Kamis, Mei 28, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 734

Putin Tegaskan Rusia Dukung Calon Presiden AS Kamala Harris

Gerak News, Jakarta-  Rusia akan mendukung calon presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris, seperti yang direkomendasikan oleh Presiden AS Joe Biden, kata Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis.

“Saya menyatakan bahwa presiden saat ini, Biden, adalah favorit kami. Dia (Biden) dikeluarkan dari pencalonan, tetapi dia merekomendasikan agar semua pendukung menyokong Harris,” kata Putin. 

Jadi kami akan melakukan hal yang sama, kami akan mendukungnya (Harris),” kata presiden Rusia itu, saat berpidato pada Forum Ekonomi Timur (EEF) di Vladivostok.

Putin menyadari bahwa Rusia bukanlah pihak yang berhak menentukan kandidat favorit pemilihan presiden AS.

“Mengenai siapa yang favorit, bukan kami yang menentukannya,” kata Putin.

Putin menambahkan bahwa presiden baru AS akan menjadi pilihan warga Amerika sendiri.

Ia menyebut mantan Presiden AS Donald Trump telah menjatuhkan sejumlah besar sanksi terhadap Rusia. Putin berharap  Harris tidak akan mengikuti jejak Trump seperti itu.

“Trump telah menerapkan begitu banyak pembatasan dan sanksi terhadap Rusia, yang belum pernah diterapkan oleh presiden mana pun sebelumnya. Dan jika Harris baik-baik saja, mungkin dia akan menahan diri dari tindakan semacam ini,” kata Putin.

Redaksi Gerak News

Berangkat Ke Papua Nugini, Paus Fransiskus Tolak Fasilitas First Class

Gerak News, Jakarta-  Paus Fransiskus bertolak menuju Papua Nugini hari ini, Jumat, 6 September 2024, setelah menyelesaikan perjalanan apostoliknya di Indonesia.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan pemimpin tertinggi umat katolik sedunia itu berangkat dengan pesawat komersil milik Garuda. “Itu (menggunakan) penerbangan charter,” ujarnya kepada media, Kamis malam, 5 September 2024.

Armada yang digunakan adalah pesawat jenis Airbus 330 900 Neo, salah satu dari pesawat milik Garuda tanpa modifikasi dan tanpa fasilitas first class.

Irfan mengatakan saat berkomunikasi dengan Vatikan, pihaknya sempat menawari pesawat boeing 777 dengan fasilitas first class, namun tawaran tersebut justru ditolak.

Bos Garuda itu berujar, tidak ada permintaan khusus dari Paus, kecuali siapa saja dan berapa penumpang yang akan berangkat. Setelah disepakati teknis jumlah penumpang dan barang, dilakukan pengecekan dan mulai masuk hanggar pada 3 September. Pesawat telah melalui sterilisasi dua hingga tiga hari menjelang lepas landas.

Kesederhanaan Paus Fransiskus kerap menjadi pemberitaan, bahkan sejak awal kedatangannya Indonesia pada 3 September. Ia tiba di Terminal VVIP Bandara Seokarno-Hatta dengan menggunakan pesawat komersil ITA Airways Z400 berwarna biru berbendera Vatikan. Paus juga memilih menginap di kantor kedutaan. 

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayjen TNI Achiruddin yang turut dalam pengamanan mengatakan, pihak Vatikan tidak ingin menggunakan mobil mewah saat Fransiskus mengunjungi Indonesia. “Mereka menginginkan kendaraan yang simpel, sederhana, dan umum,” kata Achiruddin, Rabu, 4 September 2024.

Redaksi Gerak News

Pimpin Misa Akbar, Paus Fransiskus Tegaskan Pentingnya Perdamaian

Gerak News, Jakarta- Pemimpin Gereja Katolik Dunia sekaligus Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus, memimpin misa akbar di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Dalam khotbahnya, Paus Fransiskus kembali berpesan soal pentingnya menjaga perdamaian.

“Dengan dibimbing oleh sabda Tuhan, saya mendorong Anda semua untuk menaburkan kasih, dengan penuh keyakinan menempuh jalan dialog,” kata Paus Fransiskus di Stadion GBK, Jakarta Pusat, Kamis (6/9/2024).

“Terus memperlihatkan kebaikan budi dan hati dengan senyum khas yang membedakan Anda untuk menjadi pembangun persatuan dan perdamaian,” katanya.

Paus Fransiskus juga mengingatkan umat untuk tidak lelah berbuat kebaikan. Dia menyebut berbuat baik memang tidak selalu berbalas kebaikan. Namun, upaya untuk menjadi aktor perdamaian harus terus dilakukan.

“Saudara dan saudari, saya juga hendak berkata kepada Anda, kepada bangsa ini, kepada Nusantara yang mengagumkan dan beranekaragam ini. Janganlah lelah berlayar dan menebarkan jalamu, janganlah lelah bermimpi dan membangun lagi sebuah peradaban perdamaian. Beranilah selalu untuk mengimpikan persaudaraan,” pungkas Paus Fransiskus.

Redaksi Gerak News

Gus Falah: Saling Cium Imam Istiqlal Dan Paus Fransiskus, Wujud Persaudaraan Tulus

Gerak News, Jakarta- Politisi PDI Perjuangan Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menyatakan momen saling mencium antara Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar dengan Paus Fransiskus merupakan wujud persaudaraan yang tulus.

“Mereka berdua bukan sekadar saling cium di kepala dan tangan, itu hanyalah simbol. Mereka sejatinya menunjukkan semangat persaudaraan diantara mereka yang muncul dari hati yang tulus,” ungkap Gus Falah, Kamis (5/9/2024)

Gus Falah yang juga tokoh Nahdlatul Ulama ini melanjutkan, kedua tokoh itu merepresentasikan dua agama Abrahamik yang sejatinya bersaudara.

Dan persaudaraan itu tampak dari kemesraan interaksi mereka berdua.

Toleransi yang mereka tunjukkan, muncul dari semangat persaudaraan sebagai sesama pemuka agama Abrahamik,” ungkap Gus Falah.

Seharusnya seluruh umat Islam dan Katolik, khususnya di Indonesia, meneladani kedua tokoh tersebut. Sehingga ketika penganut dua agama Abrahamik terbesar ini meresapi nilai persaudaraan, Indonesia dan dunia pun semakin damai,” pungkas tokoh Baitul Muslimin Indonesia itu.

Sebelumnya, ada momen penuh persahabatan usai Paus Fransiskus mengakhiri kunjungannya ke Masjid Istiqlal hari ini, Kamis (5/9).

Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, terlihat mencium kening Paus, yang kemudian dibalas Paus dengan mencium tangan Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut.

Paus Fransiskus telah selesai menghadiri kunjungannya ke Masjid Istiqlal pagi ini. Dalam kunjungan itu, dia sempat mendatangi Terowongan Silaturahimi yang menghubungkan Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal di bawah tanah.

Dalam pidatonya, Paus Fransiskus mengaku kagum dengan terowongan yang dapat menjadi tempat berdialog dan berjumpa bagi semua umat beragama.

Redaksi Gerak News

Museum Tempat Mengenang Para Pejuang

Gerak News- Museum Te Papa Tongarewa, New Zealand. Nama museum ini berasal dari Bahasa Maori, yang artinya tempat penyimpanan harta.

Museum yang bagus dan futuristik ini menyimpan sejumlah barang bekas peperangan Gallipoli. Tampilan audio-visual juga nampak memukau. Terpajang juga sejumlah patung raksasa yang menggambarkan orang yang seang berperang, tentara yang kena tembak, atau seorang gadis yang sedih ditinggal kekasih karena ikut berperang.

Perang Gallipoli terjadi pada April-Desember 1915. Dalam perang ini, Inggris-Perancis melawan Turki Usmani. Inggris-Perancis berniat merebut Istanbul, yang merupakan ibukota Kerajaan Turki Usmani. Istanbul, yang sudah menjadi kota sejak 6 abad sebelum masehi berada di lokasi yang sangat strategis dan melintasi selat Bosporus. Selat ini berada di antara Laut Marmara dan Laut Hitam.

Selama 14 abad, dari abad pertama hingga abad ke-14, Istanbul berada di bawah kekuasaan Romawi. Masuk pertengahan abad ke-15, tapatnya tahun 1453, Istanbul dikuasi Muhammad Al-Fatih setelah dikepung selama 8 minggu, dan kemudian menjadi Ibukota Kerajaan Turki Usmani.

