Energi Juang News,Batang- Soal memanjakan sentolop bagi Kades Giman, 40, dari Batang (Jateng) ini, Kades main ngembat janda itu soal kecil, lha wong konglomerat saja main judi di luar negeri. Maka ketika beberapa kali kepergok mesum dengan WIL-nya, berbalik mengaku telah kawin siri dengan Imah, 30 janda ditinggal mati suami.
“Habisnya istri saya talak malah ditolak,” kata Giman beralasan.
Orang Jawa punya nasihat, siapapun orangnya jangan sampai terlibat Ma-Lima, yakni: main (judi), madon (main perempuan), mabuk (minum alkohol), madat (narkoba), dan maling. Oleh karenanya pemimpin dari tingkat Kades, Camat, Bupati, Walikota, Guberbur, Menteri sampai Presiden, dilarang jadi praktisi Ma-Lima tersebut.
Maka sungguh ironis konglomerat RI, enak saja mondar-mandir ke luar negeri hanya untuk main judi. Ironisnya istrinya kok yang mendiamkan saja. Tak ada interpelasi, atau jangan-jangan karena sudah diajak belanja barang mewah di Jakarta?
Mungkin karena pertimbangan itu, Kades Giman dari Batang ini tak merasa bersalah ketika punya WIL. Lha wong konglomerat saja main judi, apa salahnya Kades main perempuan? Mungkin begitu pemikiran koplak Pak Kades. Yang penting mainnya rapi, tidak “nyolok mata” dan warganya tak ada yang mengetahui.
WIL Pak Kades adalah janda Imah yang memang cantik di kelasnya. Aksi mesumnya sampai berbulan-bulan tak ada yang tahu, karena daerah operasionalnya dari hotel ke hotel meski kelas melati. Tapi yak arena mainnya di hotel kelas kambing itulah, Giman – Imah terkena oleh razia Satpol PP. Tentu saja Satpol PP-nya ikut kaget seorang Kades mestinya jadi panutan kok malah kepergok mut-mutan. Entah apa yang diemutnya. Dari olah TKP ternyata bukan hanya emut emutan saja tapi sudah mengarah ke aksi banting bantingan di kasur empuk hotel.
Penduduk desa pun marah, memakinya: penjorangan pisan (kurang ajar betul). Karen malu Kades Giman minta maaf, warga bisa melupakan skandal Pak Kades ini.
Tapi rupanya selingkuh itu ngglabet (nikmat)-nya luar biasa, sehingga hanya beberapa minggu dia “doking” ibaratnya kapal. Tapi “jangkar” Giman terlalu lama nganggur rupanya nggak asyik juga, diam-diam Kades Giman kembali membangun jaringan asmara bersama Imah.
Bila tempo hari yan merazia Satpol PP, kini justru istri sendiri yang mengerebeknya. Lagi-lagi kedapatan Pak Kades dan Imah banting bantingan pake sentolop Pak Kades di hotel. Langsung saja skandal memalukan itu dilaporkan ke Camat setempat. Camat memang tidak bisa mengambil tindakan pada Kades, tapi setidaknya bisa meneruskan ke Bupati Batang yang punya kuasa.
Warga desa yang marah mendengar kelakuan Kadesnya pecicilan mengejar kenikmatan. Mereka rame-rame demo ke kantor Kades sambil membawa berbagai spanduk dan poster. Isinya, Kades Giman diminta mundur, karena dia bukan tokoh panutan, bahkan doyan mut-mutan.
Tapi kini dia ganti alasan, keintimannya bersama Imah bukanlah hal yang dilarang, karena telah menikah siri artinya halalan toyiban numpaki Imah. Kenapa menikah siri, karena dia sudah menggugat cerai istrinya, tapi ditolak. Makanya ketimbang terjebak dalam aksi perzinaan, Imah pun kemudian dinikahinya secara siri.
Redaksi Energi Juang News




