Selasa, Mei 5, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaMisteri Hantu Alas Poncowati

Misteri Hantu Alas Poncowati

Energi Juang News,Pekalongan- Malam di jalur Alas Roban selalu terasa lebih panjang dari biasanya. Lampu kendaraan menjadi satu-satunya sumber cahaya yang memotong gelapnya hutan. Truk-truk besar melintas perlahan, menggeram di tikungan curam yang seolah tak pernah benar-benar aman.

Di kanan kiri jalan, pepohonan raksasa berdiri seperti penjaga diam yang mengawasi setiap kendaraan yang lewat. Tidak ada lampu jalan. Tidak ada suara manusia. Hanya deru mesin… dan sesuatu yang terkadang terdengar seperti bisikan.

Warga setempat menyebut wilayah ini sebagai Alas Poncowati—sebuah nama yang jarang tercantum di peta, tapi sangat dikenal dalam cerita malam.

Di salah satu tikungan tajam, berdiri sebuah pohon beringin raksasa yang oleh warga disebut pohon anggrung.

Banyak orang yang melintasi jalan tersebut disambut dengan suara-suara aneh.

“Orang yang dilihatin penampakan, kebanyakan orang luar. Kadang-kadang wujudnya tidak nampak, tapi suaranya ada,” ucap Boyak, 50, warga Desa Plelen, Kecamatan Gringsing yang sedang membantu mengatur lalulintas.

Tiap hari ia menyempatkan waktu mengais rejeki di sana. Tepatnya di tikungan tajam dekat dengan pohon beringin raksasa.

Menurutnya pohon beringin itu menjadi salah satu titik angker di sini. Warga sekitar menyebutnya pohon anggrung.

“Di situ banya penunggunya, sebangsa genderuwo juga pocong,” ujarnya.

Tak jauh dari lokasi itu ada satu tempat yang disebut Mbulungan.

Lokasi itu diyakini sebagai sarang genderuwo. Jalan Daendels sendiri memiliki panjang sekitar 2 kilometer.

Di lokasi tersebut juga terdapat tempat pembuangan PKI. Pada masa itu tujuh orang dikubur hidup-hidup. Makamnya berada di tebing sisi utara jalan.

Lokasi tersebut 24 jam dijaga oleh warga sekitar seperti Boyak.

Mereka bergantian mencari sedikit rejeki dari pengguna jalan dengan mengatur jalan. Biasanya tiap satu jam bergati orang.

Tidak ada penerangan di jalan tersebut. Truk-truk besar juga biasanya milih jalan ini karena jarak tempuh lebih pendek dan sedikit landai.

Selain mahluk halus itu, ada juga penunggu yang dianggap baik.

Masyarakat sekitar menyebutnya Mbah Sulaiman. Ia pernah menampakkan diri pada seorang warga. Warga tersebut diajak berkeliling ke alam lain.

Ia juga diberi uang Rp 100 ribu. Uang tersebut tidak hilang walaupun dia sudah keluar dari alam lain.

“Itu orangnya baik Mbah Sulaiman itu. Orang sini ada yang dibawa kemana-mana itu, ke alam lain. Lewatnya di papringan (rumpun pohon bambu). Katanya lewatnya jalan bagus, padahal itu hutan,” terangnya

Selain penampakan, ada misteri suara pekikan kidang. Warga di sana jarang melihat hewan tersebut.

Namun tiap kali muncul suara pekikan hewan tersebut, bisa dipastikan bakal ada kecelakaan besar. Di sekitar jalur Pantura Alas Roban itu.

“Sebelum ada kecelakaan biasanya ada suawa kidang, ngikkk gitu. Keras banget. Setelah itu pasti ada kecelakaan,” ujar Boyak.

Tak sampai, di situ Febri, warga lain menuturkan bahwa ia pernah melihat sendiri penampakan penunggu Alas Poncowati.

Namanya Jabungan, sesosok perempuan yang mengenakan kebaya berwarna hijau daun.

Kemunculannya selalu mengganggu siapapun yang ditemuinya.

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments