Energi Juang News,Bogor- Udara dingin menusuk kulit ketika mobil yang ditumpangi Kemal dan teman-temannya mulai memasuki kawasan villa tua di daerah Cisarua. Dari kejauhan, bangunan besar bercat kusam terlihat berdiri di antara pepohonan pinus. Aroma tanah basah bercampur hawa lembap langsung terasa begitu mereka tiba di halaman villa tersebut.
Kemal sebenarnya sempat merasa aneh sejak mendengar nama villa itu. Warga sekitar menyebut tempat tersebut sebagai Villa Kamboja. Nama itu membuat siapa saja langsung teringat pada bunga yang identik dengan kuburan. Menurut cerita warga, bunga kamboja di halaman villa itu tidak pernah layu meski tak pernah dirawat. “Kalau malam suka ada bau bunga menyengat sampai ke jalan,” ujar Pak Darto, penjaga warung dekat lokasi. Ia bahkan memperingatkan rombongan Kemal agar tidak keluar kamar lewat tengah malam.
Liburan yang awalnya terasa menyenangkan mulai berubah ketika mereka memasuki villa. Bangunan itu tampak tua dengan lorong panjang dan lampu kekuningan yang redup. Saat beberapa orang sibuk membereskan barang, Kemal dan dua temannya mulai memasak di dapur. Tiba-tiba pintu dapur terbuka sendiri dengan suara keras. “Siapa tuh?” teriak Reno sambil menoleh panik. Namun tidak ada siapa pun di belakang pintu. Beberapa menit kemudian, keran air menyala sendiri tanpa disentuh. Suara air yang mengalir membuat suasana mendadak sunyi.
Meski kejadian itu terasa aneh, mereka mencoba menganggapnya biasa. Salah satu teman Kemal bahkan tertawa sambil berkata, “Ah paling pipa tua.” Namun ketika malam semakin larut, gangguan mulai terasa lebih menyeramkan. Dari lantai atas terdengar suara langkah kaki seperti seseorang berlari kecil. Padahal semua anggota rombongan sedang berkumpul di ruang tengah. “Perasaan tadi nggak ada yang naik ke atas,” bisik Sinta dengan wajah pucat. Suara langkah itu berhenti tepat di atas kepala mereka, lalu terdengar suara benda jatuh sangat keras.
Kemal memberanikan diri naik bersama dua temannya untuk memeriksa lantai atas. Lorong kamar terasa dingin dan gelap meski lampu menyala. Ketika mereka membuka salah satu kamar kosong, udara di dalamnya terasa sangat menusuk. Tirai jendela bergerak perlahan meski tak ada angin. Tiba-tiba terdengar suara perempuan menangis dari kamar mandi. “Dengar nggak?” bisik Kemal pelan. Temannya langsung mengangguk ketakutan. Saat pintu kamar mandi dibuka, suara tangisan itu mendadak hilang begitu saja.
Warga sekitar memang sudah lama percaya bahwa villa itu menyimpan banyak misteri. Menurut cerita yang beredar, dahulu pernah ada seorang perempuan meninggal bunuh diri di salah satu kamar villa setelah ditinggal kekasihnya. Sejak saat itu, banyak tamu mengaku melihat sosok wanita berambut panjang berdiri di balkon lantai dua sambil membawa bunga kamboja. “Kalau malam Jumat suka ada suara perempuan nyanyi,” kata Mang Udin, seorang sopir angkot yang sering melintas di daerah tersebut.
Sekitar pukul dua dini hari, teror mulai mencapai puncaknya. Lampu ruang tengah tiba-tiba mati total. Dalam gelap, suara kursi bergeser terdengar dari arah dapur. Salah satu teman Kemal menyalakan senter ponsel dan mendapati pintu belakang terbuka lebar. Angin dingin masuk bersamaan dengan aroma bunga kamboja yang sangat kuat. “Tutup pintunya! Cepat!” teriak seorang perempuan histeris. Namun sebelum pintu berhasil ditutup, mereka melihat sosok putih berdiri di halaman belakang sambil menatap ke arah villa.
Kemal yang penasaran mencoba mendekat ke jendela. Sosok itu tampak seperti perempuan dengan rambut panjang menutupi wajahnya. Tubuhnya diam tanpa bergerak sedikit pun. Tiba-tiba terdengar suara cekikikan pelan dari arah tangga. Saat mereka menoleh, bayangan hitam melintas sangat cepat menuju lantai atas. “Ya Allah… itu apa barusan?” kata Reno sambil gemetar. Dalam hitungan detik, suara langkah kaki kembali terdengar berlari di plafon rumah seperti ada banyak orang mondar-mandir.
Keesokan paginya, warga sekitar datang setelah mendengar teriakan dari villa semalam. Salah satu teman Kemal ditemukan pingsan di kamar mandi dengan wajah pucat. Ia mengaku melihat sosok perempuan duduk di bak mandi sambil memegang bunga kamboja merah. “Dia bilang jangan berisik di rumahnya,” ujar Kemal pelan kepada warga. Mendengar cerita itu, beberapa warga langsung menyuruh rombongan segera meninggalkan villa sebelum terjadi sesuatu yang lebih buruk.
Sejak kejadian tersebut, Villa Horor Cisarua semakin dikenal sebagai salah satu tempat paling angker di kawasan Puncak. Banyak komunitas paranormal dan acara televisi mistis datang untuk membuktikan cerita menyeramkan di sana. Namun hampir semua orang yang pernah menginap mengaku mengalami kejadian aneh yang sulit dijelaskan logika. Hingga sekarang, villa tua itu masih berdiri sunyi di tengah kabut dingin Cisarua, ditemani aroma bunga kamboja yang menurut warga akan selalu menjadi pertanda bahwa para penghuni tak kasat mata masih berada di sana.
Redaksi Energi Juang News



