Energi Juang News,Malang- Suasana di sebuah kawasan permukiman di Wagir, Kabupaten Malang, mendadak berubah tegang setelah seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di dasar sebuah sumur yang berada tak jauh dari rumahnya. Korban diketahui bernama Sampir, berusia 72 tahun. Warga, perangkat desa, dan aparat kepolisian kemudian berdatangan untuk melakukan evakuasi. Namun, di balik peristiwa tragis tersebut, beredar pula cerita lama tentang sumur yang selama bertahun-tahun dianggap menyimpan aura ganjil.
Menurut cerita warga, Mbah Sampir sempat terlihat mondar-mandir di sekitar sumur sebelum ditemukan meninggal. Yang membuat beberapa orang merinding, lelaki lanjut usia itu disebut seperti sedang berbicara dengan seseorang. Padahal, saat itu tidak ada orang lain di dekatnya. “Saya lihat beliau seperti ngobrol sendiri. Kadang mengangguk, kadang seperti menjawab pertanyaan,” tutur seorang warga yang mengaku pernah melihat kejadian tersebut. Cerita itu kemudian menyebar dari mulut ke mulut dan membuat warga menghubungkannya dengan mitos yang selama ini melekat pada sumur tersebut.
Proses evakuasi korban berlangsung tidak mudah. Lubang sumur yang sempit membuat petugas harus bekerja ekstra hati-hati. Kondisi di dalam sumur juga diduga memiliki kandungan gas yang berbahaya sehingga proses pengangkatan jasad tidak bisa dilakukan sembarangan. Warga hanya dapat menyaksikan dari kejauhan sembari menunggu petugas menyelesaikan proses evakuasi. “Kami cuma bisa berdoa. Sumurnya dalam dan sempit. Petugas juga harus hati-hati karena ada dugaan gas di dalam,” ujar warga lainnya.
Setelah kabar kematian itu menyebar, pembicaraan warga perlahan bergeser pada sejarah sumur tua tersebut. Tidak sedikit yang mengaku sejak dahulu tempat itu memang jarang disentuh. Dalam kepercayaan sebagian masyarakat Jawa, sumur tua yang gelap, lembap, dan jarang digunakan kerap dikaitkan dengan keberadaan makhluk gaib. Keyakinan tersebut tentu merupakan bagian dari cerita rakyat dan kepercayaan masyarakat, bukan sesuatu yang dapat dibuktikan secara ilmiah.
Ada pula kisah tentang sosok perempuan berambut panjang yang konon menghuni sumur tua di belakang sebuah rumah kosong. Cerita yang berkembang menyebut perempuan tersebut dahulu merupakan istri muda seorang juragan kaya. Dalam versi legenda yang beredar, ia meninggal secara tragis dan jasadnya dibuang ke dalam sumur agar keberadaannya tidak diketahui keluarga utama. Sejak saat itu, warga konon tidak lagi berani menggunakan sumur tersebut.
“Katanya dulu sering terdengar suara perempuan menangis dari dalam sumur kalau malam Jumat Kliwon,” kata Bu Mintun, salah seorang warga yang mengetahui cerita lama tersebut. Ia mengaku tidak pernah melihat sosok perempuan sebagaimana cerita yang beredar. Namun, pengalaman yang pernah dialaminya ketika mendekati sumur membuatnya sampai sekarang enggan berada sendirian di sana.
Bu Mintun pernah melongok ke dalam sumur pada siang hari. Menurut penuturannya, air yang biasanya terlihat biasa saja tiba-tiba tampak keruh kemerahan. Ia juga mengaku mencium bau anyir yang sulit dijelaskan. “Saya langsung mundur. Airnya seperti berubah warna. Baunya juga anyir sekali. Padahal waktu itu siang dan tidak ada apa-apa,” ujarnya. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu cerita yang paling sering dibicarakan warga ketika membahas sumur tua itu.
Bukan hanya air yang berubah warna. Sejumlah warga juga mengaku pernah mendengar suara seperti benda jatuh ke dalam sumur, padahal tidak ada seorang pun yang berada di dekatnya. Ada pula cerita mengenai bayangan putih aneh yang terlihat sekilas ketika seseorang mencoba melihat pantulan air. “Kalau dengar suara dari dalam, segeralah pergi dari lokasi itu,” kata seorang warga tua kepada anak-anak muda yang penasaran. “Lebih baik pergi. Jangan pernsh terbersit keinginan mencari tahu macam-macam.”
Malam hari menjadi waktu yang paling dihindari warga untuk mendekati lokasi tersebut.Selain tak ada penerangan, tapi kesunyian membuat suara kecil terdengar lebih jelas, sementara kedalaman sumur menciptakan suasana yang membuat siapa pun mudah merasa tidak nyaman. Bagi sebagian warga, cerita tentang perempuan berambut panjang dan tangisan dari dasar sumur hanyalah legenda yang diwariskan dari generasi sebelumnya. Tetapi bagi mereka yang pernah mengalami kejadian aneh di sana, cerita itu terasa jauh lebih nyata.
Kini, setelah Mbah Sampir ditemukan meninggal di dasar sumur, cerita lama tersebut kembali muncul ke permukaan. Tidak sedikit warga yang menghubungkan kebiasaan Mbah Sampir berbicara seorang diri di sekitar sumur dengan legenda yang sudah lama beredar. Namun, hubungan tersebut tetap sebatas dugaan dan cerita masyarakat. Penyebab pasti kematian korban harus ditentukan melalui proses pemeriksaan dan penyelidikan pihak berwenang, bukan berdasarkan mitos.
Sumur yang diyakini dihuni makhluk halus biasanya diberi penanda seperti ikat kain mori putih atau diberi sesajen saat malam-malam tertentu. Dalam budaya Jawa, disebutkan bahwa tidak boleh membuang air panas atau benda kotor ke dalam sumur karena bisa mengganggu penunggunya.
Untuk meredam keangkeran sumur, para tetua desa biasa melakukan ritual ruwatan atau bersih sumur menggunakan bunga tujuh rupa, dupa, dan doa-doa khusus.
Mitos hantu sumur mengajarkan kita bahwa tempat-tempat yang terkesan sepele sekalipun bisa menjadi simbol dari trauma, rahasia, atau warisan budaya spiritual masyarakat. Percaya atau tidak, kisah-kisah ini memperkuat ikatan kita terhadap nilai-nilai lokal dan pentingnya menjaga keseimbangan antara dunia nyata dan tak kasat mata.
Redaksi Energi Juang News




