Energi Juang News,Bekasi- Menjadi pemimpin desa tidak hanya soal membangun jalan, mengurus administrasi, atau menghadiri rapat warga. Jabatan publik juga menuntut keteladanan. Sekali terpeleset dalam urusan pribadi, dampaknya bisa lebih besar daripada yang dibayangkan.
Bini di rumah sudah kinclong, tapi lihat bini orang masih bengong dan kemudian dicolong. Akibatnya, tahu sendiri. Ketika suami wanita yang diganggunya melapor pada atasannya dan polisi, urusan jadi panjang, lebih panjang dari nafsunya. Mending jika hanya dicopot dari jabatannya, banyak juga yang masuk penjara.
Kades Barok, 40, dari Bekasi ini kini nasibnya di ujung tanduk. Dia terbongkar punya skandal dengan Bu RW, Ny.Mimin, 33. Warga yang malu punya pemimpin desanya celamitan, rame-rame demo ke kantor Pemda Bekasi, minta Barok dicopot. Sebab dia sudah merusak rumahtangga orang.
Kades Barok berada dalam dua pilihan itu. Kalau tidak dipecat ya bisa masuk penjara, atau bahkan dua-duanya. Kesalahannya lebih berat dari korupsi. Sebab orang masih bisa senyum-senyum ketika digelandang ke gedung KPK. Tapi jika kasusnya ndhemeni istri orang dia tak bisa lagi tegak kepalanya. Sesama warga diolok-olok, sama bini diembargo urusan ranjang.
Menjadi Kades memang harus bergaul akrab dengan para RW di bawahnya. Tapi Kades Barok melampui batas. Pada suami Mimin cukup dekat pergaulannya. Tapi pengin pula menggauli bini salah satu RW-nya. Ini kan kurang ajar, Kades yang tidak bisa jadi panutan, karena hobinya gerumutan. Kalau nggerumut teroris atau KKB Papua, banyak yang mendukung, tapi kalau nggerumut bini warga?
Kades sering ke rumah Pak RW, merupakan hal biasa. Tapi kunjungan Kades Barok ke rumah RW Kirun ada motif lain lain. Awalnya bicara soal pelayanan masyarakat, tapi ketika Pak RW lengah Barok justru bicara pelayan seks untuk dirinya.
Kebetulan Pak RW ini pekerja sibuk, sering pergi ke luar kota berhari-hari. Nah, di situlah Kades Barok mulai “blusukan” ke kamar Ny.Mimin yang wajah dan bodinya memang toyiiiiib (bagus, Bahasa Arab).
Ndilalah kersaning Allah, Ny.Mimin memberi karpet merah atas kehadiran Pak Kades. Karenanya jika sedang tak “lampu merah”, Bu RW siap memberikan pelayanan purna ranjang sambil mengerang-erang. Aksi mesum itu terkuak ketika jejak chating mesumnya terbaca oleh Pak RW. Ributlah suami istri di rumah. Mimin mencoba mengelak, tapi bukti-bukti sulit dibantah.
Rupanya marahnya Pak RW gara-gara skandal Bu RW dengan Kades itu terdengar oleh warga, sehingga kemudian masuk grup WA. Situasi desa itu menjadi panas, mereka tak sudi punya Kades yang celamitan, jadi alap-alap bini orang. Mereka pun demo ke kantor Pemda Bekasi, menuntut Barok dicopot, dicarikan pengganti yang amanah, tidak hanya bisa ah ah…… di ranjang.
Tentu saja Pemda Bekasi tak bisa serta merta mencopot Kades Barok. Harus diselidiki dulu kebenarannya. Karenanya Pemda harus mempertemukan Pak Kades dan Pak RW, bagaimana duduk dan berdirinya persoalan. Jika semua itu benar adanya, tinggal menghitung hari nasib jabatan Kades Barok.
Mengorbankan jabatan demi sebuah kenikmatan.
Redaksi Energi Juang News



