Energi Juang News, Magetan–Usia boleh lebih setengah abad atau persisnya 53, tetapi Mbah Gembrong di sekitar Magetan dikenal sebagai seorang dukun masih mampu menjadi solusi bagi orang kepepet ekonomi, susuk kecantikan dan pemenangan lotre. Dia masih punya semangat yang tinggi untuk urusan ranjang.
Cuma rupanya dia tahu diri juga, lelaki yang masih ” doyanan” dengan wanita muda tentu wanita muda pastinya suka seusia atau lebih tua dari usianya. Kalaupun ada lelaki yang jauh lebih tua pastinya laki-laki itu punya kemampuan khusus merayu korbannya. Bahkan dengan alasan syarat ilmu pelet instan harus dipenuhi.
Belum didapat kabar lebih lanjut bagaimana kemudian lima perempuan yang usianya lebih muda kepincut menyanggupi syarat berat yang disebutkan Mbah Gembrong. Si dukun cabul dengan segala cara merayu kelimanya bersedia menuruti nafsu syahwatnya dengan cara hipnotis atau gendam. Kronologinya bergerak rapi ala skrip sinetron. Kelima wanita itu tak mengetahui dalih mesum sang dukun karena mereka dipisah di lima kamar berbeda.
Akhirnya satu persatu dukun cabul masuk kamar mencoba meyakinkan mereka ‘ perang-perangan tengah malam tidak ada yang tahu, jadi bisa aman terkendali’ demi satu tujuan ilmu pelet instan berhasil. Gan nyatanya dengan raut sumringah dan ketegangan tinggi sang dukun ‘mencicipi’ kelimanya satu per satu.
Namun toh yang namanya apes bisa datang kapan saja tanpa kulonuwun terlebih dulu. Begitulah adanya ketika korban ketiga sedang main ‘kuda-kudaan’ dengan sang dukun cabul, ujug-ujug Peno (nama samaran) anaknya yang sudah dewasa masuk kamar yang tidak terkunci.
Meski kala itu malam hari, sang anak kaget luar biasa bak disambar petir di siang bolong ( padahal malam hari ya?) dan langsung teriak menyaksikan bapaknya berbuat tak senonoh kepada pasiennya. Mendengar keributan dikamar sebelah empat orang wanita itu keluar kamar sambil berteriak minta tolong. Ternyata mereka tersadar dari pengaruh gendam sang dukun akibat teriakan Peno.
Teriakan kencang itu tentu saja membuat para tetangga berkerumun berdatangan. Namun sebelum tetangga datang, Mbah Gembrong sudah keburu kabur lewat pintu belakang.
Amarah warga yang merasa kampungnya dikotori, nyaris saja mengamuk. Namun polisi yang dikabari sejumlah warga bergerak cepat ke TKP ( Tempat Kejadian Perselingkuhan).
Setelah beberapa hari Mbah Gembrong tertangkap, saat diinterogasi ia mengaku tak melakukan pencabulan, karena semua itu dilakukan genderuwo. Pernyataan sang dukun membuat polisi dan warga geleng kepala tak percaya.
Kesal atas kelakuan sang dukun yang tua-tua keladi, makin tua makin jadi itu, kelima wanita itu pun langsung melaporkan sang dukun cabul ke polisi. Kalau kasusnya seperti ini, tentunya bukan dukun cabul, tetapi dukun durjana alias ngajak tidur wanita lima tanpa pakai celana.
Redaksi Energi Juang News
.



