Kamis, April 2, 2026
spot_img
BerandaBerita NasionalSusu Gratis Sekolah Dijual Bebas?

Susu Gratis Sekolah Dijual Bebas?

Energi Juang News, Jakarta- Kegaduhan muncul setelah beredarnya produk susu berlabel program pemerintah yang ditemukan dijual bebas di minimarket. Temuan ini langsung memicu tanda tanya publik karena produk tersebut seharusnya didistribusikan secara gratis kepada siswa.

Produk yang dimaksud merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang selama ini dikenal sebagai upaya pemerintah meningkatkan asupan gizi anak sekolah.

Viral di Media Sosial, Tulisan “Tidak Untuk Diperjualbelikan” Disorot

Kemunculan susu kemasan tersebut pertama kali ramai dibahas di media sosial. Warganet menyoroti adanya tulisan jelas pada kemasan yang menyebut produk itu tidak untuk diperjualbelikan.

Namun faktanya, susu tersebut justru ditemukan dijajakan di minimarket dengan harga sekitar Rp4.000 per botol. Dalam bentuk dus, harganya bahkan mencapai sekitar Rp138.000. 

Salah satu pengguna media sosial mengungkapkan keheranannya.

“Agak kaget, padahal ada tulisan susu gratis program MBG, tidak untuk diperjualbelikan, tapi kok bisa dijual di minimarket,” tulisnya.

Reaksi serupa bermunculan. Banyak yang mempertanyakan jalur distribusi produk tersebut hingga bisa masuk ke pasar umum.

BGN Akui Terima Laporan, Belum Cek Lapangan

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof Dadan Hindayana, menyatakan pihaknya sudah menerima laporan dari masyarakat.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa hingga kini belum ada pengecekan langsung ke lapangan terkait temuan tersebut. 

Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah masih dalam tahap awal penelusuran dan belum menyimpulkan adanya pelanggaran dalam distribusi.

Program MBG dan Distribusi Susu yang Tak Selalu Merata

Program Makan Bergizi Gratis memang memasukkan susu sebagai salah satu komponen gizi, namun implementasinya tidak selalu seragam di setiap daerah.

Pemerintah sebelumnya juga menegaskan bahwa susu tidak wajib diberikan setiap hari, tergantung pada ketersediaan pasokan di masing-masing wilayah. 

Hal ini membuat distribusi produk susu dalam program tersebut memiliki variasi, baik dari segi frekuensi maupun sumber penyediaannya.

Publik Pertanyakan Pengawasan dan Distribusi

Kasus ini membuka ruang kritik terhadap pengawasan distribusi program pemerintah. Apalagi, produk yang seharusnya bersifat bantuan justru ditemukan dalam rantai perdagangan umum.

Di sisi lain, belum jelas apakah produk tersebut benar berasal dari jalur distribusi resmi MBG atau merupakan penyalahgunaan label oleh pihak tertentu.

Polemik ini pun mendorong perlunya transparansi lebih dalam pelaksanaan program, termasuk pengawasan distribusi agar tepat sasaran.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments