Sabtu, Mei 30, 2026
spot_img
BerandaOjo LaliKotak Amal Dibobol, Penyok Apes Demi Marni

Kotak Amal Dibobol, Penyok Apes Demi Marni

Energi Juang News,Ngawi- Cinta itu memang buta. Tapi kalau sampai buta arah, buta hukum, dan buta kamera CCTV, itu bukan cinta lagi—itu sudah paket komplit menuju jeruji besi.

Itulah yang dialami Penyok, 29 tahun, warga Ngawi yang mendadak naik kelas dari buruh biasa menjadi “spesialis kotak amal”, demi satu tujuan mulia menurut versinya sendiri: menyenangkan hati sang kekasih, Marni.

Penyok sebenarnya bukan pria ambisius. Hidupnya sederhana, penghasilannya juga sederhana, bahkan hubungan rumah tangganya pun sedang “mode hemat komunikasi”—alias pisah ranjang sudah berbulan-bulan. Di tengah kekosongan itulah hadir Marni, 25 tahun, yang jadi oase sekaligus ujian.

Masalahnya, oase ini butuh perawatan mahal.

Marni, seperti kebanyakan anak zaman sekarang, tentu ingin fasilitas standar hubungan modern: komunikasi lancar via HP Android, lengkap dengan WhatsApp, mungkin plus video call biar makin lengket. Sayangnya, keinginan itu tidak sejalan dengan isi dompet Penyok.

Harga HP sekitar Rp 2,5 juta saja sudah seperti harga tanah kavling di kampung baginya.

Di titik inilah logika mulai digeser, dan nekat mulai mengambil alih.

Karena cara halal terasa terlalu jauh, Penyok memilih jalur cepat. Bukan pinjol, bukan koperasi, tapi… kotak amal masjid.

Dengan strategi ala agen rahasia kelas kampung, Penyok mendatangi beberapa masjid di wilayah Magetan. Modusnya rapi: datang seperti jamaah biasa, ikut salat dengan khusyuk. Tapi setelah salam, bukan doa yang dipanjatkan—melainkan rencana eksekusi.

Begitu situasi sepi, kotak amal langsung dibongkar. Isinya dikuras, tanpa sisa rasa bersalah. Dalam pikirannya mungkin sederhana: ini bukan mencuri, ini “investasi cinta”.

Sayangnya, Penyok lupa satu hal penting: zaman sudah modern, bahkan kotak amal pun punya pengawasan digital.

Baca juga :  Telikung Cinta Jarak Jauh, Berakhir Prahara

CCTV yang terpasang dengan setia merekam semua aksinya. Dari gaya jalan, gerak-gerik, sampai wajah polos penuh dosa itu, semuanya terekam jelas tanpa sensor.

Baru tiga masjid yang jadi korban, alarm tak terlihat sudah berbunyi. Polisi mulai bergerak.

Dan seperti kebanyakan pelaku kejahatan yang terlalu percaya diri, Penyok tetap santai di rumahnya di Ngawi, mungkin sambil membayangkan senyum bahagia Marni saat menerima HP baru.

Tapi yang datang bukan ucapan terima kasih.

Yang datang justru polisi.

Tanpa drama kejar-kejaran ala film, Penyok ditangkap dengan mulus. Barang bukti pun diamankan: HP Android hasil “amal terbalik” dan sisa uang yang belum sempat berubah jadi cinta.

Dalam pemeriksaan, Penyok jujur tanpa banyak basa-basi.

“Buat pacar, Pak…” katanya polos.

Kalimat yang sederhana, tapi cukup untuk membuat pengurus masjid geleng-geleng kepala.

“Saya kira kotak amal itu buat ibadah, bukan buat subsidi percintaan,” komentar salah satu pengurus dengan nada antara kesal dan heran.

Kisah ini pun cepat menyebar. Warga sekitar menjadikannya bahan obrolan, dari warung kopi sampai pos ronda.

Ada yang kasihan, ada yang geleng-geleng, ada juga yang menjadikannya pelajaran penting:
bahwa cinta memang butuh pengorbanan, tapi bukan berarti harus mengorbankan akal sehat.

Penyok kini harus menghadapi konsekuensi. Dari yang awalnya ingin membahagiakan kekasih, justru berakhir dengan status tersangka. Marni? Entah masih setia atau sudah “update status” dengan yang lain.

Yang jelas, HP sudah terbeli, tapi hubungan belum tentu kekal.

Dan yang paling ironis, niat “ibadah cinta” itu malah berubah jadi catatan kriminal.

Mungkin dalam hati kecilnya, Penyok sempat berpikir:
mencuri demi pacar itu seperti amal jariyah—memberi kebahagiaan pada orang lain.

Baca juga :  Mesum Di Mobil Dinas, Berakhir Dipecat

Sayangnya, hukum tidak mengenal istilah itu.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments