Energi Juang News,Sidodadi- Citra aparatur desa kembali tercoreng. Seorang oknum perangkat Desa Sidodadi, Kecamatan Kemiri, digerebek warga saat diduga melakukan perbuatan mesum bersama seorang wanita di kamar mandi Kedai, Desa Megulung Kidul, Kecamatan Pituruh, Minggu 24 Mei 2025.
Penggerebekan berlangsung sekitar siang hari dan memancing kemarahan warga yang berada di lokasi. Kejadian ini langsung menyebar dan menjadi sorotan karena melibatkan orang yang seharusnya menjadi teladan di masyarakat.
Berdasarkan keterangan yang didapat polisi, kisah perselingkuhan ini berawal dari Bendot,45, oknum Kaur Kesra desa tetangga yang coba mendekati Mince,38, seorang janda desa sebelah yang baru ditinggal kabur suaminya.
Sepertinya Mince memberi harapan, karena ia juga sudah lama tubuh aduhainya tak tersetuh tangan kasar lelaki. Indikasi keduanya saling mengiyakan kala diajak jalan-jalan dan makan-makan di luar rumah tidak menolak. Maka bahagia betul Bendot sejak 2 tahun lalu. Selain di kantor dapat tunjanganTukin, di luar kantor dapat tunggangan Mince yang jauh lebih seru dan menjanjikan.
Namun hari sial tak tercantum di kalender. Hari itu mereka terlihat bersama di area kedai langganan. Hubungan asmara sejoli yang sudah naik level ngawur, mereka diam diam masuk ke kamar mandi kedai itu.
Penjaga kebersihan curiga gelagat pasangan itu,penasaran dengan suara yang terdengar dari dalam kamar mandi. Suara yang taka sing ditelinga orang dewasa, saat tempur dimalam hari dan bukan siang siang begini. Dari goyang dumang hingga goyang dombret dipraktekkan dan terdengar jelas dari luar.
Akhirnya penjaga memanggil pihak pengelola dan disaksikan pengunjung langsung melakukan penggerebekan.
“Keduanya ditangkap saat berada di kamar mandi dalam kondisi setengah bugil. Pakaian bagian bawah sudah dilepas semua,” kata Polisi saat dikonfirmasi pada Senin (25/05/2026).
Kapolsek setempat membenarkan bahwa laki-laki yang diamankan adalah oknum Kaur Kesra Desa Sidodadi yang sudah berkeluarga. Sementara perempuannya juga warga Desa Sidodadi dan diketahui ditinggal kabur suami.
Salah satu perangkat Desa Sidodadi yang dikonfirmasi mengakui kejadian aksi tak senonoh tersebut. Ia menyebut pelaku adalah Kaur Kesra di desanya.
“Itu dilakukan oleh Kaur Kesra menurut isunya. Kalau detailnya saya tidak tahu. Wanita yang bersamanya juga warga Sidodadi,” ujarnya singkat.
Pengakuan ini memperkuat bahwa peristiwa aksi bejat memalukan itu benar terjadi dan melibatkan aparatur desa yang seharusnya menjaga etika dan moral publik.
Usai digerebek, keduanya langsung diamankan dan diserahkan ke Polsek Pituruh. Karyawan Kedai yang bertugas siang hari mengaku menjadi pihak pertama yang mengetahui kejadian itu di WC.
“Benar, karyawan jaga siang yang menangkap basah. Sekarang sudah diserahkan ke Polsek Pituruh untuk diproses,” kata karyawan tersebut.
Polisi menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini sesuai prosedur. Ia juga menyoroti kelalaian pengawasan di tempat umum.
“Kami imbau warga jangan main hakim sendiri. Kami juga akan segera koordinasi dengan kepala desa dan pemilik kedai agar memasang CCTV. Tempat usaha tidak boleh dinodai perbuatan yang merusak norma,” tegasnya.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus yang melibatkan aparatur desa dalam dugaan pelanggaran moral. Publik kini menunggu ketegasan pemerintah desa dan pihak berwajib dalam menyikapi oknum yang mencoreng nama baik institusi.
Redaksi Energi Juang News



