Senin, Mei 18, 2026
spot_img
BerandaOjo LaliDalih Minta Restu, Kirim Video Syur ke Ortu

Dalih Minta Restu, Kirim Video Syur ke Ortu

Energi Juang News, Semarang–Kisah perbuatan rudapaksa muncul dari seorang remaja bernama Bondet, 19 tahun, yang tampaknya mengira hidup ini adalah gabungan sinetron, vlog prank, dan drama keluarga XXX sekaligus. Jika orang lain menyelesaikan masalah dengan bicara baik-baik, Bondet justru menempuh jalur absurd yang bahkan semut pun akan geleng kepala.

Kisah ini berawal di Semarang, tempat di mana pelajar SMA seharusnya sibuk menata masa depan, bukan menata dalih kriminal. Namun Bondet rupanya memilih jalur “influencer kriminal” dengan merekam aksi pemerkosaan terhadap pacarnya, Mintul,15tahun yang masih di bawah umur. Rekaman itu kemudian dikirimkannya kepada ibu Mintul, lengkap dengan argumen yang lebih liar daripada teori konspirasi mencari lobang belut licin Bondet.

Tentu ibu Mintul tak terima anak gadisnya yang masih dibawah umur dibuat `dedel duel` oleh Bondet yang notabene tak punya masa depan yang jelas. Ibu mana yang tega melihat Anak dan seperangkat onderdil yang orisinel untuk dipereteli Bondet satu persatu dalam video berdurasi 5 menit tanpa edit dan sensor. Lengkap sudah bukti dan mandat keluarga untuk merestui Bondet berurusan dengan Polisi.

Ketika diinterograsi polisi menanyai alasan di balik aksinya, Bondet menyampaikan pembelaan yang seolah lahir dari lomba “Cari Alasan Paling Tidak Masuk Akal Se-Indonesia”. Katanya, ia mengirim video rudapaksa itu untuk meminta restu kepada ibu . Ya, Anda tidak salah baca. Ini seperti seseorang minta restu ke mertua… tapi restunya bukan untuk menikah, melainkan untuk melakukan cara bejat. Analogi paling mendekati: seperti meminta izin pinjam gula ke tetangga dengan cara menendang pintu rumahnya dulu. Tidak masuk akal, tidak sopan dan ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan gula akan tetapi martabat keluarga.

Baca juga :  Alasan Khilaf Mahasiswa Tujuh Kali "Nakali" Bu Dosen Selingkuhannya

Video syur dalam kasus ini pun sebenarnya hanya label sok-sensasional yang dipilih Bondet agar aksinya terasa dramatis. Padahal isinya adalah rekaman narang keras Bondet yang dipaksakan dan justru membuat ibu korban resah. Unsur dewasa di dalamnya berdasar pengalaman Bondet yang membuat semua orang dewasa mendadak ingin tarik napas panjang. Waaaoooww…..Kalau ada kategori “Amateur Vs Pro”, barangkali video inilah juaranya.

Setelah pihak Mintul melapor ke Pak Polisi, kemudian mereka menangkap Bondet . Dalam konferensi pers, Pak Polisi menjelaskan kronologi dengan wajah yang campuran antara gereget, heran, dan sedikit pasrah sebagai aparat yang harus menghadapi kreativitas kriminal model begini. “Peristiwa bermula saat ibu korban mendapat kiriman video syur dari pelaku,” ujarnya. “Bayangkan meminta restu untuk sesuatu yang jelas melanggar hukum, lalu mengirim bukti pelanggaran itu sebagai “proposal”. Kalau perusahaan menerima proposal seperti itu, jelas itu bukan pabrik nenek moyangnya.

Tindakan Bondet mirip dengan seseorang yang mengirim rekaman dirinya mencuri mangga ke pemilik pohon mangga dan lalu berharap pemilik itu membalas, “Terima kasih, Nak, sudah informasikan. Lain kali curinya lebih rapi, ya.” Tentu saja itu tidak akan terjadi. Dunia nyata tidak bekerja seperti itu. Bahkan di film komedi sekalipun, karakter seperti ini biasanya hanya bertahan 10 menit pertama sebelum ditertawakan seluruh penonton.

Tak lama setelah penangkapan, media menyebarkan kisah ini dan masyarakat langsung menjadikannya bahan obrolan warung kopi. Semakin dibahas, semakin jelas bahwa perilaku seperti ini bukan cuma kisah bejatnya Bondet terhadap Mintul, tetapi dampak tehnologi yang tak semestinya digunakan seperti yang dilakukan Bondet.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments