Energi Juang News, Jakarta – Serangan terbaru Arab Saudi di Yaman mengakibatkan 14 korban sipil, termasuk 4 wanita dan 2 anak-anak di kota Pelabuhan Mocha. Stasiun televisi Al-Masirah melaporkan, pada Selasa (22/9/2026) pagi angkatan udara Arab Saudi membombardir kota Mocha dengan setidaknya tiga serangan udara.
Serangan yang dipimpin Arab Saudi dilaporkan menghantam Al-Mukha di provinsi Taiz, Yaman, menewaskan 6 warga sipil, termasuk dua anak dan seorang wanita. Delapan orang lainnya dilaporkan terluka, termasuk seorang anak dan seorang wanita.
Hizam al-Assad, anggota biro politik Ansarallah (Houthi) menegaskan, dengan pertolongan Tuhan, angkatan bersenjata Yaman terlibat dalam pertempuran yang menentukan dengan Arab Saudi. Perluasan konflik akan memerlukan perluasan dan diversifikasi pilihan untuk memilih target.
Akar Konflik Arab Saudi-Yaman
Perang Arab Saudi dengan Yaman dimulai pada 2015 ketika pada 26 Maret, koalisi pimpinam Arab Saudi melancarkan operasi militer terhadap posisi Houthi di Yaman. Arab Saudi intervensi ke Yaman setelah pasukan Houthi dan sekutunya merebut Sana’a, ibu kota Yaman, September 2014. Mereka kemudian memperluas pengaruh ke wilayah lain dan bergerak menuju selatan.
Pada awal 2015, Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi melarikan diri ke Aden setelah Houthi mengambil alih sejumlah institusi pemerintahan. Pengambilalihan Sana’a oleh Houthi sebagai salah satu titik balik utama yang kemudian membawa Yaman menuju perang terbuka. Intervensi Arab Saudi atas permintaan pemerintah Hadi ke Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya. Riyadh berharap intervensi militer dapat menghentikan Houthi dan mengembalikan pemerintahan Hadi.








