Energi Juang News, Jakarta – Polda Banten saat ini tengah menunggu hasil DNA dari Polda Bengku terhadap mayat yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. Hasil tes DNA mayat tersebut akan dicocokkan dengan keluarga dari rombongan delapan orang yang hilang kontak di Selat Sunda, Senin 7 September lalu.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea di Pandeglang, Senin (14/9/2026) menjelaskan, Maruli mengatakan mayat tersebut memiliki ciri-ciri tinggi badan sekitar 165 sentimeter. Mayat tersebut diperkirakan berusia 50 tahun dan kulit biasa.
Mayat tanpa identitas tersebut ditemukan di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu. Penemuan tersebut dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu pada Sabtu (12/9/2026) sore.
Pulau Enggano di Bengkulu terletak di sebelah barat laut dari Gunung Anak Krakatau dengan jarak sekitar 360 kilometer. Berdasarkan analisis BMKG, abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau sempat mencapai wilayah Pulau Enggano karena terbawa angin lapisan atas.
Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di Selat Sunda, telah memasuki hari ketujuh hari Senin (14/9/2026) kemarin. Meskipun seluruh unsur SAR telah melaksanakan penyisiran di sektor masing-masing, hingga akhir operasi belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan korban. Operasi pencarian diputuskan diperpanjang tiga hari ke depan atau hingga Kamis (17/9/2026). Data jurnalis dan kru yang belum ditemukan:
- Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara)
- Arie Basuki (Jurnalis Merdeka).
- Yudhistiro Pranoto (Jurnalis iNews).
- Firdaus Wajidi (Jurnalis Anadolu Agency).
- Donal Husni (Jurnalis Freelance).
- Warta (kapten kapal).
- Surakman (ABK).
- Heriyanto (Pemandu).



