Energi Juang News,Pati- Tiwuk, 40, tak lagi muda, tapi urusan syahwat masih kuat. Ketika suaminya, Bendul, 45, sudah loyo gara-gara pernah jatuh dari motor, dia memilih “ngrental” alias pelihara berondong Percil, 25, yang masih bisa “kungfu” di ranjang. Akhirnya Bendul menggugat cerai bininya ke PA Kudus.
Kata dokter Boyke Dian Nugroho dan Naek L. Tobing, makin tambah usia kaum lelaki dan wanita semakin menurun dorongan syahwatnya. Bila keluarga muda seminggu bisa dua kali, tambah seumur tinggal sekali seminggu, dua minggu sekali. Bahkan ketika usia kepala enam bisa sebulan sekali. Apalagi usia 70 tahun ke atas, sudah tinggal persahabatan tak ada lagi pertandingan.
Keluarga Bendul – Tiwuk dari Pati (Jateng), awalnya keluarga normal-normal saja. Tapi peruntungan orang siapa tahu, dalam usia 40 tahun Bendul terkena musibah jatuh dari sepeda motor. Sempat dirawat di Rumah Sakit beberapa minggu, dan kembali sehat. Artinya Bendul sudah bisa kembali bekerja seperti biasa.
Secara fisik kelihatannya sudah normal. Tapi urusan membahagiakan istri di ranjang, ini yang mulai ngedrop. Bendul yang sebelum jatuh dari motor masih bisa “tanding” seminggu sekali, tapi kini hanya bisa menjalankan kewajiban sebulan sekali. Itupun sudah ngos-ngosan seperti pasien asma telat dapat tabung oksigen. Tentu saja Tiwuk sebagai istrinya kasihan sekali. “Sudahlah Mas, kalau nggak bisa nanjak main di gigi satu saja,” kata istrinya macam nyetir mobil saja.
Tiwuk masih bisa menyembunyikan kekecewaannya. Tapi sejak itu Tiwuk jadi merasa kesepian di tempat ramai. Sebulan dua bulan dia masih bisa bertahan, tapi setelah 6 bulan kemudian, Tiwuk mulai berpikiran untuk “ngrental” saja ibaratnya mobil. Ini lebih ekonomis, tanpa mikir perawatan, tanpa mikir bayar STNK setiap tahun. Yang penting olienya terjamin.
Lewat komunitas WA akhirnya Tiwuk dapat “rentalan” anak muda yang baru lulus sarjana, namanya Percil. Mungkin cowok ini sarjana purbakala, karena ternyata bisa tertarik pada ibu-ibu yang jauh lebih tua darinya. Terpaut umur bukan 2-3 tahun,. Tapi 15 tahun! Tapi meski sudah beranak 4 penampilan Tiwuk memang lebih muda dari usia aslinya, apa lagi bodinya masih menjanjikan. Orang bilang masih STNK-lah.
Faktor lain, Percil juga sering diberi uang oleh Ny. Tiwuk sebagai tukin (tunjangan kinerja) yang luar biasa. Maklum, pelayanan Percil ini sangat memuaskan di atas ranjang, ibaratnya bisa kungfu. Jauh beda dengan suaminya yang sudah loyo. Ibarat mobil, Kijang kotak lawan fortuner diesel terbaru, tentu saja kalah jauh.
Sejak punya “rentalan” Percil, Ny. Tiwuk sudah tak peduli lagi pada suami. Yang penting duitnya saja, soal sentolop sudah ada tokoh alternatif ini. Lama-lama hal ini tentu saja membuat suami curiga, kenapa istri tak pernah lagi minta jatah. Pasahal biasanya suka colak-colek seperti kondektur bis. Gara-gara sikap istrinya, “mobil” Bendul kini hanya nongkrong di garasi tak pernah dipanasi sama sekali.
Lama-lama ada yang memberi info bahwa Tiwuk memang punya PIL anak muda. Secara diam-diam Bendul membuntutinya. Ternyata benar, dia berhasil mengetahui hotel di Kudus yang dijadikan ajang Formula S (seks) tanpa dana ratusan miliar. Karena tak mau mempermalukan bini di depan publik, Bendul tak perlu sampai menggerebeknya. Pertimbangannya, percuma digerebek toh skor pasti sudah 100-0.
Setelah Tiwuk pulang ke rumah, barulah dia diadili. Tapi ternyata sebagai terdakwa Tiwuk punya seribu nyali. Ketika suami ngomel-ngomel bahkan menuduhnya sebagai WTS segala, dia berhasil mengkick balik dengan mengatakan, “Habisnya sampeyan sudah tidak lagi rosa-rosa kayak Mbah Marijan!” Langsung Bendul terdiam, seakan mengakui kekurangannya. Tapi esok harinya langsung menggugat cerai ke Pengadilan Agama Pati.
Suami lemah syahwat, tapi istri lemah iman…jadinya gini.
Redaksi Energi Juang News



