Senin, April 27, 2026
spot_img
BerandaOjo LaliDrama Bendot: Dari Bos ke Bucin, Rumah Tangga Ambyar

Drama Bendot: Dari Bos ke Bucin, Rumah Tangga Ambyar

Energi Juang News,Mojokerto-Di dunia yang katanya penuh profesionalisme ini, ternyata ada juga yang mengartikan “hubungan kerja” secara mendalam. Bukan soal target, bukan soal laporan bulanan, tapi lebih ke “laporan perasaan”yang sayangnya dimanfaatkan atasan ke bawahan untuk mendapat kesenangan syahwat.

Beginilah kisah Bendot,45th seorang bos dari Mojokerto yang awalnya terlihat seperti paket lengkap: mapan, punya usaha, punya keluarga. Tapi ternyata dia tak mampu mengontrol sentolopnya untuk main api yang menjadi kekurangannya. Entah hubungan dengan istrinya yang tak memuaskan bathin, atau memang sudah tabiat.

Main api itu bernama Mince,25 karyawan yang boleh dibilang menonjol baik kinerja maupun tampang dan lekuk tubuhnya.

Dan seperti hukum alam yang sering dilanggar manusia, kalau sudah main api, jangan kaget kalau yang terbakar bukan cuma korek, tapi satu rumah tangga sekalian.

Awalnya sederhana. Katanya urusan pekerjaan baik meeting, diskusi, sampai evaluasi Bendot bisa bertemu Mince. Kata-kata yang kalau didengar istri sah, Yuli,40th, rasanya adem seperti teh hangat kadang hambar juga sih.

Tapi siapa sangka, “meeting” itu lebih sering dilakukan di hotel daripada di kantor. Kalau laporan keuangan butuh tanda tangan, mereka butuh waktu berdua bertemu.

Awalnya bercanda ala atasan bawahan, tapi lama kelamaan bahas tentang bentuk onderdil Mince baik atas maupun bawah. Mince yang berlatar belakang orang bebas tak mau ikatan, langsung nyamber celoteh dan godaan bosnya itu. Pucuk dicinta ulampun tiba, dan gayung pun bersambut.

Ironisnya,Yuli bukan istri sembarangan, ia seorang wanita karier juga. Dan ia orang yang sangat percaya pada Bendot.

Saking percayanya, Mince yang notabene karyawan malah dapat hadiah mobil mewah. Bukan motor, bukan bonus THR, tapi Mercedes-Benz. Mungkin maksudnya reward kerja keras. Tapi ternyata, kerja kerasnya bukan cuma di kantor.

Baca juga :  Jadi Bu Kades Dimodali Suami,Malah Main Gunting Dalam Lipatan Sama Pamong

Menurut cerita supir bos, Mince sudah menjadi teman bobo siang bosnya sejak lama. Bahkan pasangan haram itu tak malu malu melakukannya di mobil bos, dengan dirinya duduk di kursi supir.

Kalau CCTV bisa dibuka,salah satu tempat favorit Bendot dan Mince adalah tangga kantor. Bukan untuk naik jabatan, tapi untuk naik turunin sentolop Bendot. Di sanalah mereka melampiaskan nafsu tak beradab, tak peduli orang lain tahu, tapi lebih cocok disebut… nekat.

Setiap hari bertemu, setiap hari ada alasan. Kalau cinta sudah kebablasan, deadline pun kalah prioritas.

Semua terbongkar bukan karena insting tajam, tapi karena bukti digital. Screenshot chat mesra, percakapan yang kalau dibaca bikin darah naik lebih cepat yang lupa dihapus.

Kepada orang tuanya Yuli menunjukkan bukti percakapan meskipun lucu:

  Mince   : Ayangg aku bikinkan nasi goreng kesukaanmu ya.

  Bendot : Boleh sayangg

  Mince   : Tapi garam lupa beli..

  Bendot : Gapapa sayangg, pake upil juga enak.

Dan lebih parah lagi tak bisa terbayangkan, saat Yuli sedang cuti melahirkan anak ketiga, Bendot justru lagi asik melancarkan gaya baru dengan Mince di hotel.

Ada juga cara Bendot alasan ke Mince kurang puas dengan drama lokal, pasangan ini naik level ke Bali. Alasan ke Yuli? Lagi-lagi alasan bisnis .

Di media sosial, keduanya bahkan sempat live TikTok bareng. menampilkan kedekatan yang terlalu mencolok untuk disebut profesional.

Yuli baru sadar, bisnis yang selama ini ia puji ternyata hanyalah kamuflase. Bendot dan Mince bukan kerja tapi bisnis birahi. Sementara Yuli sibuk membangun keluarga, orang kepercayaannya justru sibuk membangun cerita di belakangnya.

Dan di titik ini, kepercayaan bukan lagi retak—tapi hancur seperti gelas jatuh dari lantai tiga.

Baca juga :  Alasan Khilaf Mahasiswa Tujuh Kali "Nakali" Bu Dosen Selingkuhannya

Setelah semuanya viral, Bendot akhirnya angkat bicara. Bukan untuk minta maaf panjang lebar, tapi lebih ke… curhat nasib keluarganya yang berantakan.

Katanya dia diusir dari rumah, tidak bisa ketemu anak, bahkan diusir.

Kalimat klasik yang sering muncul di episode terakhir drama perselingkuhan: penyesalan datang belakangan, biasanya setelah semuanya hancur.

Kalau dari awal ingat anak, mungkin ceritanya beda. Tapi ya itu tadi, manusia sering pintar di awal, tapi ceroboh di tengah dan bahkan sampai akhir.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments