap. Dia malah menginap, karena diminta untuk bantu-bantu cuci popok dan ngangsu. Begitu melihat penampilan adik ipar, mendadak iman Bendol jadi goyang. “Tambah gede kok Peni makin cakep saja,” kata batin Bendol yang sudah lama tidak ngetap olie, siapa tau mau ngangsu yang didalam celananya.

Setan pun mulai membujuk dan memprovokatori bahwa adik ipar dijamin lebih hiehgenis dan bebas dari hama. Dan benar saja, saat malam hari dimana semua orang sudah terlelap Peni yang juga sedang tidur di ruang TV. Posisi tidur dengan posisi yang menantang membuat yang melihatnya tentu akan tergoda. Apalagi Bendol yang telah lama nganggur.

Dan benar saja, saat Peni membuka matanya ternyata Bendol kakak iparnya sudah menindihnya. Bisa dipastikan apa yang dilakukan Bendol sambal ngancam, ia memaksa dilayani kebutuhan biologisnya yang sudah lama tak tersalurkan. Sebetulnya ABG itu mau menolak tapi takut karena diancam. Sukses juga hajat Bendol itu bisa terlaksana sampai 3 kali tanpa ketahuan.

Tapi lama-lama Peni tak tahan juga, sehingga ketika ditanya oleh istri Bendol yang juga kakaknya, langsung saja bercerita apa adanya tanpa ditambah dan dikurangi.

Keruan saja keluarga besar istri tak terima ulah bejat mantunya sehingga Bendol dilaporkan ke Polisi dan kemudian diproses berdasarkan hukum Qonun Jinayah.

Harus siap-siap nih, kulit pantatnya sudah tebal belum? Ha ha ha.

Redaksi Energi Juang News

 

Efektivitas Kebijakan Ekspor Satu Pintu Sawit: Antara Stabilitas Makro dan Kesejahteraan Petani

Efektivitas Kebijakan Ekspor Satu Pintu Sawit: Antara Stabilitas Makro dan Kesejahteraan Petani

Wacana pengalihan ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis, khususnya kelapa sawit, melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) telah memicu dinamika pasar yang signifikan. Kebijakan yang dijadwalkan bertahap mulai Juni 2026 ini bertujuan mulia: menutup kebocoran penerimaan negara dan memperkuat kendali atas komoditas vital.

Namun, data awal menunjukkan distorsi pasar yang mengkhawatirkan, memaksa pemerintah untuk mengevaluasi ulang apakah kebijakan ini benar-benar efektif atau justru hanya menguntungkan segelintir kepentingan di atas penderitaan petani.

Fakta di lapangan tidak bisa dibantah. Harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani ambruk drastis pasca-pengumuman kebijakan. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat, di Sumatera Utara harga TBS melorot dari Rp2.960 per kg menjadi Rp2.560 per kg hanya dalam dua hari.

Lelang CPO di PT KPBN bahkan dibatalkan karena harga penawaran tertinggi hanya Rp12.285 per kg, turun dari Rp14.500 per kg. Lebih parah, importir global menunda pembelian karena ketidakpastian regulasi. Ini bukan sekadar fluktuasi, melainkan sinyal bahwa mekanisme pasar yang selama ini berjalan mulai terdistorsi.

Pemerintah harus berani bicara realitas. Di balik angka makro dan potensi pendapatan negara, terdapat sekitar 2,5 hingga 2,6 juta kepala keluarga petani kelapa sawit petani swadaya dan plasma yang mengelola lebih dari 80% total perkebunan rakyat. Mereka menggantungkan hidup dari lahan yang dikelola secara mandiri, bukan dari kongsi dengan perusahaan yang memonopoli lahan sawit.

Penurunan harga TBS berarti pemotongan langsung penghasilan harian mereka. Jika kebijakan ini terus memicu gejolak, ancaman kelangkaan Minyakita dan beralihnya pembeli ke Malaysia atau minyak nabati lain akan menjadi pukulan telak.

Persoalannya, apakah kebijakan ini hanya menguntungkan pemerintah dalam jangka pendek melalui kontrol penerimaan? Fakta bahwa hingga kini aturan turunan seperti Peraturan Pemerintah dan Permendag belum terbit menunjukkan ketidaksiapan teknis.

Fase peralihan yang tidak jelas membuat pasar bereaksi berlebihan. Ketika importir ragu dan harga jatuh, petani kecil yang tidak memiliki daya tawar menjadi korban pertama.

Agar efektif, pemerintah tidak bisa hanya menjamin harga akan mengacu pada bursa internasional. Jaminan itu harus diwujudkan dalam skema perlindungan harga TBS di tingkat petani, mekanisme kompensasi yang cepat, serta transparansi tata kelola PT DSI.

