Energi Juang News, Brebes – Anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX, Paramitha Widya Kusuma, menegaskan bahwa ragam kesenian tradisional, termasuk kesenian Buroq Brebes serta berbagai karya para seniman lokal dari Kabupaten Brebes, harus terus dijaga dan dilestarikan.
Paramitha menyampaikan pesan tersebut ketika meninjau langsung pertunjukan tari-tarian tradisional serta pameran lukisan karya para seniman lokal dalam pergelaran bertajuk “Rest Art”. Acara kolaborasi budaya yang diinisiasi oleh Dewan Kesenian Brebes tersebut berlangsung meriah di kawasan cagar budaya Rest Area KM 260B Banjaratma, Kabupaten Brebes, baru-baru ini.
“Kesenian harus terus kita lestarikan karena kesenian adalah ekspresi jiwa manusia yang memperkaya pengalaman hidup melalui kreativitas dan keindahan,” ujar Paramitha di sela-sela kegiatan.
Kesenian Sebagai Jembatan Keberagaman Budaya
Lebih lanjut, politisi PDI Perjuangan itu menilai bahwa hadirnya ruang apresiasi seni di titik strategis seperti Rest Area Heritage Banjaratma sangat efektif untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas maupun para pelintas jalan tol.
Menurut perempuan yang akrab disapa Mbak Mitha tersebut, kesenian tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, tetapi juga menjadi jembatan penting untuk memahami, merawat, dan merayakan keberagaman budaya Nusantara. Dukungan terhadap para pekerja seni lokal dinilai krusial agar ekosistem kebudayaan di daerah tetap hidup dari generasi ke generasi.
Keseruan Menaiki Kesenian Buroq Brebes
Dalam kesempatan mengunjungi pergelaran “Rest Art” tersebut, Paramitha juga berbaur bersama warga dan para pelaku seni. Bahkan, ia mendapat kesempatan langsung untuk mencoba menaiki arak-arakan kesenian Buroq Brebes yang tampil memeriahkan suasana.
Sebagai informasi, Buroq merupakan salah satu kesenian rakyat khas masyarakat pesisir Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang sarat akan akulturasi budaya Islam dan pesisir Jawa. Pertunjukan ini identik dengan boneka raksasa berbentuk kuda bersayap berwajah bidadari yang diarak dengan iringan musik tradisional yang rancak.
“Di acara ini, saya juga diberi kesempatan langsung untuk menaiki Buroq. Rasanya seru juga!” ungkap Paramitha dengan antusias.
Melalui gelaran seni budaya seperti “Rest Art”, diharapkan karya-karya terbaik dari para seniman Kabupaten Brebes beserta kesenian Buroq Brebes dapat semakin dikenal luas dan menjadi daya tarik wisata budaya yang membanggakan bagi masyarakat Jawa Tengah.
Redaksi Energi Juang News




