Energi Juang News, Jakarta— Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menanggapi anggapan bahwa gaya kepemimpinannya meniru pendekatan Dedi Mulyadi dengan sikap terbuka. Dalam sebuah pernyataan, Rohidin menyatakan, “Kalau hal-hal baik, kenapa tidak kita tiru? Toh, itu bukan sesuatu yang keliru.”
Rohidin menekankan bahwa pendekatan langsung kepada masyarakat bukanlah hal baru baginya. “Saya sudah melakukan pendekatan semacam itu sejak lama, bahkan sebelum menjadi gubernur,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa gaya kepemimpinan yang dekat dengan rakyat adalah bagian dari upaya untuk memahami dan menyelesaikan permasalahan secara langsung.
Menanggapi kritik yang menyebutkan bahwa gaya tersebut adalah pencitraan, Rohidin menjelaskan bahwa tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Saya ingin memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Rohidin juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan. Ia percaya bahwa dengan terlibat langsung, pemimpin dapat membangun kepercayaan dan memastikan bahwa kebijakan yang diimplementasikan tepat sasaran.
Dalam konteks ini, Rohidin mengajak para pemimpin daerah lainnya untuk tidak ragu mengadopsi pendekatan yang efektif, meskipun itu berarti mengikuti jejak pemimpin lain.
“Yang penting adalah hasilnya untuk masyarakat. Jika ada metode yang terbukti berhasil, tidak ada salahnya kita menerapkannya,” tegasnya.
Dengan sikap terbuka dan fokus pada pelayanan publik, Gubernur Rohidin Mersyah menunjukkan bahwa adopsi praktik terbaik, terlepas dari asalnya, adalah langkah positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Redaksi Energi Juang News



