EnergiJuangNews,Tuban-Sudah hampir dua tahun Sleko (47) dan Mince (42) resmi berpisah. Tapi namanya juga rasa mantan yang belum move on sepenuhnya, angin kangen tiba-tiba berembus kencang. Komunikasi sinyal nyambung lagi, nostalgia aktif, chat WA, Video Call, dan akhirnya muncul ide: Bagaimana kalo ‘Sandal kecemplung kalen?”(baca: rujuk), daripada nyari mending balik lagi.
Fenomena rujuk setelah cerai memang bukan hal aneh. Apalagi kalau status perpisahannya masih memungkinkan untuk balikan. Jika masih talak 1 atau 2, prosesnya mudah. Tapi jika sudah jatuh talak tiga, mantan istri harus menikah dulu dengan lelaki lain, dan setelah digauli diceraikan kembali. Di sinilah bekas suam bisa kembali menikahi bekas istrinya, meski kondisinya sudah dedel duel akibat dikawini lelaki lain. Tapi banyak juga pasangan yang setelah lama pisah, malah merasa cocok kembali. Katanya sih, yang lama ditinggal justru terasa lebih berharga. Apalagi soal ‘onderdil mesin’ Sleko yang mulai melemah karena umur, sedang Mince baru sekali ‘turun mesin’.
Sekitar dua tahun lalu, Sleko asal Jombang dan Mince dari Malang sepakat berpisah karena rumah tangga mereka sering mentok di persimpangan. Biasa, masalahnya tidak ada nota kesepahaman dalam mengarungi biduk rumahtangga. Meski sudah punya anak, keduanya memilih jalan masing-masing. Sleko menetap di Jombang, sementara Mince pulang ke rumah orang tuanya di Malang.
Waktu berjalan, tapi jodoh pengganti tak kunjung datang. Ibarat tanaman tak disiram cukup lama, ya jelas layu namun sensasi bodi yang terawat. Entah siapa yang mulai duluan, komunikasi pun terjalin kembali. Dari sekadar tanya kabar, berubah jadi rencana rujuk. Untuk “pemanasan” sebelum resmi balikan, Sleko sepakat menikmati ‘serabi’ Mince baru sekali ‘turun mesin’ di sebuah villa sejuk di kawasan Prigen, Pasuruan.
Biar suasana makin mantap, Sleko membawa bekal tambahan obat kuat Tadafil anjuran temannya yang kena korban iklan ‘gingseng bintang tujuh’ yang katanya bisa bikin stamina lebih percaya diri. Targetnya muluk, berharap malam berjalan mulus tanpa gangguan teknis. Obat kuatnya pun diminumnya, dengan harapan nanti bisa menyelesaikan 5 ronde tanpa partai tambahan, maupun gangguan iklan. ‘Suspensi’ Mince yang masih ‘mentul mentul’ membuat angan Sleko melambung dengan target tinggi.
Namun rencana tinggal rencana, racikan olahan Mince membuat Sleko kewalahan. Baru satu ronde menikmati suasana olahan ‘serabi’ Mince yang gurih, Sleko sudah keringat dingin bercucuran. Sleko tiba-tiba mengeluh dadanya terasa nyeri dan meminta teh panas. Mince pun bergegas ke dapur menuruti permintaan Sleko. Tapi saat kembali, suasana berubah total. Sleko sudah terbaring dan tak merespons.
Petugas datang, dan Sleko dinyatakan meninggal dunia. Temu kangen yang awalnya penuh harap 5 ronde tanpa iklan, berakhir jadi kisah duka.
“Oalah Mas, belum juga mulai ronde 2, kok sudah KO duluan,” ratap Mince dengan campur aduk emosi sambil berkemas.
Cerita rujuk mantan suami istri ini pun jadi pengingat: rencana boleh matang, syahwat boleh besar, tapi harus tau diri akan umur yang tidak bisa ditebak. Kadang belum ‘ngegas’, lawan sudah tamat.
Redaksi Energi Juang News



