
EnergiJuangNews.Kaltim- Cinta Penyok (66, bukan nama sebenarnya) yang berprofesi tukang batu, sungguh tak terukur, padahal ke mana-mana selalu bawa meteran. Tak bisa masuk dalam logika, penghasilan kecil pelihara WIL pengeretan, tak lama ya bangkrutlah. Saking jengkelnya, Peni (40,bukan nama sebenarnya) yang doyan minta duit melulu untuk kekasih baru, langsung dicekik hingga wasalam terbang ke alam lain.
Percintaan sejoli berbeda kelamin, itu sudah menjadi kodrat umat. Dilengkapi dengan niat, dibumbui syahwat, maka penghuni dunia pun berkembang biak. Tapi bagi umat yang kelebihan syahwat, dengan bini satu di rumah tidaklah cukup. Tak punya modal poligami secara resmi, punya WIL dijadikan solusinya. Maka bagi para suami koplak macam Penyok, ungkapan bahwa “selingkuh itu selingan indah yang penting keluarga utuh”, ia mengamininya.
Tapi jika usia sudah kepala enam masih punya WIL, salah satunya Penyok, tukang batu dari Sangata, Kaltim. Padahal kakek kemrangga (besar nafsu) itu pekerjaan sehari-harinya jadi tukang batu. Bagaimana menganggarkan dana untuk sidoi, padahal yang namanya WIL itu pastilah butuh uang. Nggak maulah si cewek jika hanya dikasih bonggol tanpa jaminan benggol. Istilahmya: “ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang”.
Kenapa Penyok punya WIL segala? Sebab istrinya di kampung, dia kerja di Kutim (Kutai Timur) sendirian, tinggalnya di bedeng proyek. Padahal sebagai lelaki normal dia masih butuh “ngetap olie” seminggu dua kali seperti ibarat sepeda motor. Alih – alih supaya terpenuhinya dia kemudian pelihara WIL, untuk kebutuhan UGDS (Unit Gawat Darurat Syahwat). Tapi jangan ditanya, meski Peni ini sudah berusia kepala empat, tapi…WOW.. pelayanannya masih paten, tak pernah ngelitik ibaratnya sepea motor jarang turun mesin..
Sayangnya, Peni yang ini punya sifat pengeretan, soal duit doyan banget. Kepada Penyok dia seringnya minta uang. Setiap gajian hari Sabtu, separonya pasti masuk ke dompet Peni, sehigga tukang batu ini sempat mentotal jumlah pengeluaran sampai Rp 18 juta, dengan iming iming bermain adu ngos ngosan sepuasnya. Demi ngos ngosan bareng Peni, Penyok eklas-eklas saja. “Jer basuki mawa beya,” kata Penyok yang rupanya berasal dari Jawa.
Yang membuat Penyok kaget, denger – denger uang darinya ternyata sebagian Peni pakai untuk PIL yang baru. Jadi pada si tukang batu terus minta uang, tapi pada PIL yang lain Peni justru mengeluarkan uang. Mendengar hal itu tentu saja Penyok sangat marah. “Enak aja, punya PIL baru saya yang dijadikan sponsor dana ngos ngosan,” katanya. Untung dia tapi tak sampai bikin video untuk maki-maki Peni.
Namun meski hati panas, Penyok masih butuh juga manasi piston mesin miliknya. Karenanya dia kembali datang ke rumah Peni untuk minta servis terbaik. Belum juga selesai eh, si janda itu sudah minta uang lagi Rp 2 juta. Namun demikian Penyok masih bisa berjanji, sabar dulu nanti dicarikan. Mendengar jawaban Penyok tiba-tiba Peni ngomel, “Kok masih dicarikan, kere amat kamu. ..Maunya gretong..Emang poros tengahku punya negara? Jijik aku.”
Kok jadi seperti Tessy Kabul Srimulat? Penyok jadi ingat sama duitnya yang sudah terkumpul Rp 18 juta diporotin Peni untuk bersenang-senang dengan cowok lain. Maka langsung saja Penyok menembaknya, “Capek punya kekasih kamu, kantong jebol masih juga rugi urusan sentolopku.” Tak hanya itu,karena amarah yang memuncak Peni langsung dicekik hingga tewas.
Biasa seperti kasus lain, selesai mengeksekusi WIL-nya, Penyok lalu terjun ke kali dalam rangka bunuh diri, tapi ditolongi warga. Setelah diinterograsi polisi, akhirnya terungkap bahwa dia mau bunuh diri gara-gara habis bunuh Peni. Kini Penyok harus berhadapan dengan tuntutan penjara. Namun didepan polwan yang melintas Penyok tiba tiba bilang, “Saya ingin tetap bersama Peni.”
Hadeeeh…sudah jadi tersangka Penyok masih ngegombal ke Polwan.
Redaksi Energi Juang News



