Energi Juang News, Bukit Tinggi- Misteri Lubang Jepang Bukittinggi telah lama menjadi cerita yang membuat bulu kuduk meremang. Terowongan peninggalan pendudukan Jepang di kawasan Taman Panorama ini memiliki 21 ruangan yang saling terhubung layaknya labirin. Di dalamnya terdapat ruang amunisi, ruang rapat, ruang pengintaian, penjara, hingga ruang yang dikenal warga sebagai dapur penyiksaan.
Seorang warga setempat yang sering menjadi pemandu wisata mengatakan bahwa tempat tersebut menyimpan sejarah kelam ribuan pekerja paksa. “Banyak orang datang untuk belajar sejarah,” ujarnya. “Tapi tidak sedikit yang pulang membawa cerita aneh yang tidak bisa dijelaskan.”
Saat rombongan memasuki area penjara, suasana mendadak berubah. Fery, salah satu peserta wisata yang sejak awal tampak gelisah, tiba-tiba berteriak ketika seorang temannya hendak berfoto di depan jeruji besi. “Jangan foto di situ!” serunya dengan wajah pucat. Semua orang terkejut dan langsung menghentikan aktivitas mereka.
Menurut pemandu, ruangan penjara itu dahulu digunakan untuk menahan tawanan perang. Saat lokasi ditemukan kembali, banyak tengkorak dan tulang-belulang ditemukan di area tersebut. Karena itulah sebagian masyarakat percaya bahwa masih ada energi masa lalu yang tertinggal di dalam lorong-lorong itu.
Perjalanan berlanjut menuju sebuah ruangan kecil bertuliskan “Dapur”. Namun dapur yang dimaksud bukan tempat memasak. Warga sekitar meyakini ruangan itu dahulu menjadi lokasi penyiksaan. Di dalamnya terdapat meja beton dan kursi besi tua yang konon digunakan untuk mengeksekusi para tawanan.
“Saya tidak berani masuk lama-lama ke ruangan itu,” kata seorang warga Bukittinggi yang pernah beberapa kali berkunjung. “Entah kenapa, rasanya sesak dan seperti ada yang memperhatikan dari sudut ruangan.”
Fery yang memilih menunggu di luar akhirnya mengungkap alasan ketakutannya. Dengan suara bergetar ia mengaku memiliki kemampuan melihat makhluk tak kasat mata. “Di dalam penjara tadi ada sosok yang memegang tangan teman kita yang mau berfoto,” katanya. “Kalau tidak dicegah, saya takut terjadi sesuatu.” Pengakuan itu membuat suasana rombongan menjadi hening.
Kisah menyeramkan tidak berhenti di dalam gua. Setelah perjalanan selesai, Fery mengaku melihat sosok tua duduk di kursi besi dalam ruang dapur dan beberapa arwah korban penyiksaan yang masih berkeliaran. Salah seorang peserta bernama Andi yang sempat bercanda keras di ruangan tersebut bahkan dikabarkan mengalami gangguan aneh setelah kembali ke penginapan. Ia muntah-muntah, sulit tidur, dan merasa seperti ada yang mengikuti dirinya.
Hingga kini Misteri Lubang Jepang Bukittinggi masih menjadi bagian dari cerita yang hidup di tengah masyarakat. Terlepas dari benar atau tidaknya kisah penampakan yang beredar, tempat itu menyimpan jejak sejarah penderitaan para pekerja paksa pada masa pendudukan Jepang. Di balik lorong yang gelap dan sunyi, banyak warga percaya bahwa kenangan masa lalu belum sepenuhnya pergi, seolah masih berbisik dari balik dinding batu yang telah berdiri selama puluhan tahun.
Redaksi Energi Juang News



