BerandaBudayaIbsen Itu Orang Kedua Setelah William Shakespeare

Ibsen Itu Orang Kedua Setelah William Shakespeare

Energi Juang News, Jakarta – Hampir semua orang mengenal sosok William Shakespeare, bahkan bagi mereka yang tidak mendalami dunia sastra sekalipun. Paling tidak, masyarakat akrab dengan kutipan legendaris Shakespeare yang berbunyi, “Apalah arti sebuah nama?” Namun, tahukah Anda siapa tokoh sastra yang posisinya berada tepat di belakang Shakespeare? Dialah Henrik Ibsen.

Dunia sastra menobatkan William Shakespeare sebagai Bapak Drama Klasik. Pujangga besar asal Inggris yang lahir pada tahun 1564 dan wafat pada 1616 ini merupakan penulis naskah sandiwara yang karyanya paling banyak dipentaskan di seluruh penjuru dunia.

Mengenal Henrik Ibsen, Sang Bapak Drama Modern

Lantas, siapa sosok yang menyandang gelar Bapak Drama di era modern? Gelar kehormatan tersebut merujuk pada nama lengkap Henrik Johan Ibsen. Tokoh sastra beraliran realisme sosial ini lahir pada 20 Maret 1828 di Skien, Norwegia.

Sebagai pengarang terbesar sepanjang masa dari tanah Skandinavia, Henrik Ibsen dikenal luas karena keberaniannya mengangkat isu-isu sosial dan kemanusiaan ke atas panggung. Tercatat, naskah drama karya Ibsen menjadi karya teater kedua yang paling sering dipentaskan di dunia setelah karya-karya Shakespeare.

Naskah drama ciptaan Henrik Ibsen selalu sarat dengan nilai-nilai moral dan kritik sosial yang tajam. Karya-karyanya menyampaikan pesan mendalam bahwa kejujuran serta kebaikan akan berujung pada kebahagiaan sejati, sedangkan kemunafikan dan kejahatan akan berakhir dengan kehancuran.

Jejak Karya Henrik Ibsen di Panggung Teater Indonesia

Karya-karya besar Henrik Ibsen sejatinya sudah dikenal dan memberi pengaruh kuat bagi perkembangan sastra serta teater di Indonesia sejak era kolonial. Berikut adalah sejumlah jejak adaptasi dan pementasan karya Ibsen di Tanah Air:

  • Inspirasi Naskah “Allah yang Palsu” (1919): Penulis peranakan Tionghoa terkemuka, Kwee Tek Hoay, menulis naskah drama berjudul Allah yang Palsu yang dipentaskan di Batavia (Jakarta) pada tahun 1919 karena terinspirasi dari karya-karya Ibsen. Drama ini mengisahkan dua bersaudara dengan prinsip hidup yang bertolak belakang: satu orang sangat menjunjung tinggi moralitas dan kehormatan diri, sementara saudaranya begitu mengagungkan harta serta keuntungan pribadi. Istilah “Allah yang Palsu” dalam naskah ini merupakan metafora dari uang, yang sama sekali bukan jalan menuju kebahagiaan.

  • Terjemahan “Musuh Masyarakat” oleh Asrul Sani: Sastrawan besar Asrul Sani pernah menerjemahkan salah satu mahakarya Ibsen yang berjudul An Enemy of the People (Musuh Masyarakat). Naskah ini mengisahkan perjuangan seseorang yang berusaha menyelamatkan masyarakat dengan menyebarkan fakta kebenaran, namun justru dikucilkan dan dimusuhi oleh lingkungannya sendiri. Lakon ini telah berulang kali dipentaskan di berbagai panggung seni Indonesia, termasuk di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

  • Terjemahan “The Pillars of Community” oleh Sapardi Djoko Damono (1991): Pada tahun 1991, naskah asli Ibsen berjudul Samfundets støtter (yang diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadi The Pillars of Community) turut diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh sastrawan legendaris Sapardi Djoko Damono bersama rekan-rekannya. Keterlibatan Sapardi—pencipta puisi masyhur “Aku Ingin”—semakin menegaskan betapa istimewanya kualitas sastra Ibsen.

  • Pementasan “Rumah Boneka” di Gedung Kesenian Jakarta (2011): Naskah ikonik Henrik Ibsen lainnya yang bertajuk A Doll’s House atau Rumah Boneka juga sukses dipentaskan di panggung bersejarah Gedung Kesenian Jakarta pada penghujung tahun 2011.

Baca juga :  Menelaah Sejarah Hari Kenaikan Yesus Kristus

Melalui deretan mahakarya tersebut, warisan pemikiran Henrik Ibsen terbukti tetap relevan melintasi zaman dan batas negara, sekaligus menjadi cermin kehidupan bagi masyarakat modern.

Redaksi Energi Juang News

HD
HDhttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments