Senin, Juli 27, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaMisteri Hantu Banyu Sungai Musi, Teror Bau Amis yang Menarik Korban ke...

Misteri Hantu Banyu Sungai Musi, Teror Bau Amis yang Menarik Korban ke Dasar Sungai

Energi Juang News, Palembang- Sungai terbesar di Sumatera Selatan telah menjadi nadi kehidupan masyarakat selama ratusan tahun. Dengan panjang sekitar 750 kilometer, aliran sungai ini membentang melintasi wilayah Bengkulu dan Sumatera Selatan, menjadi jalur transportasi, sumber mata pencaharian, hingga bagian penting dari sejarah Palembang. Namun, di balik fungsinya yang begitu vital, masyarakat sekitar menyimpan sebuah cerita turun-temurun yang hingga kini masih membuat bulu kuduk berdiri.

Menurut riset mengenai cerita rakyat setempat, Hantu Banyu Sungai Musi digambarkan sebagai makhluk gaib bertubuh besar menyerupai siamang dengan bulu lebat. Sosok itu dipercaya mengeluarkan bau busuk bercampur amis yang menyengat sebelum menampakkan diri. Warga meyakini makhluk tersebut sering muncul ketika air sungai sedang pasang atau menjelang waktu Maghrib. Kehadirannya konon menjadi pertanda akan adanya korban tenggelam di sungai.

“Kalau air tiba-tiba tenang di atas, tapi di bawah terasa berputar, jangan berani mendekat,” ujar Pak Harun, seorang nelayan tua yang tinggal di tepian sungai. “Orang tua kami selalu bilang itu tanda Hantu Banyu sedang mencari mangsa.” Ucapannya diamini oleh beberapa warga yang memilih segera pulang ketika permukaan sungai berubah menjadi cokelat susu tanpa sebab yang jelas.

Cerita lain yang paling ditakuti warga adalah tentang rumah-rumah panggung yang memiliki tangga langsung menuju sungai. Konon, pada malam tertentu tangga kayu itu mendadak menjadi sangat licin meski tidak terkena hujan. Mereka yang terpeleset dipercaya akan terseret arus sebelum sempat meminta pertolongan. Dalam cerita rakyat tersebut, jasad korban baru akan mengapung sekitar dua hari kemudian.

“Asal jangan turun ke sungai saat Maghrib,” bisik seorang ibu bernama Bu Siti kepada cucunya. “Kalau sudah tercium bau amis menyengat, cepat masuk rumah dan tutup pintu.” Sang cucu hanya mengangguk sambil memeluk neneknya. Di kejauhan, suara air yang menghantam tiang rumah panggung terdengar seperti langkah kaki yang perlahan mendekat.

Baca juga :  Kisah Mistis di Balik Jembatan Asem Buntung: Lokasi Angker di Ponorogo

Asal-usul Hantu Banyu sendiri memiliki beberapa versi. Salah satu yang paling dikenal menyebut makhluk itu berasal dari arwah korban tenggelam yang tidak pernah menemukan ketenangan. Namun, legenda lain berkisah tentang seorang putra mahkota yang terkena kutukan hingga tubuhnya mengeluarkan bau busuk. Kutukan itu hanya bisa hilang bila ia menikahi perempuan yang lahir tanpa ari-ari. Seorang putri akhirnya memenuhi syarat tersebut, tetapi tidak sanggup menahan bau menyengat sang pangeran. Dalam keputusasaan, sang putri memilih menceburkan diri ke sungai dan dipercaya berubah menjadi Hantu Banyu.

Kepercayaan masyarakat juga menyebut makhluk itu mampu menahan arwah korban di dasar sungai, terutama anak-anak. Karena itulah, jika ada korban tenggelam yang tak kunjung ditemukan, sebagian warga dahulu memanggil pawang untuk melakukan ritual pencarian. “Kami percaya pawang hanya membantu mencari lewat doa,” kata seorang warga lanjut usia. “Soal benar atau tidaknya, semua kembali kepada kehendak Tuhan.”

Tanda-tanda kemunculan Hantu Banyu menurut cerita rakyat antara lain air sungai berubah cokelat susu, permukaan tampak tenang tetapi memiliki pusaran kuat di bawahnya, serta perbedaan suhu yang mencolok antara permukaan dan dasar air. Dalam kisah yang berkembang, makhluk itu dipercaya membawa korban ke dasar sungai lalu menghisap sumsum tulang belakangnya. Cerita ini menjadi salah satu bagian paling menyeramkan dalam legenda yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi, meski tidak memiliki bukti ilmiah.

Meski terdengar menyeramkan, banyak budayawan memandang legenda Hantu Banyu sebagai simbol peringatan agar masyarakat menghormati sungai dan menjaga kelestarian alam. Sungai Musi memang memiliki arus kuat, pusaran, serta perubahan pasang surut yang dapat membahayakan siapa saja yang lengah. Kisah horor tersebut akhirnya menjadi cara tradisional untuk mengingatkan anak-anak maupun orang dewasa agar tidak bermain sembarangan di tepian sungai.

Baca juga :  Gang Lorong Mayit: Kutukan Arwah Yang Tak Terselesaikan di Kampung Mati di Lumajang

Hingga sekarang, cerita mengenai Hantu Banyu Sungai Musi masih sering terdengar di warung kopi, rumah-rumah panggung, hingga perkampungan nelayan di tepian sungai. Terlepas dari benar atau tidaknya keberadaan makhluk tersebut, legenda ini tetap hidup sebagai bagian dari kekayaan folklor Sumatera Selatan. Ketika senja mulai turun dan aroma lumpur bercampur angin sungai berembus pelan, sebagian warga memilih menutup pintu rumah lebih awal. Bagi mereka, ada kisah yang lebih baik tetap menjadi peringatan daripada harus dibuktikan dengan kehilangan nyawa.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments