BerandaInternasionalRiyadh Minta Gencatan Senjata Melalui Iran, Sanaa Menolak?

Riyadh Minta Gencatan Senjata Melalui Iran, Sanaa Menolak?

Energi Juang News, Jakarta – Sejumlah laporan terbaru menyebutkan, Arab Saudi mengajukan permintaan kepada Sanaa melalui Iran untuk gencatan senjata yang berlangsung antara dua minggu hingga satu bulan. Namun permintaan pada 12 Oktober 2026 ini ditolak Ansarallah atau Houthi.

Alasan Houthi menolak usulan gencatan senjata karena Rezim Saudi yang melancarkan agresi selama lebih dari satu dekade, membunuh ribuan warga sipil Yaman dan mendorong 17 juta orang ke ambang kelaparan, mengabaikan semua jalur publik untuk keperluan pribadi.

Anggota Biro Politik Ansarullah, Mohammed al Bukhaiti menegaskan, Sanaa menolaknya karena menolak solusi parsial dan karena Arab Saudi menyangkal sebagai pihak utama dalam konflik tersebut. Saudi membentuk koalisi militer internasional yang luas dan memimpin agresi dan blokade terhadap Yaman.

Namun mereka mengatakan kepada dunia, “Kami bukan pihak dalam konflik.” Lebih absurdnya lagi, mereka mengklaim sebagai mediator. Bukhaiti mengungkapkan, Saudi memobilisasi jet tempur dari negara-negara Teluk. Mereka membayar bom Amerika. Mereka menyewa tentara bayaran. Mereka memblokade pelabuhan dan bandara Yaman. Mereka membom bandara Sanaa, pabrik, pesta pernikahan, dan rumah-rumah warga sipil. Kemudian mereka mengatakan, “Kami bukan pihak dalam konflik.” Arab Saudi telah membom bandara Sanaa lebih dari 200 kali sejak 2015, dan dunia seolah diam.

Saudi Tolak Tawaran Israel

Sementara itu Anadolu melaporkan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) menolak tawaran Israel untuk bergabung dalam kampanye militer melawan Houthi di Yaman. Israel dilaporkan mencari persetujuan Riyadh melalui mediasi AS, berharap kerja sama militer dapat membuka jalan bagi normalisasi hubungan. Perdana Menteri Israel Netanyahu sedang berupaya mendapatkan persetujuan Arab Saudi agar Israel dapat bergabung dalam kampanye militer melawan Ansarallah di Yaman, menurut Haaretz seperti dikutip Current Report.

Baca juga :  Resonansi Teriakan "Free Palestine" Prabowo di Mata Dunia

MBS menentang keterlibatan militer Israel, karena khawatir hal itu dapat memicu reaksi negatif dari publik Saudi. Dilaporkan Netanyahu melihat kampanye tersebut sebagai peluang untuk memperbaiki hubungan dengan Riyadh dan mendekati kesepakatan normalisasi di masa depan dengan Arab Saudi.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments