Energi Juang News,Bali- Kisah Mistis Hotel Pondok Indah Bedugul Bali telah lama menjadi perbincangan para pemburu lokasi angker. Berdiri megah di atas perbukitan Bedugul, bangunan yang tak pernah resmi beroperasi itu kini lebih dikenal sebagai The Ghost Palace. Dindingnya dipenuhi lumut, tanaman merambat menjalar hingga ke atap, sementara kabut turun hampir setiap sore, menciptakan suasana yang membuat siapa pun merinding.
Konon, hotel tersebut mulai dibangun pada era 1990-an dengan harapan menjadi penginapan mewah yang menghadap hamparan pegunungan dan danau. Namun, proyek itu mendadak berhenti tanpa penjelasan pasti. Sejak saat itu, bangunan megah tersebut dibiarkan kosong hingga perlahan berubah menjadi simbol misteri di kawasan Bedugul.
Warga sekitar memiliki cerita yang berbeda-beda mengenai tempat itu. Sebagian menganggap bangunan tersebut hanya terbengkalai, tetapi tidak sedikit yang percaya ada sesuatu yang menjaga setiap sudutnya. Ketika malam turun, suasana di sekitar hotel berubah begitu sunyi, hanya terdengar suara angin yang berembus melalui lorong-lorong kosong.
“Sering warga melihat penampakan bayangan putih dan bayangan seperti asap yang berputar putar disekitar pojok taman,” ujar seorang warga tua kepada Rani seorang pengunjung.
“Wujudnya seperti apa, Pak?” tanya seorang wisatawan.
“Menurut warga yang melihat, bayangan putih itu mirip noni noni belanda menatap kosong dan kaku dan kosong,” jawabnya pelan sambil menatap bangunan di kejauhan.
Cerita-cerita mistis semakin berkembang setelah seorang pelancong asing bernama Jacob Laukaitis mengunjungi lokasi tersebut pada tahun 2015. Saat menjelajahi hutan di sekitar Bedugul, ia menemukan hotel besar yang telah dipenuhi tanaman liar. Cat tembok mengelupas, langit-langit mulai runtuh, dan hampir seluruh bangunan diselimuti kesunyian yang sulit dijelaskan.
Namun, ada satu penemuan yang membuat bulu kuduknya berdiri. Tepat di depan pintu utama, terdapat sepasang sandal jepit tua yang tampak seolah baru saja ditinggalkan seseorang. Anehnya, tidak ada seorang pun di dalam bangunan itu.
“Siapa yang meninggalkan sandal itu?” bisik seorang pengunjung.
“Tidak ada yang tahu. Warga bilang sandal itu sering berpindah tempat sendiri,” jawab rekannya dengan suara lirih. Bahkan sendal itu tak satupun berani memindahkannya apalagi mengambil untuk koleksi.
Terlepas dari benar atau tidaknya kisah tersebut, keberadaan sandal misterius itu justru memperkuat aura angker hotel. Beberapa pemburu fotografi malam mengaku mendengar suara perempuan tertawa dari lantai atas, sementara yang lain mengaku melihat bayangan putih berdiri di balkon sebelum perlahan menghilang bersama kabut.
Meski demikian, pesona arsitektur hotel tetap memikat. Pilar-pilar bergaya Bali masih berdiri kokoh, ukiran batu tetap terlihat indah, dan panorama Bedugul dari atas bukit menghadirkan pemandangan yang luar biasa. Perpaduan antara keindahan alam dan bangunan kosong inilah yang membuat banyak wisatawan penasaran.
“Sebenarnya tempat ini dulu indah sekali,” kata seorang fotografer.
“Iya, tapi entah kenapa rasanya disetiap sisi gelap gedung ini ada yang mengawasi gerak gerik kita,” sahut temannya sambil mempercepat langkah menuju pintu keluar.
Hingga kini belum ada penjelasan pasti mengapa hotel tersebut mangkrak dan tidak pernah dibuka untuk umum. Misteri itu terus melahirkan berbagai cerita dari mulut ke mulut. Sebagian menganggapnya hanya legenda yang dibesar-besarkan, sementara sebagian lain yakin bahwa bangunan itu menyimpan kisah yang sengaja tidak pernah diungkap.
Redaksi Energi Juang News



