Energi Juang News,Pemalang- Kepergian MHA meninggalkan duka sekaligus tanda tanya besar bagi keluarganya, membuat orang tua murid berdemo ke kepala sekolah menuntut kejelasan kasus dugaan bullying.
Tuntutannya cuma satu: tolong dong itu kasus dugaan bullying oleh kakak kelas dibuka transparan, jangan digembok rapat-rapat kayak kasus keracunan MBG !
Namun pihak sekolah terkesan menutup nutupi dugaan kasus bullying yang terjadi di lingkungan sekolah dan melibatkan kakak kelas korban.
Lagian, hari gini masih zaman menutup-nutupi masalah di lingkungan sekolah diviralkan kelar!
Masyarakat zaman now matanya jeli,Institusi yang mencoba menyembunyikan masalah justru akan kehilangan kepercayaan dari masyarakat, dan menjadi sorotan pejabat terkait.
Saking ramainya, Plt Bupati Pemalang pun turun tangan melakukan audiensi dengan orang tua murid, menuntut kepala sekolah dicopot karena dianggap menutup-nutupi kasus.
Bahkan Wamen Dikdasmen Atip Latipulhayat sampai ikut “menyenggol” masalah ini dan meminta sekolah terbuka dalam penanganan kasus kematian siswa SD di Pemalang, Jawa Tengah. Atip mengatakan penanganan kasus dugaan kekerasan tersebut harus mengacu pada regulasi yang berlaku,bukan pakai asas “pura-pura gak tahu”.
Menurut dia, penanganan harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Atip juga menanggapi informasi mengenai sekolah yang kurang terbuka dalam kasus tersebut. Dia menegaskan sekolah tidak boleh menutup-nutupi persoalan menunggu kasus menguap begitu saja.
Karena kalau masih nekat menutup-nutupi, siap-siap aja kena “rambah” aturan yang berlaku, berujung pencopotan jabatan.
Redaksi Energi Juang News




