Rabu, Maret 11, 2026
spot_img
BerandaDaerahTeror Bom Hebohkan Depok: 10 Sekolah Dapat Ancaman Misterius via E-Mail

Teror Bom Hebohkan Depok: 10 Sekolah Dapat Ancaman Misterius via E-Mail

Energi Juang News, Depok— Kepanikan melanda Depok setelah sepuluh sekolah menerima ancaman bom melalui surat elektronik. Aksi teror itu terjadi pada Selasa (23/12/2025), memicu gerak cepat aparat kepolisian untuk memastikan keamanan para siswa dan guru di lokasi.

“Iya, sudah dilakukan pengecekan. Sudah ada enam sekolah yang didatangi oleh tim Jibom Gegana Kelapa Dua,” ujar Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, Selasa (23/12).

Tim Gegana Pastikan Tidak Ada Bom
Petugas Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polri langsung diterjunkan untuk memeriksa sepuluh sekolah di wilayah Depok, Jawa Barat. Setelah penyisiran menyeluruh, polisi memastikan tidak ditemukan bahan peledak di seluruh sekolah tersebut.

“Sejauh ini tidak terbukti adanya bom. Empat sekolah lainnya masih dalam proses pemeriksaan,” kata Made.

Sekolah yang mendapat ancaman di antaranya SMA Arrahman, SMA Al Mawaddah, SMA Negeri 4 Depok, SMA PGRI 1, SMA Bintara Depok, Budi Bakti, SMA Cakra Buana, SMA Negeri 7 Sawangan, SMA Nururrahman, dan SMA Negeri 6 Depok.

Ancaman Dikirim Melalui E-Mail
Investigasi awal menunjukkan ancaman bom dikirim pelaku lewat e-mail ke sepuluh sekolah tersebut.

“(Ancaman bom) tertulis di e-mail,” ungkap Made.

Dari tangkapan layar yang beredar, pesan itu dikirim oleh seseorang diduga perempuan berinisial KLM, pada dini hari langsung ke alamat e-mail sekolah-sekolah yang menjadi target.

Polisi Telusuri Alamat Pengirim
Kepolisian melakukan penelusuran ke alamat yang diduga terkait dengan pengirim pesan ancaman tersebut. Namun, hingga kini belum ditemukan petunjuk yang jelas.

“Sudah didatangi alamat rumah dari e-mail itu. Hasil sementara masih belum ditemui,” jelas Made Budi, Rabu (24/12/2025).

Polisi masih menelusuri identitas pelaku dan motif di balik teror ini.

Motif Pelaku Didalami
Menurut Made, isi e-mail mengindikasikan bahwa pengirim merasa kecewa dan marah terhadap sesuatu yang belum dijelaskan secara rinci.

“Dalam isi pesan, pelaku mengungkapkan rasa kesal dan kecewa,” tutur Made.

Hingga kini, polisi terus melakukan penyidikan untuk menentukan apakah ancaman itu benar dari pelaku yang disebut dalam e-mail atau akun tersebut digunakan pihak lain.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments