Energi Juang News, Gowa- Hidup sekian lama kesepian, kakek duda Mbah Uthil, 57, jadi mata gelap. Bini tetangga yang lebih pantas jadi anaknya, digoyang juga. Tentu saja suaminya, Daeng Deng, 35, tidak terima, sehingga pas “nanggung” tenggelam di samodra asmara langsung dipermak warga. Adapun Ny. Ginuk, 40, pilih kabur ketimbang senasib dengan si kakek.
Duda dan janda sama-sama bisa dilanda sepi karena kepergian suami. Cuma wanita lebih mampu mengendalikan syahwatnya, ketimbang kaum duda. Maka ada juga duda yang begitu istri meninggal langsung kawin lagi dua sekaligus, seperti melepas nadzar. Padahal kakek yang sudah berusia di atas 50 tahun, tenaga dan hasratnya tidak lagi berbanding lurus. Bahasa khasnya: nafsu besar tenaga kurang!
Ternyata Mbah Uthil dari Gowa (Sulsel) ini beda! Meski usia sudah menjelang kepala 6, dia masih punya tenaga yang rosa-rosanya melebihi Mbah Marijan dari Kaliurang Yogyakarta. Buktinya Ny. Ginuk yang lebih pantas jadi anaknya itu selalu bertekuk lutut dan berbuka paha demi memuaskan hasrat Mbah Uthil yang haus asmara.
Padahal Ny.Daeng Deng ini masih punya suami yang jauh lebih muda, dan anak juga sudah punya seorang. Tapi fakta di lapangan menunjukkan, tongkrongan dan tangkringan Daeng Deng sang suami tak berbanding lurus. Dia hanya kebanyakan teori, ahli menata kata tapi kinerja di atas ranjang sangat mengecewakan. Jika tak ingat sudah ada anak, status Daeng Deng sebagai suami mau ditinjau kembali.
Awalnya dia kenal akrab dengan Mbah Uthil sampai luar dalemnya, gara-gara keterbatasan ekonomi. Daeng Deng sering ngutang pada si kakek demi menambal defisit anggaran dalam rumahtangganya, tanpa ada janji bayar pake kutang. Tak banyak sih, paling-paling sekitar 50-100 ribu. Ketika dikembalikan Mbah Uthil selalu menolak, mestinya Daeng Deng jadi kapok dan tak mau pinjam lagi. Dia nggak begitu, masih mau pinjam terus yang aslinya sebetulnya mau minta.
Padahal kecuali untuk korban banjir, tak ada makan siang gratis di dunia ini. Maka ketika kemudian Mbah Uthil yang banyak budi ini minta dibalas dengan body, Ny. Ginuk yang tergolong aduhai dimata Mbah Uthil tak kuasa menolak. Awalnya Ny. Ginuk melayani sentolop Mbah Uthil sambil merem. Tapi karena jamu kuat lama rahasia leluhur Mbah Uthil sudah habis dua paket, akhirnya jadi merem melek .“Kinerja” sentolop Mbah Uthil diatas ranjang yang diatas rata rata, membuat Ny.Daeng deng kewalahan. Padahal suaminya yang jauh lebih muda, pada ronde pertama sudah suka lempar handuk putih.
Kekuatan sentolop Mbah Uthil muncul tentu saja di kala sang suami Daeng Deng tak di rumah.Sekali dua kali tak terdengar komplai warga membuat Mbah Uthil makin sering “sambangi” aset Ny. Ginuk. Tetapi yang namanya tupai, sepandai-pandai dia menclok sekali waktu lama lama ketahuan juga. Kehadiran Mbah Uthil di kala Daeng Deng tak di rumah, menjadikan warga curiga. Maka warga lalu menyampaikan berita buruk ini pada suaminya. “Hati-hati, Mbah Uthil ini suka kasak-kusuk-kesek ke rumahmu, seperti Ketum Parpol menjelang Pemilu-Pilpres.” Kata Pak RT.
Daeng Deng pun lalu klarifikasi pada istrinya, benarkah isyu yang diterimanya itu? Ternyata jawab Ny.Daeng Deng tanpa takut dan ragu.“Kalau iya kenapa? Biar tongkrongan tua, tapi tangkringannya masih joss….” Ujar Ny.Daeng Deng sambil pasang emotikon jempol ke hidung suami.
Sejak itu Daeng Deng lebih mengawasi istrinya, sebab maju melabrak langsung Mbah Uthil belum menemukan bukti otentik yang dilihatnya sendiri. Apalagi penuntutan yang membutuhkan dua alat bukti. Maka seperti yang terjadi beberapa hari lalu, saat dia melihat si kakek masuk ke rumahnya, Daeng Deng langsung mengerahkan warga untuk membantu menggerebeknya.
Benar saja, ketika penggerebekan berlangsung, Mbah Uthil masih sibuk menggauli Daeng Deng dengan segala improvisasinya.Ulah bejat Mbah Uthil membuatnya langsung saja ditarik dan dihajar sampai babak belur dan dilarikan ke Rumah Sehat jika pinjam istilah Gubernur DKI. Adapun Ny.Ginuk, takut dapat bagian yang sama dari suami dan warga, mendingan kabur duluan menyelamatkan diri.
Cari selamat setelah berburu nikmat itu langkah tepat yang harus diambil.
Redaksi Energi Juang News