Tiga abad kemudian, pada tahun 1818, kerajaan Turki Usmani memancung kepala Abdullah I di selat Bosporus karena menilai raja Saudi pertama itu memberontak pada kekuasaan Istanbul. Dalam bahasa lain, kerajaan Saudi di kemudian hari adalah salah satu produk hasil pemberontakan pada kerajaan Turki Usmani.

Satu abad kemudian, tahun 1915, terjadilah perang Gallipoli. Selandia Baru juga terlibat dalam perang Gallipoli untuk membantu Inggris. Dalam perang ini, ada sekitar 3 ribu tentara Selandia Baru yang tewas, dan sekitar 5 ribu lainnya luka-luka. Museum Te Papa merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan perang.

(YSA)

Cium Kepala Dan Tangan, Imam Istiqlal Dan Paus Fransiskus Tunjukkan Keharmonisan

Gerak News, Jakarta- Ada momen menarik ketika Pemimpin Gereja Katolik Dunia Paus Fransiskus berpamitan meninggalkan Masjid Istiqlal dengan Imam Besar Istiqlal Nasaruddin Umar setelah menghadiri dialog bersama tokoh lintas agama.

Keduanya saling menunjukkan kerukunan dan keharmonisan.

Momen menarik perhatian itu terjadi ketika Nasaruddin Umar mengantar Paus Fransiskus ke halaman Masjid Istiqlal.

Ketika ada sesi foto bersama, dua tokoh itu awalnya saling berjabat tangan, kemudian Nasaruddin Umar lebih dulu mencium kepala Paus Fransiskus.

Kepala Paus Fransiskus dicium Nasaruddin sebanyak dua kali. Setelah itu, Paus Fransiskus membalas Nasarudddin Umar dengan mencium tangannya dua kali.

Kemudian, Paus Fransiskus berpamitan dengan melambaikan tangannya. Tabuhan marawis juga mengiringi Paus Fransiskus meninggalkan Istiqlal.

Acara dialog Paus Fransiskus bersama tokoh lintas agama dimulai pukul 09.20 WIB tadi. Setelah dari Istiqlal, Paus Fransiskus dijadwalkan mengunjungi gedung Konferensi Wali Gereja sebelum sore nanti memimpin misa suci di Stadion Gelora Bung Karno.

Paus Fransiskus tiba di Indonesia sejak Selasa (3/9). Sejumlah rangkaian kegiatan dilakukan Paus Fransiskus dalam lawatannya ke Indonesia.

Redaksi Gerak News

Imam Besar Masjid Istiqlal Sebut Kehadiran Paus Bawa Harmoni Antar Umat

Gerak News, Jakarta-  Imam Besar Masjid Istiqlal , Nasaruddin Umar mengungkapkan kehadiran Paus Fransiskus ke Masjid Istiqlal akan membawa harmoni antar umat beragama di Indonesia.

Pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia itu juga menyempatkan untuk melihat terowongan silaturahmi.

“Kami menyampaikan bahwa kehadiran Your Holiness Paus Fransiskus Masjid terbesar di Asia Tenggara ini atau terbesar ketiga setelah Masjidil Haram di Mekkah dan masjid di Madinah tentu saja memberikan kehormatan besar kepada kami semua,” ujar Nasaruddin saat mengalami dialog lintas agama dengan Paus Fransiskus di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (5/9/2024).

Nasaruddin juga mengaku bangga dengan kehadiran Paus di Masjid Istiqlal sebagai tempat suci bagi umat Islam. “Segenap warga bangsa Indonesia kami sangat berbahagia Bapak Fransiskus memberikan apresiasi kepada bangsa dan komunitas kami dengan mengunjungi negara dan tempat suci kami, kebanggaan kami di Istiqlal ini,” tuturnya.

Tak lupa, Nasaruddin juga mengatakan bahwa pesan-pesan yang telah disampaikan oleh Paus Fransiskus pada kunjungan apostoliknya di Indonesia akan membawa harmoni antar umat beragama di Indonesia.

“Insya Allah pesan dan cita-cita yang disampaikan oleh Your Holiness Paus Fransiskus tentu akan menambah semangat kita semua untuk menyuarakan harmoni di antara kita semua semoga Tuhan Yang Mahakuasa memberkahi kita semuanya,” pungkasnya.

