Energi Juang News, Timur- Sepekan ini ada kesibukan yang luar biasa di lembaga kepolisian. Ada tangkepan emas segunung dan duit milyaran dirumah jaksa.
Ada pihak lain juga yang sedang ketar-ketir kesangkut kasus dan diancam hukuman, karena perbuatannya yang keliru.
“Kalau penjara itu biasa,” kata sahabat Bang Jalil dari jarak jauh, “yang nggak biasa kan ada yang terancam kena hukuman mati?”.
Tapi, kalo kejadian di daerah timur sungguh membuat manusia dimuka bumi ini pasti geram karena tindakan sekelompok orang gentian ngembat atau ngasah sentolop pada seorang gadis yang tak berdaya.
Kelakuan bejat para pelaku terdengar hingga para pejabat hingga tukang sapu jalan. Dari komentar miris hingga komentar miring, semua mengungkapkan hal sama,” Biadabb”.
Perkara ini terungkap setelah pihak keluarga mencium adanya kejanggalan pada Mimin,20, anak gadisnya.
Orang tua korban merasa ada yang tidak beres lantaran mendapati anak perempuan mereka berulang kali pulang ke rumah pada larut malam, bahkan hingga menjelang pagi hari.
Padahal mereka tak pernah melarang pulang malam dan tak nganjurin pulang pagi sekalian lo.
Merasa curiga, orang tua langsung mencecar korban dengan berbagai pertanyaan bak kapten penyidik menanyai saksi. Korban seketika menangis dan mengakui petaka yang menimpanya.
Bagaikan mendengar geledek di siang hari, Mimin selama ini menjadi korban rudapaksa sentolop 27 lelaki bejat secara bergiliran. Mereka mendengar pengakuan tragis itu langsung tak terima, dan lapor polisi untuk membuat laporan resmi.
Pihak keluarga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dan menangkap para pelaku dan dihukum berat. Hingga dalam waktu tak lama seluruh pelaku yang terlibat dalam lingkaran kekerasan seksual tersebut cepat tertangkap.
Bukan kayak kasus jaksa diatas sudah berstatus tersangka tapi masih bebas sono sini.
Hingga kini kasus ini masih dalam penyelidikan Polisi, antara korban yang mau, ataukah karena kebiadaban pelaku, apakah Mimin jadi korban rudapaksa atau mau sama mau.
Redaksi Energi Juang News



