Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaMemedi Bondosho Tanda Duka Menjelang Kematian

Memedi Bondosho Tanda Duka Menjelang Kematian

Energi Juang News, Jakarta– Tak banyak yang tahu bagaimana awal mula kemunculan sosok yang dikenal sebagai Memedi Bondosho. Di beberapa daerah sekitar Ponorogo Jawa Timur, cerita tentang keranda terbang yang melayang rendah di malam hari masih menjadi bahan bisik-bisik menakutkan.

Hantu ini diyakini tidak hanya sebagai pengganggu, tetapi juga pertanda duka yang akan datang. Anehnya, keluarga yang akan terkena musibah tak pernah benar-benar melihat wujud utuh dari Memedi Bondosho. Namun, mereka yang mendengar suara pasir yang disiramkan ke atap rumah mereka, selalu jadi pertanda bahwa maut sedang mengintai salah satu dari anggota keluarga mereka.

Di malam Jumat Kliwon yang gelap tanpa bulan, suara benda berisik keras terdengar dari arah tempat penyimpanan keranda di lorong samping Masjid, Lokasinya dekat area tempat wudlu jamaah. Pak Inong dan Pak Doni yang kebetulan belum tidur malam itu mencoba mencari sumber suara.

Perlahan mereka menyusuri bagian sisi lorong samping Masjid yang sebagian lampunya telah dimatikan hingga suasana lorong itu gelap. Namun mereka masih dapat melihat sesuatu samar samar bergerak gerak ditempat biasa keranda mayat disimpan. Mereka memastikan bahwa keranda mayat itu bergerak gerak sendiri dan seketika bulu kuduk mereka berdiri melihat sesuatu yang tak biasa.

Keranda mayat yang ada di Masjid itu bergerak sendiri, terguncang seperti diayun angin yang tidak terasa. “Nong, sampeyan lihat itu?” tanya Pak Doni pada tetangganya, matanya tak berkedip. “Itu… keranda? Kok bisa gerak?” balas Pak Inong dengan suara gemetar ketakutan yang memuncak.

Rasa takut dan penasaran mereka mencoba bertahan kala menyaksikan bayangan hitam melayang. Sejurus kemudian bayangan itu berbentuk seperti sosok hantu dengan raut muka hitam gelap dan mata menyala merah menatap mereka. Rasa takut seketika memuncak sehingga mereka lari tunggang langgang meninggalkan tempat itu.

Baca juga :  Hantu Umbel Molor, Sosok Menyeramkan yang Hanya Memperlihatkan Kotoran Hidungnya

Malam itu, tak seorang pun dari mereka berani tidur sebelum ayam jantan berkokok.

Keesokan paginya, berita duka menyelimuti kampung. Salah satu warga, Bu Sarmi, ditemukan meninggal mendadak dalam tidurnya. Ia dikenal sehat dan tidak pernah mengeluh sakit sebelumnya. “Sudah kuduga, semalam itu pertanda,” gumam Pak Doni warga yang ikut ronda semalam. Kejadian itu semakin menguatkan kepercayaan warga bahwa Bondosho memang pembawa kabar kematian.

Mbah Ragil sesepuh kampung yang telah berusia 90 tahun, mengatakan bahwa Bondosho adalah jelmaan dari dukun pesugihan yang gagal mencapai keabadian. “Ia tumbalkan warga demi memperpanjang umurnya. Tapi saat para korban memuncak, dia menghilang… katanya, rohnya merasuk dalam keranda yang dulu ia pakai buat nganter korban ke kuburan,” jelas Mbah Ragil. Suaranya pelan tapi dalam, menandakan kesungguhannya bahwa kejadian itu benar benar nyata hingga membuat Mbah Ragil ketakutan..

Beberapa warga lainnya meyakini bahwa Memedi Bondosho bukan berasal dari manusia, melainkan jin yang suka mempermainkan manusia lewat fitnah kubur. Sosok ini tak hanya menampakkan diri, tapi juga menyesatkan keyakinan orang-orang yang lemah iman. Dia itu suka bikin takut, biar orang lupa Tuhan dan lebih percaya hal-hal mistis,” ujar Pak Soleh, imam masjid setempat. Namun, keyakinan itu tidak meredakan ketakutan warga.

Salah satu kisah menyeramkan datang dari keluarga Bu Murni. Malam sebelum suaminya meninggal, ia melihat keranda melayang di atap rumahnya. Padahal, tidak mungkin benda seberat itu bisa melayang tanpa ada manusia. “Seperti suara pasir disiram diatap rumah. Pas keluar, melihat keranda itu nelayang padahal sepi banget,” tutur Bu Murni, matanya berkaca-kaca. Hingga keesokan harinya, suaminya terkena serangan jantung mendadak.

Baca juga :  Sirine Tanpa Sopir di Ujung Jalan Sunyi

Sekumpulan warga lingkungan Masjid yang pernah menyaksikan keanehan peristiwa itu sampai saat ini selalu tidur dengan ayat kursi di bawah bantalnya.

Kepercayaan terhadap Memedi Bondosho telah menjadi bagian dari kearifan lokal, meski sering kali berseberangan dengan ajaran agama. Antara mistis dan spiritual, warga hidup di tengah ketakutan akan pertanda kematian yang tak bisa dijelaskan secara logika. Hingga kini, setiap suara keras dari lokasi Masjid di malam hari akan selalu mengingatkan mereka pada satu nama: Bondosho.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments