Energi Juang News, Bandung- Kisah Nyata Hantu Pangalengan menjadi salah satu cerita mistis yang masih sering diperbincangkan warga Jawa Barat. Pengalaman ini dikisahkan oleh seorang pria bernama Edi yang mengaku mengalami kejadian di luar nalar saat pulang bersama keluarganya dari Pantai Santolo menuju Bandung melalui jalur Pangalengan. Jalur yang dipenuhi hutan dan hamparan kebun teh itu sejak lama dikenal memiliki banyak cerita misteri.
Seperti kisah nyata yang dialami oleh salah seorang warga yang bernama Edi, yang mengisahkan kisahnya beserta keluarganya yang warga Bandung ini. Edi dan keluarga saat itu hendak pulang ke Bandung dari pantai Santolo dengan melewati jalur Pangalengan bersama rombongan keluarganya.
Karena menurutnya jalur melalui Pangalengan lebih dekat daripada harus melalui Garut. Saat itu berangkatlah Edi beserta rombongan yang berjumlah 4 mobil dari Pantai Santolo dengan melewati jalur Pangalengan. Edi melewati jalur Pangalengan saat itu sudah hampir Isya, jalur Pangalengan memang terkenal dengan pemandangan hutan-hutan dan kebun teh yang terhampar luas disepanjang jalannya.
Cerita menyeramkan itupun bermula disini, saat itu posisi Edi berada dirombongan mobil terakhir dan saudara Edi yang dimobil pertama mengalami kejadian yang sangat mengerikan. Ketika dalam perjalanan, anak dari saudara Edi melihat ada seekor burung didepan kaca mobil yang selalu mengikuti mobil tersebut, padahal saudara Edi tersebut tidak melihat burung tersebut.
Akhirnya saudara Edi mengabaikan cerita anaknya tersebut dan memilih untuk mampir disebuah mushola untuk menunaikan sholat isya. Ketika semua orang turun untuk sholat isya, istri saudara Edi tidak ikut turun karena memang sedang berhalangan sholat, akhirnya ia diam dimobil beserta anaknya yang melihat burung tersebut. Lagi anak tersebut berkata bahwa ia melihat burung didepan mobil yang tidak terbang-terbang dan hanya diam saja.
Sontak sang ibu yang memang tidak melihat meyakinkan anaknya bahwa tidak ada burung dan mungkin hanya bayangan yang anaknya lihat itu. Akhirnya setelah semua selesai sholat isya Edi beserta rombongan kembali meneruskan perjalanan pulang, namun ditengah perjalanan mereka kembali beristirahat karena menemukan sebuah warung tempat makan.
Hal aneh mulai terjadi saat tiba-tiba pemilik warung berkata “Pak saya liat burung dimobil itu burung punya siapa? Hati-hati pak bapa kayanya bawa seseorang yang bapa ga tahu siapa itu. Nanti misalkan ada suara apa-apa terus aja jalan pa jangan berhenti jangan nengok jalan aja terus,” kata pemilik warung tersebut.
Tidak lama setelah makan, Edi dan rombongan melanjutkan perjalanan pulang, dalam gelapnya malam dan sekeliling jalan hanya hutan dan perkebunan, tiba-tiba dalam mobil yang ditumpangi oleh saudara Edi tadi terdengar suara dan sejurus kemudian anak yang dapat melihat burung tersebut berkata bahwa burung yang dari tadi mengikuti sudah tidak ada.
Namun ini bukan akhir kisah menyeramkan ketika burung tersebut hilang, kembali anak dari saudara Edi mendengar ada suara tertawa yang terus mengiringi mobil sepanjang jalan, dan anehnya ibu dan ayah dari anak tersebut memang tidak mendengar suara tertawa tersebut.
Tidak berselang lama ketika mobi Edi dan rombongan telah melewati jembatan yang ada disekitar Pangalengan dan seketika saat itu juga disertai tawa lirih serta sosoknya yang berambut panjang dengan baju putih tiba-tiba menghadang mobil saudara Edi. Langsung seketika saudara Edi mendadak menginjak rem dan seketika berhenti, namun sosok kuntilanak tersebut seketika hilang entah kemana.
Lalu Edi dan saudaranya tersebut memutuskan untuk melupakan dan terus melanjutkan perjalanan pulang. Naas walau sosoknya tidak terlihat tawa kuntilanak yang lirih itu masih terdengar sepanjang jalan seakan ikut dalam mobil tersebut.
Dengan perasaan yang campur aduk saudara Edi beserta istri dan anaknya yang mendengar suara itu hanya bisa diam saja seolah tidak terjadi apapun. Hingga akhirnya suara kuntilanak tersebut menghilang disebuah aliran curug disekitar Pangalengan.
Redaksi Energi Juang News



