Energi Juang News,Aceh- Penggerebekan pabrik Sabu cair oleh Tim gabungan dari BNN, Polri, dan Bea Cukai di Aceh patut diapresiasi, hal yang membagongkan bagi warga serambi Mekah.
Alih-alih melahirkan barista berprestasi yang sibuk meracik kopi espresso yang enak menyehatkan,malah pabrik sabu cair yang sangat merusak.
Tidak tanggung-tanggung, petugas berhasil mengamankan 11 tersangka dan 1,1 ton sabu cair siap olah sebagai barang bukti.
Melihat angka 11 tersangka dan 1,1 ton sabu, ini konsepnya sudah mirip promo belanja online Flash Sale tanggal kembar.
Pabrik sabu terselubung ini ditemukan di sebuah rumah toko (ruko) dua pintu yang terletak di Jalan Gampong Bereh Dua, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh.
Kapolri Jenderal Sudi Ario Seto yang sangat serius menangani peredaran Narkoba, tiba langsung di lokasi sekitar pukul 14.45 WIB untuk meninjau kondisi ruko serta melihat langsung berbagai barang bukti yang telah diamankan.
Dalam peninjauan tersebut, pihak BNN memaparkan analisis dokumen, komunikasi para tersangka, hingga modus operandi jaringan ini.
Modus mereka meliputi penyelundupan bahan baku menggunakan metode Ship-to-Ship (STS) dari Thailand menuju perairan Aceh, lalu dibawa masuk melalui jalur sungai.
Ini bukan lagi penyelundupan, tapi simulasi paket COD paling niat sedunia!
Yang bikin petugas terhenyak karena laboratorium ini disinyalir memiliki kapasitas produksi yang sangat besar, yakni mampu menghasilkan lebih dari 500 kilogram sabu dalam satu kali proses produksi.
Ini lab narkoba atau pabrik garmen menjelang Lebaran?
Saat ini, ruko tempat beroperasinya laboratorium tersebut telah dipasang garis polisi dan dijaga ketat oleh aparat kepolisian guna mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.
Kapolri juga mengingatkan jajarannya untuk tidak berpuas diri secara berlebihan dan tetap konsisten bekerja tulus demi melindungi bangsa dari bahaya narkoba yang sangat merusak generasi.
Redaksi Energi Juang News




