Energi Juang News, Jakarta – Memahami etika bertamu di Korea menjadi bekal penting bagi Anda yang berencana berlibur atau mengunjungi kerabat di Negeri Ginseng. Pada tahun 2023 tercatat jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan mencapai 250 ribu orang. Angka ini melonjak hingga lima kali lipat dibandingkan tahun 2022 yang berkisar di angka 57 ribu orang, sekaligus membuktikan bahwa Korea Selatan kian diminati sebagai destinasi wisata favorit masyarakat Indonesia.
Para pelaku bisnis perjalanan (travel) menilai lonjakan wisatawan ini berkaitan erat dengan tingginya popularitas film dan drama Korea di Tanah Air. Selain itu, semakin meluasnya penerimaan publik terhadap berbagai kuliner serta menjamurnya restoran bergaya Korea di Indonesia turut mendorong rasa penasaran wisatawan untuk berkunjung langsung ke negara asalnya.
5 Etika Bertamu di Korea Selatan yang Wajib Diperhatikan
Nah, apabila Anda berwisata ke Negeri Ginseng dan mendapat undangan untuk berkunjung ke rumah teman atau warga lokal di sana, ada sejumlah aturan kesopanan yang wajib dipatuhi. Berikut adalah lima etika bertamu di Korea agar Anda memberikan kesan yang baik kepada tuan rumah:
1. Lepaskan Alas Kaki dan Gunakan Kaus Kaki
Saat memasuki rumah warga lokal, pastikan Anda selalu melepaskan alas kaki, baik itu sandal maupun sepatu. Namun, ingatlah untuk tidak masuk ke dalam rumah dengan bertelanjang kaki, terlebih apabila ada orang yang berusia lebih tua di rumah tersebut. Bertelanjang kaki di dalam rumah tamu dianggap kurang sopan dalam budaya Korea, sehingga Anda sangat disarankan mengenakan kaus kaki atau stoking yang bersih.
2. Jangan Datang dengan Tangan Kosong
Sama halnya dengan tradisi silaturahmi di Indonesia, etika bertamu di Korea juga sangat menganjurkan tamu untuk tidak datang dengan tangan kosong. Bawalah bingkisan atau buah tangan sederhana, seperti buah-buahan segar, kue, atau suvenir khas dari negara asal sebagai wujud penghormatan dan apresiasi kepada tuan rumah.
3. Hormati Orang yang Lebih Tua di Meja Makan
Apabila tuan rumah mengajak Anda makan bersama, perhatikan tata krama di meja makan. Hindari berbicara terlalu keras atau mengeluarkan suara berlebih saat mengunyah makanan, serta jaga kebersihan agar tidak ada makanan yang tercecer di meja. Satu aturan yang paling krusial: jangan pernah menyentuh atau mengambil hidangan sebelum orang yang paling tua di meja makan mengambil makanannya terlebih dahulu.
4. Jangan Mengangkat Mangkuk dan Menancapkan Sumpit
Berbeda dengan budaya di Jepang atau Tiongkok, masyarakat Korea tidak mengangkat mangkuk nasi atau sup dari atas meja saat menyantap hidangan. Gunakan sendok untuk menyendok nasi dan kuah sup, sementara sumpit khusus digunakan untuk mengambil lauk-pauk pendamping (banchan). Selain itu, jangan pernah menancapkan sumpit secara vertikal di atas nasi karena hal tersebut menyerupai ritual persembahan makanan bagi orang yang sudah meninggal dunia.
5. Letakkan Sumpit di Samping Mangkuk Saat Selesai Makan
Ketika Anda sudah selesai bersantap, letakkan kembali sumpit dan sendok secara rapi di atas meja tepat di sebelah kanan mangkuk, atau di atas tatakan khusus (sujeo받침). Hindari meletakkan sumpit melintang di atas mangkuk karena dalam etika bertamu di Korea, gestur tersebut menandakan bahwa Anda belum selesai makan atau masih merasa lapar.
Dengan memahami dan mempraktikkan kelima tata krama sederhana di atas, momen kunjungan Anda ke rumah warga lokal di Korea Selatan tentu akan berlangsung lebih hangat, akrab, dan saling menghormati.
Redaksi Energi Juang News