Redaksi Gerak News

Bertemu Paus Fransiskus, Seorang Remaja Curhat Soal Intoleransi

Gerak News, Jakarta-Salah satu remaja yang ikut dalam pertemuan dengan Kepala Gereja Katolik seluruh dunia Paus Fransiskus curhat soal berbagai tindakan intoleransi, seperti perundungan hingga pembakaran tempat ibadah.

Remaja bernama Kristin menyampaikan curahan hatinya saat Paus hadir di Grha Pemuda, Jakarta, untuk menyapa siswa-siswi Indonesia, Rabu (4/9).

“Saya merasa dipojokkan, dijauhi tanpa alasan, tanpa sebab,” kata Kristin dengan suara yang bergetar.

Di saat kondisi seperti itu, Kristin mengaku terpuruk dan berada di titik terendah. Seiring berjalannya waktu, pandangan dia mulai berubah.

Namun, saat Kristin ingin membawa api semangat persatuan, konflik justru muncul.

“Justru kita malah melihat pertikaian agama muncul dan terutama adanya pembakaran tempat ibadah,” ujar dia.

Dari serangkaian permasalahan yang disebutkan, Kristin lantas mengajukan pertanyaan bagaimana menyebar perdamaian di tengah konflik yang berkecamuk.

Paus lantas menjawab jika ada konflik atau permusuhan sebaiknya lakukan dialog untuk mencari solusi bersama.

“Berperang, atau berselisih, saling bertengkar, itu sesuatu yang buruk. Yang tidak buruk adalah saling bertukar pikiran, saling berbagi untuk memecahkan masalah,” kata Paus.

Paus mengunjungi Grha Pemuda untuk bertemu kelompok muda sekaligus perwakilan siswa-siswi dari sejumlah sekolah di Jakarta dan wilayah lain.

Kunjungan itu berlangsung setelah Paus menghadiri misa di Gereja Katedral, Jakarta.

Sebelum itu, Paus sempat bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo dan pejabat lain di Istana Merdeka.

Paus berada di Indonesia dari 3-6 September. Setelah itu, dia akan terbang ke Papua Nugini, Timor Leste, hingga Singapura.

Redaksi Gerak News

Faisal Basri, Ekonom Yang Kritis Pada Hilirisasi Meninggal Dunia

Gerak News, Jakarta-Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri meninggal dunia pagi ini, Kamis (5/9/2024).

Informasi ini dibenarkan oleh Ekonom dari Institut for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad.

Berdasarkan informasi yang diterima, Faisal Basri meninggal dunia pada pukul 03.50 WIB di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta.

Jenazah dibawa ke rumah duka di Komplek Gudang Peluru, Jakarta Selatan.

Pemakaman akan dilakukan sekitar Ba’da Ashar dari mesjid Az Zahra, Gudang Peluru, Tebet, Jakarta Selatan.

Faisal dikenal sebagai ekonom yang sangat kritis pada berbagai kebijakan Pemerintah. Beberapa waktu lalu, Faisal Basri mengkritik keras hilirisasi. Menurutnya keputusan pemerintah melarang ekspor sejumlah komoditas justru merugikan produsen dalam negeri.

Pada kesempatan lain, ia menjelaskan jika hilirisasi membuat pasokan nikel dalam negeri jadi menumpuk. Imbasnya harga jadi anjlok lalu dibeli oleh China.

Faisal mulai menggeluti dunia ekonomi sejak di bangku kuliah.

Keponakan dari mendiang Wakil Presiden RI Adam Malik itu menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (1985) dan meraih gelar Master of Arts bidang ekonomi di Vanderbilt University, Nashville, Tennessee, Amerika (1988).

Faisal juga bagian dari pendiri INDEF (1995-2000) bersama sejumlah ekonom senior lainnya.

Di bidang pemerintahan, Faisal pernah mengemban amanah sebagai anggota Tim ‘Perkembangan Perekonomian Dunia’ pada Asisten II Menteri Koordinator Bidang EKUIN (1985-1987) dan anggota Tim Asistensi Ekuin Presiden RI (2000).

Di era pemerintahan Jokowi, ia juga pernah dipercaya menjadi ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi. Tim berjuluk Tim Anti Mafia Migas bekerja 6 bulan penuh menyelidiki praktik-praktik impor BBM di tubuh anak usaha Pertamina, Petral.

Mengutip CNBCIndonesia, tim ini berhasil menemukan keberadaan ‘mafia’ di dalam bisnis minyak Indonesia. Keberadaan mafia misal mereka temukan dalam proses penawaran impor minyak yang dilakukan ke Petral dan PEs secara tidak lazim, berbelit-belit, dan harus melewati pihak ketiga yang bertindak sebagai agent atau arranger.

Tim itu juga menemukan indikasi kebocoran informasi soal spesifikasi produk dan owner estimate sebelum tender berlangsung.

Tim menemukan cukup banyak indikasi adanya kekuatan “tersembunyi” yang terlibat dalam proses tender oleh Petral.

Berdasar temuan tersebut, Tim pun mengeluarkan beberapa rekomendasi terkait Petral.

Pertama, tender penjualan dan pengadaan impor minyak mentah dan BBM tidak lagi oleh PES melainkan dilakukan oleh ISC (integrated supply chain) Pertamina.

Kedua, mengganti secepatnya manajemen Petral dan ISC dari tingkat pimpinan tertinggi hingga manajer

Ketiga, melakukan audit forensik agar segala proses yang terjadi di Petral menjadi terang benderang. Hasil audit forensik bisa dijadikan sebagai pintu masuk membongkar potensi pidana, khususnya membongkar praktik mafia migas.

Rekomendasi ini kemudian ditindaklanjuti Menteri ESDM saat itu Sudirman Said dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) saat itu Dwi Soetjipto dengan membekukan bisnis Petral pada Mei 2015.

Redaksi Gerak News

PBNU Dukung Stasiun Televisi Tak Siarkan Azan Ketika Misa Paus

Gerak News, Jakarta-Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla mendukung usulan Kementerian Agama yang meminta agar stasiun televisi tidak menyiarkan azan secara audio pada saat misa yang dipimpin Paus Fransiskus di Jakarta, Kamis.

“Saya juga mendukung anjuran Kementerian Agama kepada stasiun televisi untuk tidak menyiarkan azan secara suara, secara audio seperti lazim yang kita saksikan setiap hari di televisi kita,” kata Ulil saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Sebelumnya, Kemenag mengeluarkan imbauan agar stasiun televisi berkenan untuk menyiarkan azan Magrib dalam bentuk running text ketika menayangkan secara langsung ibadah misa yang dipimpin Paus Fransiskus nanti.

Surat itu juga mengimbau agar seluruh televisi nasional menyiarkan secara langsung dan tidak terputus ibadah misa akbar yang dipimpin Paus Fransiskus besok.

Kemenag juga mengingatkan bahwa azan Maghrib yang kemungkinan berlangsung di sela-sela ibadah misa akbar tersebut tetap disiarkan.

Hanya saja, Kemenag mengimbau agar penyiaran azan Maghrib dilakukan dengan cara running text atau teks berjalan yang muncul di layar televisi.

Menanggapi surat tersebut, Ulil memandang bahwa imbauan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Katolik yang tengah beribadah.

“Untuk menghormati ibadahnya umat Katolik yang sedang disiarkan secara langsung pada jam 17.00 sampai jam 19.00,” katanya.

Ia juga mendukung penyiaran langsung Misa Katolik di Gelora Bung Karno, Jakarta, melalui stasiun televisi. Hal tersebut merupakan semacam dukungan kepada umat Katolik yang menerima kunjungan pemimpin tertinggi mereka, yaitu Sri Paus.

“Saya menghargai kebijakan Kemenag, dalam hal ini Bimas Islam dan Bimas Katolik,” kata dia.

Menurut dia, kebijakan Kemenag tersebut menunjukkan penghargaan negara terhadap umat Katolik.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menegaskan bahwa Kementerian Agama bukan saja milik umat Islam, tetapi juga seluruh agama.

“Kemenag tidak saja milik umat Islam, tetapi juga milik semua agama. Saya senang dan mendukung kebijakan Kemenag kali ini yang sangat toleran dan menghargai umat Katolik,” ujarnya.

Redaksi Gerak News