Energi Juang News, Sragen- Ini benar-benar generasi rusak yang tak pantas ada dimuka bumi yang menjunjung adat istiadat ketimuran yang kita anut. Mince (15) masih ABG, usia baru 3 Pelita, tapi manusia ini sudah pakar dalam soal penyimpangan hubungan manusia. Dia punya pacar dua sekaligus, Sadek (17) dan Sodik (16). Mince biasa melayani sentolop dua pemuda itu sekaligus. Paling edan, Mince juga ngajak Mimin (11) anak tetangga untuk menonton dan kemudian praktik bersama.
Lagi-lagi harus diakui, generasi milenial sekarang ini lebih cerdas karena gizi terjamin. Sayangnya, kepintaran otak tak dibarengi dengan kemampuan bermoral dan etika pada sesama. Anak sekarang ketemu tetangga di jalan kebanyakan slonong boy saja tak mau bertegur sapa. Paling celaka, karena pengaruh HP canggih, banyak yang sudah pakar dalam urusan seks.
Contohnya si Mince, ABG dari Sragen (Jateng). Dalam usia 15 tahun sudah rusak mentalnya atas bawah. Bagaimana tidak? Umumnya cewek, jika punya pacar ya satu saja. Tapi dia beda, cowoknya ada dua sekaligus, Sadek dan Sodik. Uniknya, semua itu dilakukan secara transparan tanpa sembunyi-sembunyi. Sadek tahu bahwa Mince punya hubungan juga dengan Sodik. Begitu pula sebaliknya. Paling aneh, keduanya terbebas dari rasa cemburu untuk memonopoli Mince. Mereka rupanya menjaga keterbukaan, sekaligus demen buka-bukaan jasmani.
Buka-bukaan? Lha iya……, karena urusan hubungan intim layaknya pasangan di film biru, bagi para ABG itu bukan lagi hal yang sangat pribadi dan rahasia. Bila situasinya memungkinkan, Mince mengajak Sadek dan Sodik untuk menggauli dirinya bergantian. Lokasinya bukan di hotel berbintang atau kelas melati, tapi cukup di rumah kosong demi paket hemat bebas dari pajak.
Tak hanya itu, Mince juga suka “berinovasi”. Belakangan dia mengajak teman main kecilnya, Mimin, yang 4 tahun lebih muda darinya, untuk menyaksikan ketika dia kencan bersama dua cowoknya. Gilanya, baik Sadek maupun Sodik juga tak risih adegan mesumnya disaksikan mata lain yang tidak berkompeten. “Perhatikan baik-baik ya, nanti kamu juga boleh menjajal pacarku, tinggal pilih si Sadek atau Sodik.” Ujar Mince tanpa malu dan tanpa beban. Nawari untuk hubungan intim, macam nawari nasi liwet pagi-pagi di jalan.
Awalnya Mimin tak mau, tapi dibujuk-bujuk terus dan akhirnya kepengin juga. Maka Mimin yang sudah mengalami pengkondisian berminggu-minggu tanpa sungkan lagi melayani hubungan intim dengan Sodik, lain kali dengan Sadek. Perasaan cemburu untuk memonopoli pasangannya, tak berlaku di sini.
Sangat disayangkan, dijaman semua orang bebas mengakses tontonan perilaku menyimpang justru dijadikan perilaku merusak generasi muda itu jadi tuntunan.
Terbiasa nonton begituan yang tak wajar, mereka menjadikan itu sebagai hal lumrah dilakukan. Padahal dalam lingkungan sangat bertentangan dengan norma yang sudah mengakar.
Agama yang menjadi benteng terakhir sekarang sudah menjadi buaian cerita masa lalu, sudah tidak relevan katanya.
Redaksi Energi Juang News



