Selasa, Agustus 11, 2026
spot_img
BerandaOjo LaliBawa Aset Bergerak Dan Bisa Bergerak-Gerak Punya Orang Secara Sepihak, Berakhir Urusan...

Bawa Aset Bergerak Dan Bisa Bergerak-Gerak Punya Orang Secara Sepihak, Berakhir Urusan Polisi

Energi Juang News,Karawang- Nggak punya moral betul Panjul, 35, dari Karawang ini. Bini aset bergerak tetangga dianggapnya ayam sayur main gondol saja. Ketika dia kesengsem berat pada Inem, 30, begitu ada kesempatan langsung dikurung di hotel dan digituin. Tentu saja suaminya tak terima, sehingga lapor polisi. Panjul yang sempat kabur saat digerebek, akhirnya ditahan juga.

Lelaki tertarik wanita cantik, itu sudah jamak. Tertarik pada bini tetangga yang bahenol juga tak dilarang undang-undang. Yang tak boleh adalah, wacana itu lalu dilanjutkan dengan karya nyata, yakni mendekati, menggombali, kemudian…… menggauli. Ini bisa kena pasal 372 KUHP (penggelapan), karena menguasai milik seseorang secara tanpa hak. Ancaman hukumannya 4 tahun penjara lho!

Panjul yang tinggal di rumah kos-kosan dekat Kawasan industri, punya tetangga yang sudah berkeluarga. Istri tetangga yang bernama Inem, cantiknya selangit, isinya bedaging semua bro….; setidaknya menurut Panjul. Bagi Panjul yang boleh dikata bujang lapok, karena usia segitu belum pernah “mbelah duren”, melihat Inem bagaikan musafir menemukan oase di padang pasir.

Kini Panjul punya kesibukan baru, setiap pagi pukul 07:00 selalu mengintip atau mencuri-curi pandang saat Ny. Inem belanja ke tukang sayur dorong. Gaya jalannya, gerakan pinggulnya, bikin Panjul sport jantung, membayangkan yang enggak-enggak sambal megangin sentolopnya. Padahal dia sendiri belum pernah eksekusi soal begituan.

Sebetulnya Panjul ini tidaklah jelek-jelek amat sebagai lelak. Cuma dia ini kurang bergaul dengan wanita, lantaran sibuk dengan studi dan kerja. Akhirnya setelah selesai kuliah dan kerja, gagap dia mencari teman hidup. Teman seangkatannya sudah pada berkeluarga, dia masih solo karier, tiap malam kedinginan digigit nyamuk.

Karena kurang pergaulan itulah, Panjul jadi kurang banyak pilihan. Di Karawang banyak gadis dan janda yang stoknya sampai Lebaran dijamin aman,  tapi yang ditelateninya hanyalah Inem melulu. Tiap pagi pelototi goyang pinggul Inem, padahal STNK dan BPKB-nya sudah atas nama Parjo, 34, suaminya.

Baca juga :  Hati Istri Luka, Kepalanya Juga, Benar-Benar Luka Di Atas Luka

Lama-lama Inem tahu aspirasi Panjul. Celakanya dia sendiri sebetulnya juga ada filling pada anak muda kemampo (setengah tua) ini. Makanya dia memberi peluang. Jika masak enak di rumah, Inem suka kirim juga kepada Panjul yang ngefans pada dirinya. Tanpa sengaja koalisi sudah terbangun.

Soal beginian, koalisi tanpa eksekusi sama saja bohong. Karenanya mereka ingin menjalnya. Usai magrib Inem pamitan beli sayur untuk makan malam. Tapi ternyata tidak balik-balik. Padahal aslinya, dia tidak pergi ke warung makanan, malainkan “diculik” oleh Panjul dan dikurung dalam hotel. Karena sudah mau sama mau, tahu sendirilah tindak lanjutnya di kamar hotel itu.

Asik asikan main aksi kuda lumping hingga kuda pacu semalaman, karena kesempatan tak datang dua kali kata mereka. Panjul baru merasakan ada yang bisa bergerak-gerak dibawah selimut hotel, membuatnya ketagihan. Inem yang lebih pengalaman soal servis bawah selimut mampu memuaskan Panjul.

Enak bagi Panjul-Inem, eneg bagi Parjo. Sejak pergi beli sayur tak kunjung pulang, dia sudah berulangkali menelpon HP istrinya, tapi tak ada jawaban. Untungnya ada tetangga yang melihat Panjul-Inem boncengan motor berdua. Otak Parjo langsung bekerja, “Jangan-jangan istriku digondol codot!!” katanya dalam hati.

Parjo segera menyisir sejumlah hotel di Karawang semalaman. Untungnya jumlah hotel di kota itu tak begitu banyak, sehingga baru “sweping” di hotel kelima sudah menemukan motor istrinya diparkir di halaman hotel. Dia mau tanya langsung ke resepsionis tentang tamu Panjul-Inem di kamar berapa, tak ada keberanian. Mau ketuk setiap kamar, takutnya keliru.

Ee ndilalah, nampak Panjul dan Inem bergandengan hendak keluar hotel. Langsung saja Parjo menggerebeknya sendirian. Tentu saja Inem dan Panjul belingsatan, jejak mesumnya terlacak oleh pemilik asset. “Keterlaluan kamu. Memangnya ayam kampung, main kurung bini orang seenaknya.” Omel Parjo.

Baca juga :  Cinta Segitiga Berujung “Double Kejutan”

Tapi yang bersangkutan  tak menjawab kecuali kabur. Yakin bahwa Panjul-Inem sudah “masuk Pak Eko….” Parjo segera lapor polisi. Esok harinya Panjul bisa ditangkap dan jadi tersangka. Dia kena pasal 372 itu tadi, penguasaan sepihak asset orang secara tanpa hak.

Panjul ngaku hanya membawa aset bergerak dan bisa bergerak-gerak dibawah selimut hotel, katanya dihadapan penyidik.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments