Rabu, Mei 6, 2026
spot_img
BerandaOjo LaliSkandal Cinta Antar Kuwu

Skandal Cinta Antar Kuwu

Energi Juang News, Cirebon – Di sebuah wilayah yang biasanya lebih sibuk membahas harga sembako daripada urusan asmara pejabat, tiba-tiba muncul cerita yang bikin warung kopi mendadak seperti forum debat nasional. Bukan soal pembangunan, bukan pula soal jalan rusak tapi ini soal rasa yang salah alamat.

Cerita bermula dari sosok Bendot, pria berusia 45 tahun seorang kepala desa (Kuwu) yang dikenal lebih sering rapat diluar kota daripada pulang cepat ke rumah. Katanya sih demi rakyat. Tapi rupanya, di sela-sela menyerap program dari kecamatan, ada juga yang terserap… perhatian dari seorang wanita bernama Mince,38 tahun.

Mince sendiri bukan orang sembarangan. Ia adalah istri dari Kasmat,47 seorang kepala desa  tetangga, posisi yang biasanya identik dengan kehormatan, bukan kehangatan yang nyasar ke orang lain.

Karena Kasmat yang lagi sakit, saat ada pertemuan di kecamatan diwakili istrinya,disinilah awal masuknya Bendot ke dalam hidup Mince. “Awalnya cuma ngobrol biasa,” kata seorang warga yang mengaku sering melihat mereka berbincang terlalu lama untuk ukuran ‘biasa’.

Obrolan yang tadinya bahas program pemerintah, lama lama berubah arah berkembang menjadi privat, dari sekadar basa-basi menjadi basa-basi yang ada manis-manisnya. Bendot, yang konon sedang “puasa perhatian” di rumah karena kondisi istrinya Yuli,48,sedang sakit,ia mulai menemukan kembali semangat hidupnya. Sayangnya, semangat itu tidak diarahkan ke tempat yang tak tepat.

Bakat terpendam Bendot soal merayu wanita, mulailah ia melancarkan rayuan demi rayuan ke Mince. Kata-kata manis yang biasanya hanya keluar saat kampanye nyalon kades, kini dipakai untuk urusan hati. Janji yang entah tulus atau sekadar strategi, sukses membuat Mince terlena.

“Namanya juga manusia, kalau sering dikasih perhatian ya luluh juga,” ujar warga lain sambil mengaduk kopi dengan ekspresi sok paham.

Baca juga :  Kurang Bersyukur Rumah Tangga Hancur

Tak butuh waktu lama, hubungan itu berubah dari sekadar ‘teman dekat’ menjadi ‘teman yang terlalu dekat’ sudah tentu ajakan ngamar bareng.

Yang awalnya pertemuan di ruang publik,mereka lanjut acara privat. Bahkan, mereka sempat menginap bersama di hotel berkali kali. Ngapain lagi kalo bukan berbuat mesum. Berhubung servis dan ukuran sentolop Bendot yang memuaskan, setiap ada pertemuan kades kades Mince selalu hadir mewakili suaminya.

Hubungan yang awalnya dianggap “suka sama suka” berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih rumit. Apalagi ketika Mince mulai menyadari ada perubahan dalam dirinya. Perut yang semakin hari semakin buncit bukan lagi sekadar isu, melainkan kenyataan yang sulit disembunyikan.

Di sinilah cerita mulai masuk babak yang tidak lagi lucu,apalagi pasangan masing masing mulai mengendus perselingkuhan mereka.

Namun Bendot yang seorang kuwu ulung, tentu terlatih dalam hal ‘ngeles’ alias menghindar. Pengakuan yang diharapkan Mince justru berubah menjadi penolakan. Ia berdalih selalu buang keluar, dan ia menolak soal kehamilan tersebut adalah hasil dari hubungan mereka.

Mince, yang mungkin awalnya hanya ingin kepastian, akhirnya memilih jalur hukum. Laporan resmi pun masuk ke pihak kepolisian.

Pihak kepolisian pun membenarkan adanya laporan tersebut.

“Pengaduannya sudah kita terima dan saat ini kita sedang melakukan pendalaman,” ujar salah satu perwakilan, singkat namun cukup untuk membuat publik makin penasaran.

Di sisi lain, mendengar perihal perut buncit Mince, Yuli istri sah Bendot mencak mencak banting piring gelas. Karena merasa jadi pihak yang paling dirugikan dalam kisah ini, ia mentut cerai suaminya. Ironisnya, masalah kesehatan yang dialaminya justru menjadi alasan yang disebut-sebut sebagai awal mula semuanya.

“Kasihan sih, yang setia malah disakiti,” celetuk seorang ibu-ibu yang tampaknya sudah mengambil posisi moral sejak awal.

Baca juga :  Rahasia Tengah Malam di Rumah Yoga Type 21

Kini, yang tersisa adalah pertanyaan: bagaimana akhir dari semua ini?

Satu hal yang pasti, cerita ini sudah terlanjur menjadi konsumsi publik. Dan seperti biasa, publik tidak pernah kehabisan komentar.

Sebuah kisah yang mungkin awalnya terasa manis, tapi berakhir seperti kopi tanpa gula: pahit, dan meninggalkan rasa yang lama di lidah.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments