Energi Juang News, Magelang–Orang jika sedang mabuk agaknya jadi lupa segalanya. Tak peduli istri sahabat, yang penting nikmat. Seperti Kabul, 29, ini contohnya. Habis pesta miras di rumah teman, jutru istri tuan rumah digaulinya. Dalam pememeriksaan dia mengakui, ”Aku sedang pusing, kok istri Jiman tidur telanjang. Ya tak sikat…..!” Kabul yang masih dalam pengaruh cap tikus berkicau.
Kata ustadz, ” orang mabuk itu temannya setan”. Tak salah memang, sebab orang mabuk jadi lupa akan kebenaran, lupa akan rasa malu dan harga diri. Tentunya ini jika mabuk karena minuman keras sebangsa bir atau cap tikus, ya mabuk tanpa kontrol. Lain lagi kalau mabuknya karena makan gadung, paling-paling cuma pusing dan dibawa tidur atau makan goreng tempe akan hilang dengan sendirinya.
Kisah berawal saat Jiman(30) kedatangan tamu Kabul dari Desa Banyuroto,Magelang sahabatnya, si tamu bukan dijamu dengan makanan layaknya tamu, tapi malah diajak minum Cap tikus didalam rumahnya. Magelang memang berhawa dingin. Minum alkohol Cap Tikus di tengah hawa dingin yang menggigit, hal asyik yang melenakan. Malam semakin larut, Jiman – Kabul sudah menenggak minuman berbotol-botol dan mukanya pun sudah memerah seperti wayang kulit Baladewa. Jiman yang sesungguhnya tak begitu tahan mabuk, tumbang duluan. Jiman tertidur di ruang tamu.
Tiba-tiba Kabul kebelet mau ke belakang. Kabul tau tuan rumah yang tak memiliki WC representatif, ia berinisiatif pakai sepeda motor miliknya, untuk buang air di kali tak jauh dari rumah Jiman. Beberapa saat setelah buang hajat Kabul kembali ke rumah Jiman dengan lewat pintu samping. Tanpa diduga Kabul melihat pemandangan yang lain dari yang lain. Entah ”pasang jebakan” atau bagaimana, dia melihat Peni (28) istri Jiman tidur di kamar dalam kondisi pakaian setengah terbuka. Sontak adrenalin sentolop Kabul meronta.
Seperti Jaka Tarub ketemu bidadari Nawangwulan, nafsu Kabul langsung bangkit tanpa batas norma. Ia mencari akal cara supaya masuk tak ketauan Jiman. Pelan pelan Kabul mengendap endap seperti tikus masuk ke kamar dimana Peni berada lewat jendela. Lupa bahwa itu istri sahabat sendiri, Peni langsung saja diterjang tanpa ampun. Karena setengah sadar dari ngantuk atau lampu kamar yang redup, Peni yang mengira tubuh yang diatas perutnya itu Jiman suaminya, tanpa curiga Kabul dilayani saja hingga tuntas tassss….. Pergumulan keras sekeras kerasnya terjadi dimalam jahanam itu.
Karena serangan Kabul secara membabi buta, menimbulkan suara berisik yang membangunkan Jiman. Jiman yang setengah sadar memergoki istrinya sedang berselancar dengan Kabul sahabatnya. Tentu saja dia marah besar, kurang asemm…ada tamu kok kurang ajarnya di luar batas. Jiman pun naik pitam langsung menghajar Kabul tanpa ampun.
Kabul yang posisi tak siap akhirnya tumbang, ia sudah ampun-ampun minta maaf, tapi Jiman tak bisa memaafkan yang satu ini.
Dijamu minum bir bersama, mestinya kan sudah matur nuwun, kok ini Kabul masih yak-yakan memperkosa istri tuan rumah. Kabul pun dimaki-maki, dengan menyebut semua koleksi hewan di bonbin Gembiraloka, Yogyakarta.
Karenaperistiwa malam itu esok paginya Jiman segera mendatangi Polres Magelang, melaporkan ulah Kabul sahabatnya tersebut. Dan Kabul kini jadi urusan polisi, gara-gara mabuk berulah ‘nggebuk’ pakai sentolop ke istri Jiman temannya.
Sangat jelas alasan Jiman melapor Polisi, “wong Peni ini kan bukan wilayah domain Kabul, kenapa diacak-acak juga” kata Jiman didepan Polisi. Dalam pemeriksaan Kabul terus terang mengakui, semula tak ada niatan seperti itu. Tapi begitu melihat Peni yang cukup cantik itu tidur dengan pakaian setengah terbuka, siapapun imannya pasti langsung jebol. ”Tapi saya bukan memperkosa, wong Peni juga melayani dengan baik,” bela Kabul. “Dengkulmu amoh. Kamu dikira suaminya, tahu?” bentak Polisi yang memeriksa.



