Energi juang News,Purwakarta- Misteri Gunung Hejo Purwakarta telah lama menjadi perbincangan warga sekitar. Bukit yang berada tidak jauh dari jalur Tol Cipularang itu diyakini menyimpan situs keramat berupa batu petilasan yang dikaitkan dengan Prabu Siliwangi. Batu tersebut berada di puncak bukit, ditutupi kain putih dan dipagari sederhana oleh warga yang menghormati keberadaannya.
Untuk mencapai lokasi itu, pengunjung harus menaiki tangga besi yang menanjak ke puncak. Namun tidak semua orang berani datang sendirian. Banyak warga percaya bahwa kawasan tersebut memiliki aturan tak tertulis yang tidak boleh dilanggar. Salah satunya adalah larangan menebang pohon atau merusak apa pun yang ada di sekitar bukit.
“Jangan macam-macam kalau ke atas,” kata seorang warga bernama Asep saat ditemui di kaki bukit. “Dari dulu orang tua kami selalu mengingatkan agar menjaga ucapan dan sikap di sana.”
Menurut cerita yang berkembang, kawasan itu sering didatangi orang-orang dari berbagai daerah yang memiliki keinginan mendapatkan kekayaan secara instan. Di sekitar situs kerap ditemukan bekas sesajen, tikar yang terhampar, hingga berbagai perlengkapan ritual yang ditinggalkan begitu saja setelah malam berganti pagi.
Suatu malam, seorang pencari rumput yang melintas di sekitar Gunung Hejo mengaku melihat sosok perempuan berpakaian putih berdiri di dekat petilasan. Saat didekati, sosok itu perlahan menghilang ke dalam kabut. Warga sekitar kemudian mengaitkan penampakan tersebut dengan makhluk gaib yang dikenal dengan nama Dewi Cempaka.
“Saya lihat dia berdiri diam menghadap batu,” ujar pria itu kepada warga. “Begitu saya berkedip, sosoknya lenyap. Padahal jaraknya tidak sampai sepuluh meter.”
Tidak hanya Dewi Cempaka, masyarakat sekitar juga mengenal kisah tentang Jin Barkola dan Hanoman yang disebut-sebut sering muncul saat ritual tertentu dilakukan. Beberapa orang mengaku mendengar suara langkah kaki mengelilingi bukit pada tengah malam, meski saat diperiksa tidak ditemukan seorang pun di lokasi.
Cerita yang paling menyeramkan adalah kaitan antara Gunung Hejo dan sejumlah kecelakaan di Tol Cipularang. Sebagian warga percaya bahwa setiap ritual pesugihan membutuhkan tumbal. Karena letaknya berdekatan dengan jalur tol, muncul anggapan bahwa korban kecelakaan merupakan bagian dari konsekuensi gaib yang menyertai praktik tersebut. Meski demikian, keyakinan ini hanya sebatas cerita yang berkembang di masyarakat dan tidak pernah terbukti secara ilmiah.
“Kalau lewat Tol Cipularang malam-malam, saya selalu baca doa,” tutur seorang sopir angkutan. “Entah benar atau tidak, tapi banyak cerita aneh yang sudah saya dengar sejak dulu.”
Hingga kini Misteri Gunung Hejo Purwakarta masih menjadi legenda yang terus hidup di tengah masyarakat. Di antara kabut, petilasan tua, dan kisah-kisah gaib yang beredar, bukit itu tetap berdiri tenang mengawasi lalu lalang kendaraan di Tol Cipularang. Benar atau tidaknya cerita pesugihan dan penampakan tersebut, warga setempat selalu mengingatkan para pelintas untuk berhati-hati, menjaga keselamatan, serta tidak lupa berdoa selama perjalanan.
Redaksi Energi Juang News



