Energi Juang News,Madiun-Ibu cap apa Minem, 36, dari Madiun ini? Gara gara dituduh Kadrun,41, suaminya bahwa bayi itu produk hasil perselingkuhan, langsung saja dibakar di tungku perapian. Tentu saja bayi tak berdosa itu langsung wasalam.
Minem sangat sakit hati atas tuduhan itu. Masak iya sih, suami lupa akan “ulah sentolopnya” sendiri? Gara-gara memperturutkan emosi, Minem ditangkap polisi.
Dalam masyarakat Jawa, keluarga yang punya anak cepat disebut “cethek”, sedangkan yang lambat punya anak disebut “jero”. Padahal yang tahu persis “jero” atau “cethek”-nya istri hanyalah suami, sebab dialah yang selalu “menjajagi”-nya kapan saja,gaya apa saja ,dalam rangka menjalankan memperoleh keturunan.
Minem warga Madiun (Jatim), sudah lama menikah, tapi tak kunjung punya momongan. Hasil “kerja”-nya setiap malam sia-sia saja alias hanya kringetan doang! Suami pasrah saja, mungkin Tuhan belum mengizinkan istrinya punya momongan. Ada beberapa orang memang yang menyarankan agar diobati pakai “daun lingga”, tapi Kadrun suami Minem tidak mau.
Hingga tiba-tiba Minem melapor pada suami bahwa dirinya hamil. Kaget juga Kadrun, namun demikian dia tak menyatakan sikap. Baru ketika bayi itu sudah lahir dan dibawa pulang dari RS, Kadrun tak mau menyentuhnya, apa lagi menggendong.
Dilihat dari fisiknya, orang juga melihat kemiripan dengan wajah Kadrun bapaknya. Atau mungkin ada trauma masa lalu Minem yang masih nyantol diingatannya.
“Bayi itu kan hasil perselingkuhanmu dengan lelaki lain ya?.” Tuduh Kadrun. Sedikit kata-katanya, tapi sengak didengar.
Sakit hati sekali Minem mendengar tuduhan suaminya itu. Masak suami sendiri lupa akan setiap malam menindihnya. Mungkin lupa juga pernah minum obat kuat andalannya sampai tiga gelas,”Biar sampe subuh katanya” aku Minem. Jika dituduh selingkuh, dengan lelaki mana membangun koalisi rebahan? Tak bisa menerima tuduhan suami, bayi merah umur 4 hari itu langsung dibakar di atas tungku perapian.
Tentu saja wasalam. Minem yang ngumpet di hutan segera ditangkap polisi dan bayi yang sudah dikuburkan itu digali lagi untuk divisum.
Saking seringnya “nyetrom”, Kadrun jadi lupa pada karya orisinilnya sendiri.
Redaksi Energi Juang News




Really appreciate the clarity in this write-up.