Energi Juang News, Jakarta – Sebuah tumpahan minyak terekam terdampar di garis pantai UEA, yang mendorong pihak berwenang untuk menutup sejumlah pantai di Umm Al Quwain dan Ras Al-Khaimah.
Al Jazeera melaporkan sebuah kapal tanker minyak mentah dilaporkan menabrak ranjau laut yang dipasang oleh Iran di dekat Selat Hormuz pada awal Oktober.
Perang di Timur Tengah kini secara harfiah mencemari pantai-pantai Uni Emirat Arab. Minyak dari kapal tanker yang rusak telah mencapai Umm Al Quwain, memaksa pihak berwenang menutup pantai-pantai dan memperingatkan nelayan untuk menjauh dari perairan yang terdampak.
Penduduk setempat telah mengeluh tentang bau bahan bakar yang menyengat selama berhari-hari sebelum tumpahan itu dikonfirmasi dan itu menyebar. Ras Al Khaimah dan sebagian Sharjah juga telah menutup pantai-pantai. Kapal tanker itu dilaporkan dilanda proyektil tak dikenal pada awal bulan in.
Menurut sejumlah media, minyak menghantam pantai Uni Emirat Arab hanya 50 kilometer di utara Dubai setelah serangan kapal tanker Foto satelit dari pagi menunjukkan tumpahan minyak itu menghantam garis pantai utara dengan keras.
Pihak berwenang sudah menutup beberapa pantai dan kawasan pesisir sementara kru berusaha membendungnya. Ini adalah minyak dari perang yang benar-benar menghantam pantai. Peristiwa tumpahan minyak ini terjadi di tengah situasi ketegangan yang melibatkan AS, Israel, dan Iran, yang telah meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan maritim serta risiko lingkungan di kawasan Teluk.
Untuk saat ini, pihak berwenang mengimbau para nelayan dan pengguna laut lainnya untuk menghindari perairan yang terdampak selama proses penanggulangan dan penilaian dampak lingkungan berlangsung.