Jika tidak, kebijakan ini hanya akan menjadi cerita lain tentang proyek sentralisasi yang mengabaikan akar rumput. Sudah saatnya pemerintah mendengar suara 2,6 juta KK petani dan memastikan bahwa kebijakan ekspor satu pintu benar-benar berdampak pada kesejahteraan, bukan sekadar memindahkan uang dari satu kantong ke kantong lain.

 

Oleh: Esteria Tamba
(Mahasiswa, Penulis)

 

Redaksi Energi Juang News

Iran Kawal 31 Kapal Melintasi Selat Hormuz

Iran Kawal 31 Kapal Melintasi Selat Hormuz

Energi Juang News, Jakarta- Ketegangan di kawasan Teluk Persia belum mereda setelah meningkatnya aktivitas militer di sekitar jalur pelayaran internasional. Di tengah situasi tersebut, otoritas Iran memastikan arus perdagangan laut tetap berjalan melalui pengawasan ketat di perairan strategis kawasan itu.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan sedikitnya 31 kapal komersial berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman dalam 24 jam terakhir. Kapal-kapal itu terdiri dari tanker minyak hingga kapal kontainer yang melintas di bawah koordinasi Angkatan Laut IRGC.

Pernyataan tersebut disampaikan Kantor Hubungan Masyarakat Angkatan Laut IRGC pada Kamis (21/5) waktu setempat, seperti dikutip Press TV, Jumat (22/5/2026).

IRGC menilai situasi keamanan di Teluk Persia memburuk akibat kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut. Meski demikian, Iran mengklaim tetap membuka jalur aman demi menjaga kelangsungan perdagangan internasional.

Iran Perketat Pengawasan di Selat Hormuz

Dalam keterangannya, Angkatan Laut IRGC menyebut pihaknya terus berupaya menjaga jalur pelayaran tetap aman di tengah meningkatnya ketegangan regional.

“Meskipun terjadi agresi militer teroris AS dan terciptanya ketidakamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Teluk Persia, khususnya di Selat Hormuz, Angkatan Laut IRGC berupaya membangun jalur yang jelas dan aman untuk perlintasan dan kelanjutan perdagangan global,” demikian pernyataan IRGC.

Sebelumnya, Iran menetapkan zona manajemen pengawasan di Selat Hormuz. Kebijakan itu diumumkan pada Rabu (20/5) waktu setempat. Teheran menegaskan seluruh kapal yang melintasi koridor strategis tersebut wajib melakukan koordinasi dan memperoleh izin resmi.

Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) menjelaskan zona pengawasan mencakup wilayah yang menghubungkan Gunung Mubarak di Iran hingga Fujairah bagian selatan di Uni Emirat Arab (UEA). Area lainnya membentang dari Pulau Qeshm di Iran hingga Umm Al Quwain di UEA.

IRGC Disebut Punya Peran Sentral

Iran memperkuat kendali de facto atas Selat Hormuz melalui pos pemeriksaan militer, inspeksi kapal, hingga pengaturan diplomatik. Dalam beberapa kasus, Iran juga disebut menerapkan biaya keamanan bagi kapal yang ingin melintas dengan aman.

Menurut laporan Reuters yang mengutip pejabat pelayaran Asia dan Eropa serta sumber dari Iran dan Irak, IRGC memegang peran utama dalam sistem transit terbaru di Selat Hormuz.

Kapal-kapal yang terhubung dengan negara sekutu Teheran, seperti China dan Rusia, disebut mendapat prioritas dalam sistem tersebut. Sementara kapal dari negara lain kemungkinan memerlukan pengaturan tambahan atau pembayaran tertentu antar pemerintah.

Dokumen PGSA yang dikirim kepada pelaku industri pelayaran menyebut pemilik kapal wajib menyerahkan informasi rinci kepada IRGC. Data itu mencakup nilai muatan, bendera kapal, asal dan tujuan pelayaran, identitas pemilik serta pengelola kapal, hingga kewarganegaraan awak kapal.

Setelah dokumen diperiksa, IRGC dapat melakukan inspeksi fisik terhadap kapal yang melintas. Pemeriksaan juga melibatkan sejumlah lembaga Iran lainnya, termasuk Organisasi Pelabuhan dan Maritim, Kementerian Perindustrian, Pertambangan dan Perdagangan, serta pengawas keamanan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.

Redaksi Energi Juang News

I.O.I Rilis “Suddenly” untuk Rayakan 10 Tahun

I.O.I Rilis “Suddenly” untuk Rayakan 10 Tahun

Energi Juang News, Jakarta- Penantian panjang penggemar akhirnya terjawab. Grup proyek jebolan survival show Produce 101, I.O.I, resmi kembali lewat proyek reuni spesial setelah hampir sembilan tahun vakum dari aktivitas grup.

Comeback tersebut ditandai dengan perilisan mini album ketiga bertajuk I.O.I : LOOP pada 19 Mei 2026. Album ini diproduksi oleh SWING Entertainment untuk merayakan satu dekade debut Jeon Somi dan kawan-kawan di industri K-pop.

Reuni I.O.I Hadir dengan Formasi Sembilan Member

Dalam proyek reuni kali ini, sembilan anggota ikut berpartisipasi. Mereka adalah Jeon Somi, Chungha, Kim Sejeong, Jung Chaeyeon, Kim Sohye, Yoo Yeonjung, Choi Yoojung, Kim Doyeon, dan Lim Nayoung.

Sementara itu, Kang Mina dan Zhou Jieqiong tidak dapat bergabung karena jadwal pribadi yang berbenturan.

Meski belum tampil lengkap, reuni ini tetap mendapat sambutan hangat dari penggemar. Video musik “Suddenly” yang dirilis melalui kanal YouTube Stone Music Entertainment dan SWING Entertainment bahkan langsung menarik perhatian publik dan meraih jutaan penayangan dalam waktu singkat.

Makna Lagu “Suddenly” yang Penuh Nostalgia

Lagu “Suddenly” mengusung nuansa synth-pop sentimental dengan durasi 3 menit 15 detik. Menariknya, lirik utama lagu ini ditulis langsung oleh Jeon Somi. Beberapa anggota lain seperti Chungha dan Yoo Yeonjung juga ikut terlibat dalam proses produksi lagu di album tersebut.

Secara keseluruhan, “Suddenly” menggambarkan rasa rindu setelah perpisahan panjang. Lagu ini juga memotret emosi pahit dan manis saat kembali bertemu dengan seseorang yang pernah dekat di masa lalu.

Liriknya bercerita tentang kenangan yang sulit dilupakan. Meski berusaha melanjutkan hidup, sosok yang pernah dicintai tiba-tiba kembali hadir dalam pikiran, terutama saat malam tiba.

Nuansa emosional itu juga terasa kuat dalam video musiknya. MV “Suddenly” menampilkan perjalanan perasaan yang sempat terputus akibat perpisahan bertahun-tahun, lalu perlahan terhubung kembali lewat momen reuni.

Bagi para penggemar, lagu ini bukan hanya menjadi penanda comeback I.O.I, tetapi juga bentuk apresiasi emosional kepada Angdungi yang tetap setia mendukung perjalanan grup selama 10 tahun terakhir.

Redaksi Energi Juang News

Auditorium Binus Kebon Jeruk Terbakar, Asap Tebal Kepung Lantai 4

Auditorium Binus Kebon Jeruk Terbakar, Asap Tebal Kepung Lantai 4

Energi Juang News, Jakarta- Kebakaran melanda sebuah gedung di kawasan pendidikan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Jumat (22/5/2026) pagi. Peristiwa itu memicu kepulan asap tebal dan membuat petugas pemadam kebakaran bergerak cepat ke lokasi untuk mencegah api meluas.

Hingga pagi hari, proses pendinginan masih berlangsung. Belum ada informasi mengenai korban maupun penyebab pasti insiden tersebut.

Api Muncul di Auditorium Lantai 4

Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Saiful Kahfi, mengatakan titik kebakaran berada di auditorium lantai 4 Kampus Binus Cakra, Kebon Jeruk.

“Objek terbakar auditorium lantai 4 Kampus Binus Cakra,” ujar Saiful, Jumat (22/5/2026).

Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 05.30 WIB melalui sambungan telepon warga. Lokasi kejadian berada di Jalan Raya Kebon Jeruk Nomor 27 RT 1 RW 9, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Damkar Kerahkan 11 Unit Mobil Pemadam

Petugas mulai melakukan operasi pemadaman pada pukul 05.41 WIB. Api kemudian berhasil dikendalikan sekitar pukul 06.00 WIB agar tidak merambat ke area lain di kompleks kampus.

Menurut Saiful, kondisi di lokasi sempat dipenuhi asap cukup tebal saat proses pemadaman berlangsung.

Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dan 55 personel diterjunkan ke lokasi kejadian untuk menangani kebakaran tersebut.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Pihak pemadam kebakaran hingga kini masih menyelidiki penyebab munculnya api di gedung auditorium tersebut. Petugas juga belum memastikan ada atau tidaknya korban akibat insiden itu.

Proses penanganan di lokasi masih terus dilakukan untuk memastikan situasi benar-benar aman.

Redaksi Energi Juang News