Energi Juang News,Jepara- Dukun itu soal yang syahdu-syahdu pasti tekun. Contohnya Mbah Jenggo, 60, dari Jepara ini. Ada pasien janda semok pengin segera lunas utang, tapi kok syaratnya harus mau digoyang.
Sebetulnya janda Mince, 40, menolak. Tapi karena diancam rejekinya akan ngedrop seret buntet, akhirnya ya…..masuk Pak Eko! Cuma akhirnya dukun cabul itu ditangkep karena harapan pasien tak kunjung terwujud.
Dukun kata orang Jawa, asal udhu pasti rukun ( asal modal pasti rukun). Tapi dalam Bahasa Indonesia, ternyata dukun itu akronimnya: soal syahdu pasti tekun! Masalahnya, jika lihat di Mbah Google, begitu banyak dukun/paranormal terlibat soal begituan. Pasien dinodai mengataskanaman ritual pengobatan atau terapinya. Padahal aslinya, bukannya untuk mengobati tetapi menikmati aji sentolop lawan rondo royal…….
Mbah Jenggo paranormal itu, sekali tiga uang. Ketemu pasien cantik bahenol pikirannya jadi ngeres, mikir macem-macem, bagaimana caranya bisa menikmati tubuh mulus itu pasien. Dengan mengatasnamakan terapi pengobatan, biasanya pasien langsung bertekuk lutut dan berbuka paha berbagi nikmat syahwat.
Akan halnya janda Mince, sebetulnya bukan pasien baru. Beberapa waktu yang lalu dia pernah berobat ke Mbah Mbah Jenggo dengan keluhan sakit perut tak kunjung sembuh. Ditangani Mbah Jenggo, ternyata penyakit di perut Mince bisa dienyahkan dan tak pernah kumat kembali.
Setelah tak ada suami, Mince memang sumber penghasilannya jadi terganggu. Pensiunan suami tak cukup untuk hidup sebulan. Usaha ini itu mentok melulu, sehingga terlibat pinjaman berbunga, meski bukan pinjol. Gara-gara banyak utang ini, Mince jadi nggak bisa tidur, karena sering didatangi debt kolektor yang suka bikin terror.
Dalam kondisi kepepet Mince jadi ingat pada dukun Mbah Mbah Jenggo yang dulu pernah mengobati keluhan perutnya. Tiba di rumah Mbah Dukun si janda yang lumayan cantik itu langsung diterapi. Disuruh mandi kembang tujuh rupa dengan kondisi tanpa busana dan dipandu Mbah Mbah Jenggo.
Meski usia sudah kepala enam, soal wanita cantik rupanya sentolop Mbah dukun masih sensitip juga. Karenanya begitu melihat bodi Mince yang masih sekel nan cemekel, langsung jadi gagal focus. Pilihan ada dua, mengobati atau menikmati? Setan pun merekomendasikan untuk menikmati. “Gue sendiri kalau bukan setan, sudah kulibas janda itu,” kata setan memberi semangat pada Mbah Mbah Jenggo yang mulai goyang iman dan iminnya.
Sesuai petunjuk Bapak Setan, atau Bapak Setan memberi petunjuk, tangan Mbah Jenggo mulai gentayangan ke mana-mana, sampai ke daerah cagar alam Ny. Mince. Sudah kepalang basah, Mbah Jenggo langsung mengajak Ny.Mince berhubungan intim bak suami istri, dengan alas an bagian dari syarat pokok dari yang Mbau Rekso.
Tentu saja Mince menolak, wong tujuannya untuk bisa bebas utang kok malah diajak goyang sang dukun. “Dulu terapinya ke perut, lha kok sekarang malah yang di bawah perut….”, batin Mince.
Ketika janda STNK itu menolak, Mbah Dukun mengancam bahwa rejekinya nanti akan jadi sulit dan jauh, apa yang digayuh mrucut (yang diinginkan gagal), bahkan bisa sakit yang tak kunjung sembuh. Pokoknya mirip doanya politisi terhadap lawan politiknya.
Akhirnya Ny. Mince mau melayani sentolop sang dukun cabul sampai paripurna.
Cuma setelah syarat dlakoni, apa yang jadi keinginan Ny.Mince tak kunjung terwujud. Dept Collector masih mondar mandir sambang ke rumahnya.
Tak puas dengan kinerja Mbau Rekso sang dukun dan merasa tertipu sudah jadi pemuas nafsu Mbah Jenggo. Merasa rugi luar dalam, dia segera lapor polisi dan Mbah Mbah Jenggo pun ditangkap dan ditahan Polisi.
Redaksi Energi Juang News




