Energi Juang News, Jakarta – Getaran kembali terasa di wilayah pesisir selatan Jawa Barat pada Selasa pagi. Gempa di pangandaran ini dirasakan Warga di sejumlah daerah melaporkan guncangan ringan yang sempat mengejutkan saat aktivitas baru dimulai.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan magnitudo 4,2 terjadi pada pukul 05.14 WIB. Episentrum berada di laut, sekitar 81 kilometer barat daya Pangandaran, dengan kedalaman 21 kilometer.
Guncangan Terasa di Sejumlah Wilayah
Laporan masyarakat menyebut getaran terasa di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, serta Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran. Intensitasnya mencapai skala III MMI.
Di wilayah lain seperti Kota Tasikmalaya, Kecamatan Puspahiang, Kota Banjar, dan Kecamatan Cikoneng di Kabupaten Ciamis, getaran berada pada skala II hingga III MMI.
Pada skala tersebut, guncangan umumnya dirasakan di dalam rumah. Benda ringan yang tergantung tampak bergoyang, dan getaran terasa seperti truk melintas.
Penyebab dan Dampak Gempa
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan gempa dipicu aktivitas sesar aktif di bawah laut. Hingga laporan terakhir, belum ada kerusakan bangunan yang dilaporkan akibat kejadian ini.
BMKG juga memastikan tidak ada aktivitas gempa susulan hingga pukul 05.37 WIB.
Sehari Sebelumnya Terjadi Gempa M4,0
Sehari sebelumnya, Senin pukul 02.06 WIB, gempa magnitudo 4,0 juga mengguncang wilayah yang sama. Sumber gempa berasal dari perairan selatan, sekitar 66 kilometer barat daya Pangandaran dengan kedalaman 29 kilometer.
Getaran dirasakan di sejumlah kecamatan di Tasikmalaya, Ciamis, Garut, dan Pangandaran dengan intensitas II–III MMI. BMKG menyebut gempa tersebut dipicu aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Eurasia.
Redaksi Energi Juang News



