Energi Juang News,Mojokerto- Sopir truk pasir itu karena sering tinggalkan keluarga berhari-hari, tak heran mereka menjadi ‘buas’ di jalanan. Maka kemudian ada istilah, sopir itu setiap ngaso mampir. Maksudnya bila sopir istirahat di warung makan, tidak hanya makan nasi berlauk paha ayam goreng.
Tapi paha pelayannya pun bisa dinikmati pula. Walhasil katanya mau istirahat, prakteknya malah ‘kerja keras’. Pantesan saja banyak sopir truk kelelahan setiap keluar warung, hingga truknya sering rebahan dijalan, karena sopirnya juga capek setelah rebahan diwarung..hehehe.
Sebagai sopir truk, Bendot, 30, agaknya Sopir yang suka rebahan dan biasa melanggar lampu merah. Sampai-sampai dalam urusan cewek, paha sesama sopir truk pun main sikat juga.
Awalnya Mimin (16) yang masih sekolah MTS kerja sambilan sebagai pelayan warung langganan makan Penot (28) teman sekamar Bendot. Saat Mimin hendak jumpa Penot di kos-kosannya , ia ketemu Bendot.
”Bang Penot ada?” tanya Mimin.
“Penot barusan jalan kepangkalan sebentar, ” jawab Bendot. “Katanya suruh tunggu disini” lanjut Bendot. Karena situasi hujan Miminpun nurut nunggu diruang tamu kos kosan.
Bendot yang sedari tadi lihat tampang Mimin dari sendal jepit hingga rambut, setan lewatpun membisikan kata ,”Sikaat”. Sentolop Bendot yang telah lama tak dimanjakan, langsung menuruti bisikan setan.
Dalih menjamu tamu Bendot malah keluarkan jurus dewa mesam mesem, seketika pelajar MTs ini malah ditarik masuk ke kamar dan Miminpun dijadikan sasaran tembak sentolop nya. Bendot lupa yang jadi sasaran tembak bukan hanya pelayan rumah makan tapi juga kekasih temannya disikat juga.
Ancaman Bendot membuat Mimin takut mengadukan ke Penot kekasihnya.
Sekali berhasil menodai Mimin rupanya dia jadi ketagihan. Setahun kemudian, ketika ketemu Mimin lagi, kembali Bendot minta nambah jatah lagi. Lagi-lagi
Mimin diseret ke kamarnya dan digauli untuk kedua kalinya.
Dan uniknya hal itu berulang saat Mimin suka ngglibet ke kos-kosan Penot.
Bendot sopir truk dari Trawas Kabupaten Mojokerto, juga tak jauh beda. Tapi rupanya dia malah lebih buas dari perkiraan, mungkin ini yang membuat Mimin ketagihan.
Mestinya hal itu membuat Mimin terhina dan lapor polisi. Ternyata karena
merasa malu, memilih diam saja, sehingga waktu berlalu tak ada proses hukum untuk Bendot.
Ihwal kelakuan mereka, tetangga kos mulai curiga dan isu perselingkuhan ini mengingatkan Penot. Lama kelamaan Penot menyadari ada sesuatu yang terjadi antara Bendot dan kekasihnya.
Tak mau jadi tempat mesum Bendot terus-terusan, kali ini Penot melapor ke keluarga Mimin. Tak terima Penot dan keluarga Mimin lapor pak RT. Tak ayal lagi sopir truk yang buas makan paha Mimin itu harus berhadapan dengan pak RT dan warga. Ulah Bendotpun terbongkar, dan langsung diarak ke Polsek setempat dengan tuduhan perbuatan asusila kea nak dibawah umur.
Siap-siap saja Bendot dibuat bulan-bulanan tahanan yang lain.
Redaksi Energi Juang News



