Energi Juang News,Sleman- Ayah tiri perkosa dua anak di Sleman menjadi perhatian publik setelah polisi mengungkap dugaan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan keluarga. Pelaku berusia 41 tahun itu diamankan aparat setelah laporan korban dan keluarga diterima pihak kepolisian.
Istri adalah obyek iclik sentolop bagi suami yang dilindungi hukum agama dan negara. Tapi ketika pihak istri tidak ridla, suami bisa kena pasal perkosaan. Ini setidaknya menurut UU PKDRT (Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Bagaimana kalau ngiclik anak kandung atau anak yang diduga bukan anak kandung? Ya sama saja, semua tidak boleh. Negara melarang, agama juga mengharamkan.
Tapi Bendot warga Sleman mencoba bikin terobosan hukum, padahal dia bukan hakim di MA maupun di MK. Hukum negara soal perkosana mau didiskresi. Apakah Bendot orang kenthir (gila)? Sangat boleh jadi, sebab skandal cinta yang terjadi 15 tahun lalu hendak dijadikan alasan hukum untuk ngiclik buah hati sendiri.
Kisahnya terjadi sekitar 15 tahun lalu ketika sang istri, Ginem, 35, tertangkap basah berlaku mesum dengan lelaki lain bukan suami. Meski pada akhirnya telah lahir dua anak ABG, Bendot menganggap dua anak itu, baik Tiwok , 14, dan Peni, 12, adalah anak hasil selingkuhan. Padahal hampir tiap malam sebagai suami Bendot ikut punya andil.
Tanpa melalui test DNA Bendot memastikan bahwa baik Tiwok maupun Peni adalah produk PIL istrinya. Karena itulah dia menganggap tak bermasalah ketika pada suatu saat nanti memperkosa mereka. Dia tetap meyakini bahwa dua ABG itu bukanlah darah dagingnya sendiri.
Ketika berangkat gede, dua ABG itu nampak cantik. Nah, bakat kambing bandot sentolop Bendot mulai hadir, di otak dia dan didukung setan jahanam mendadak ingin menikmati kemulusan tubuh dua ABG itu. Lagi-lagi dia beralasan, toh mereka bukan anak sendiri. Apa lagi setan pun mendukungnya secara total. “Sebagai setan, saya sangat mendukung langkahmu,” kata setan beri dorongan.
Benar saja, dengan sejumlah ancaman, satu persatu baik Tiwok maupun Peni berhasil menikmati tubuhnya. Tapi baru beberapa kali berbuat, kedua ABG itu melanggar konsensus, mereka melapor ke ibu dan tentu saja Ny. Bendot tidak terima dan segera lapor polisi.
Dengan segera polisi Polisi menangkap “kambing bandot” dari Sleman tersebut. Dalam pemeriksaan Bendot tetap mengakui bahwa yang diperkosa orang lain, bukan darah dagingnya. “Istriku kan dulu pernah selingkuh,”: jawabnya mau benar sendiri.
Redaksi Energi Juang News



