Energi Juang News, Klaten- Ratusan pelajar di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengalami gangguan kesehatan usai menyantap hidangan program makan bersama di sekolah. Peristiwa ini memicu penanganan cepat dari petugas kesehatan setempat. Sejumlah siswa bahkan sempat mendapatkan perawatan medis.
Bakteri Ditemukan dalam Sampel Makanan
Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto, mengungkapkan hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kontaminasi bakteri pada makanan yang dikonsumsi. Pemeriksaan dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat.
“Berdasarkan hasil uji sampel telur puyuh, galantin, dan kuah timlo, semuanya positif mengandung Bacillus sp,” ujar Anggit, Rabu (6/5/2026).
Temuan ini menguatkan dugaan bahwa makanan tersebut menjadi sumber gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan guru.
Gejala Muncul Setelah Konsumsi MBG
Insiden ini bermula ketika siswa SMPN 1 Tulung menunjukkan gejala tidak biasa setelah makan. Dinas Kesehatan kemudian langsung melakukan penyelidikan lapangan untuk memastikan penyebabnya.
Hasilnya, bakteri Bacillus sp diketahui memicu berbagai keluhan seperti mual, pusing, muntah, dan diare. Gejala tersebut dialami sekitar 500 orang yang terdiri dari siswa dan tenaga pengajar.
Perbedaan Bacillus sp dan E coli
Anggit menjelaskan bahwa Bacillus sp memiliki karakteristik berbeda dibandingkan bakteri Escherichia coli (E. coli). Menurutnya, E. coli umumnya berasal dari air dan dapat mati jika proses memasak dilakukan dengan benar.
Sebaliknya, Bacillus sp dapat berkembang melalui udara dan lebih mudah mencemari makanan jika proses pengolahan tidak higienis.
Pihak Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi para siswa membaik serta mencegah kejadian serupa terulang.
Redaksi Energi Juang News



