Redaksi Energi Juang News, Jakarta— Di tengah hiruk pikuk ibu kota, muncul sosok muda dengan latar belakang sederhana namun penuh tekad. Mochammad Fathurrozi, atau yang akrab disapa Gus Rozi, menjadi bukti nyata bahwa anak desa pun mampu menembus batas dan bersinar di panggung nasional.
Lahir dan besar sebagai anak kiai di desa, Gus Rozi tumbuh dalam lingkungan religius yang kental dengan nilai kesederhanaan dan perjuangan. Dari pesantren dan kehidupan desa, ia membawa bekal kuat: adab, ilmu, dan semangat pantang menyerah. Namun siapa sangka, langkah kecil dari desa itu kini membawanya “melenting” jauh hingga ke Jakarta.
Perjalanan Gus Rozi bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi lompatan besar dalam mimpi dan perjuangan. Dengan konsistensi dan keberanian membangun relasi, ia kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Direktorat Ekonomi Kreatif Pemuda Parlemen Indonesia sebuah posisi strategis yang memberi ruang bagi ide-ide besar anak muda.
Di balik jabatan itu, tersimpan misi besar: membuka jalan bagi generasi muda desa agar tidak merasa kecil di tengah arus globalisasi. Gus Rozi aktif mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis lokal, mengangkat potensi desa, serta menjembatani kolaborasi antara pemuda dan pemerintah.
“Dari desa kita belajar arti perjuangan, dari kota kita buktikan mimpi,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Kisah Gus Rozi bukan hanya tentang sukses pribadi, tetapi tentang harapan. Harapan bahwa anak kiai, anak desa, dan siapa pun yang berangkat dari keterbatasan, tetap punya kesempatan yang sama untuk berdiri di garis depan perubahan.
Dari suara azan di kampung halaman hingga gema diskusi di gedung-gedung Jakarta, langkah Gus Rozi terus bergerak membawa pesan bahwa mimpi besar tidak mengenal asal usul.
Redaksi Energi Juang News



